
Nata yang pada saat itu tidak ingin mengganggu istirahat kelimanya, akhirnya memutuskan untuk langsung pergi ke kamarnya, sebelum itu ia bertemu dengan bi Ina yang tampak sedang menyiapkan makanan.
"Selamat sore bi." Sapa Nata sambil tersenyum kecil.
"Selamat sore non." Jawab bi Ina sambil tersenyum kecil.
"Nata mau mandi dulu yah bi." Ucap Nata sebelum berlalu meninggalkan bi Ina.
"aku selalu membutuhkan cermin, kapanpun dan dimanapun, cermin lovee u now and forever." @Nataa
Saat itu juga Nata memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, tidak sampai setengah jam Naata sudah selesai, ia langsung saja keluar dari kamarnya.
"Bi, apa mereka sudah sarapan ?" Tanya Nata sambil menarik salah satu kursi yang berada di meja makan.
"Tadi siang mereka sudah makan, apa mau di bangungkan lagi ?" Jawab bi Ina sambil merapikan makanan yang ada di atas meja.
"Memangnya mereka pulang jam berapa bi ?" Tanya Nata sambil menatap bi Ina.
"Sekitar jam 11an." Jawab bi Ina.
"Yah sudah bi, sekarang biar Nata yang bangunin mereka, dulu, bibi juga pasti belum makankan, sekalian barengan yah bi." Ucap Nata yang langsung berlalu tanpa mendengar penolakan.
"Hei, bangun, bangun." Ucap Nata secara lembut kepada Harvy sambil menepuk-nepuk pipinya Harvy.
Harvy merasa tidurnya terganggu pun akhirnya mengerjapkan mata, ia dapat melihat jika wanita yang ia tunggu-tunggu sudah ada di hadapannya, ia mengucek-ucek matanya, dan berkata.
"Mommy." Sambil mengarahkan tangannya, sebagai tanda ingin digendong, Natapun tidak menolak sama sekali.
Nata langsung saja beralih kepada keempat anak remaja, ia membangunkan El terlebih dahulu karena memang El adalah orang yang paling gampang untuk ia bangunkan.
__ADS_1
"El, ayo bangun." Ucap Nata sambil mengelus puncak kepala El.
"Elll." Sekali lagi Nata memanggil nama El dengan panjang.
"Hayem." Akhirnya El segera bangun dari tidur nyenyaknya.
"Ayo bangun, dan jangan lupa untuk bangunkan ketiga sahabatmu itu, kakak tunggu di meja makan yah." Ucap Nata sambil tetap mengelus pucak kepala El, dan langsung berjalan kearah meja makan sambil menggendong Harvy.
Harvy di kursi yang biasa bi Ina duduki, jadi mau tidak mau bi Ina harus menggeser tempat duduknya, bi Ina sama sekali tidak merasa keberatan.
Mereka bertiga sudah duduk di meja makan sambil menunggu, El, Lio, Endi dan juga Reno, dan tidak sampai 5 menit menunggu akhirnya orang yang ditunggu-tunggu pun datang.
"Sekarang ayo cepat duduk, kenapa kalian mala diam saja." Tegur Nata kepada ke empat adiknya.
"Baiklah." Jawab mereka yang akhirnya menurut.
"Mommy, aku mau ayam goreng." Ucap Harvy sambil menunjuk ke arah ayam goreng.
Harvy balas menatap mereka berempat, ia menyipitkan mata melihat keempatnya melotot terhadap dirinya.
" Kenapa kalian saling bertatapan seperti itu ?" Tanya Nata yang melihat mereka seperti sedang saling melotot.
"Kenapa dia memanggil mommy padamu kak ?" Tanya Lio sambil memicingkan mata, itu tidak mungkin anaknya Kakaknya kan.
"Huft, entahlah iaa sudah menganggap aku sebagai ibunya, kakak Sudah beberapa kali menjelaskan tetapi dia tetap kekeh untuk memanggil dengan sebutan mommy.
Mendengar penjelasan dari Nata, mereka Langsung memberikan pandangan lagi kepada Harvy, lalu tanpa janjian mereka mengucapkan.
"Jangan panggil dia mommy, karena dia bukan mommy kamu." Ucap Mereka secara bersamaan menggunakan bahasa Inggris, agar Harvy paham.
"Hiks." Harvy yang mendengar itu pun langsung menangis.
__ADS_1
Sekarang gantian Nata yang langsung menajamkan matanya, sedangkan keempat anak remaja tersebut hanya diam dan menatap, mereka tidak merasa salah sama sekali, karena apa yang di ucapkan mereka memang benar adanya.
"Cup cup, jangan dengerin mereka yah, jangan nangis, mommy tidak suka jika anak cowo menangis." Ucap Nata sambil menenangkan Harvy.
"Hikss mommy." Jawab Harvy sambil memeluk kaki Nata.
"Hei hei, sudah ayo sekarang berhenti menangis." Ucap Nata lagi dengan lembut.
"Ayo minta maaf, untuk memberitahu anak kecil bukan begitu caranya." Ucap Nata berahlih pada Lio, Endi, El dan Reno yang masih setia menatap dirinya dan juga Harvy.
"Sorry." Jawab mereka berempat.
Akhirnya setelah dibujuk dengan kata-kata manis dan juga berbagai macam rayuan, Harvy berhenti menangis, dan pada akhirnya mereka makan dengan tenang.
Bi Ina yang melihat serangkai drama sebelum makanpun, hanya geleng-geleng kepala, sesuai apa yang ia pikirkan jika dengan adanya Harvy di apartement maka suasana akan semakin ramai, pasti mereka akan berbondong-bondong untuk mencuri perhatian dari Nata.
Nata hari itu juga harus melayani lima orang, mereka merasa tidak suka karena harus mendapatkan perhatian lebih, padahal Harvy hanya seorang anak kecil yang tidak bisa mencapai Ayam gorengnya sendiri, sehingga akhirnya Nata mengambilkan mereka satu persatu makanan.
Sesudah makan mereka tidak lupa untuk diberikan vitamin oleh bi Ina, karena mereka yang selalu full aktivitas pasti membutuhkan asupan Vitamin.
Nata selalu memperingatkan keempat adiknya untuk tidak lupa mengkomsumsi sarapan pagi dan vitamin, banyaknya aktivitas serta kegiatan diluar yang bisa membuat tubuh mereka drop jika tidak ditopang dengan vitamin.
Hari ini terasa begitu berbeda, kelima laki-laki memiliki tingkat kecemburuan di atas rata-rata, mereka selalu meributkan hal kecil sehingga membuat apartemen terasa begitu ramai, sebentar-sebentar akan ada teriakan Aduh males dari kelimanya, dan hal itu tentu saja membuat Nata dan bi Ina pusing.
**Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.
Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.
Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.
Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.
__ADS_1
Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe**