
Hallo semuanya, balik lagi bersama Author, jangan lupa buat Like, Komen dan juga Vote yah.
Saat ini Ken dan juga Nata sedang makan malam di salah satu restoran, keduanya tampak saling bercerita mengenai kisah mereka dan membahas bisnis.
Nata sangat nyaman ketika berkomunikasi dengan Ken karena Ken adalah tipikal orang yang asik di ajak bicara, Nata bahkan beberapa kali meminta pendapat terhadap Ken, Ken memang memiliki pemikiran yang cukup dewasa sehingga ia bisa memberikan arahan dan juga nasehat terhadap Nata.
"Ohiya Ken, Kenapa kamu sampai sekarang masih belum mempunyai kekasih, wajahmu tampan, kamu juga mandiri, kenapa tampaknya kamu tidak berniat untuk mencari kekasih." Tanya Nata karena selama ia berteman dengan Ken, ia tidak pernah mendengar Ken tertarik dengan wanita.
"Entahlah Nat, Sampai sekarang aku masih belum memikirkan untuk mempunyai kekasih, sekarang aku memang memiliki rasa ketertarikan terhadap 1 wanita akan tetapi aku sadar jika aku tidak akan bisa untuk menjadikan ia kekasihku, aku tahu ia hanya menganggapku sebagai sahabat tidak lebih." Jawab Ken, yang dimaksud oleh Ken tidak lain adalah Nata.
"Apakah kamu sudah mencoba untuk menyatakan perasaan terhadap dirinya ?" Tanya Nata karena ia tidak mau sahabatnya menyerah begitu saja.
"Belum ..." Belum sempat Ken menyelesaikan ucapannya, Nata sudah terlebih dahulu memotong.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa tahu perasaannya, jika kamu sendiri belum menyatakan dan menanyakan langsung." Potong Nata.
Baru saja Ken ingin menjawab tetapi ia mengurungkan niatnya ketika ada orang yang tiba-tiba saja datang dan menyela percakapan keduanya.
"Hi." Ucap orang tersebut yang langsung duduk di samping Nata tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Jonathan, Kenapa kamu duduk di sini apa tidak ada tempat lain yang kosong." Omel Nata dengan perubahan mood 180°.
"Lagi pula tidak ada larangan untuk aku duduk disini bukan." Jawab Jonathan dengan ketus.
"Pergilah." Usir Nata dengan suara yang terdengar pelan tapi penuh dengan penekanan.
"Baiklah." Jawab Jonathan karena ia tidak mau jika Nata semakin tidak nyaman dengan dirinya.
__ADS_1
Saat itu secara kebetulan Nata berada di restoran yang sama dengan Jonathan, Jonathan yang memiliki insiatif untuk menghampiri Nata, meski ia merasa cemburu melihat kedekatan Nata dan Ken.
"Maaf Ken." Ucap Nata kepada Ken.
"Tidak apa, lagi pula tadi bukan salah kamu." Jawab Ken mengerti si Nata merasa tidak enak terhadap dirinya.
"Lalu, bagaimana perkembangan hubungan antara kamu dan juga Jonathan ?" Lanjut Ken yang tampak ingin tahu aku jauh mana hubungan keduanya.
"Kami berdua tidak memiliki hubungan apa-apa, dia hanya cowok aneh yang selalu menggangu ketenanganku, tapi dia baik dan tidak seburuk apa yang aku pikirkan." Jelas Nata yang memang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Jonathan.
"Cobalah buka hatimu untuk Jonathan, Karena tampaknya ia benar-benar tulus terhadap kamu." Nasehat Ken.
"Untuk saat ini mungkin belum bisa." Jawab Nata, penghianatan seorang ayah terhadap bundanya, membuat Nata berpikir berkali-kali.
__ADS_1
Mungkin atau menjawab tanpa ekspresi akan tetapi dari raut wajahnya ia menyimpan sesuatu, lebih tepatnya ia menyimpan suatu kesedihan, kesedihan yang tidak pernah ia perlihatkan.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN, LIKE, KOMEN DAN VOTE, THANKS YAHH.