Arinda, Cinta Pertama

Arinda, Cinta Pertama
Teman Lama


__ADS_3

Setelah kejadian di cafe tersebut baik Bayu maupun Satria tidak pernah mengganggu Arinda lagi. Ketika mereka harus berurusan di kantor mengenai pekerjaan maka keduanya berusaha bersikap profesional.


Awalnya Satria menyangka jika Arin berbohong tentang hubungannya dengan Raka. Namun seiring berjalannya waktu ia sadar jika Arin memang benar-benar dekat dengan Raka.


Bahkan hampir setiap hari Raka mengantar dan menjemput Arin untuk ke kantor. Dan semenjak bersama Raka, Satria bisa melihat Arin nya yang dulu kembali.


Wajahnya selalu terlihat cerah dengan senyuman yang mengembang semakin menambah aura kecantikan Arin. Satria merasa sangat patah hati namun tidak ada yang bisa ia lakukan.


Jika memang Arinda akan bahagia bersama orang lain, maka ia akan merelakannya walaupun hatinya merasakan sakit yang sangat.


Hari itu Arin pergi ke sebuah restoran bersama Satria untuk melakukan pertemuan bisnis dengan salah satu calon investor. Walaupun sebenarnya Arin merasa sangat enggan namun ia berusaha untuk bisa bersikap profesional.


Bagaimanapun mereka pergi hanya untuk urusan pekerjaan. Meeting berlangsung cukup lama, sampai hari mulai berubah menjadi petang.


Beruntungnya meeting berjalan dengan sangat lancar dan klien tersebut setuju untuk berinvestasi di perusahaan mereka. Setelah mencapai kesepakatan bersama, mereka pun memutuskan untuk langsung pulang.


Karena jam kantor sudah berakhir hampir 1 jam yang lalu. Jadi mereka bisa langsung pulang ke rumah dan tak perlu kembali ke kantor. Satria pun menawarkan diri untuk mengantarkan Arin pulang.


"Biar aku antar kamu." tawar Satria.


"Gak perlu pak, saya sudah pesan taksi online kok. Sudah ada di depan." jawab Arin dengan tersenyum ramah.


"Arin." panggil Satria sekali lagi hendak berbicara.


"Maaf pak sepertinya taksi saya sudah datang. Saya duluan." ujar Arin segera mengambil langkah cepat menghampiri sebuah mobil berwarna putih yang ada di depannya.


"Kamu benar-benar tidak memberikan kesempatan untukku." gumamnya sembari menatap punggung Arin yang semakin menjauh.

__ADS_1


***


Keesokan harinya Arin mempunyai janji untuk pergi menonton sebuah film di bioskop bersama Raka. Pukul 7 malam mereka sampai di mall tempat dimana mereka janji untuk bertemu.


Raka telah memesan tiket untuk mereka berdua secara online. Jadi begitu mereka datang, mereka tidak perlu repot-repot lagi untuk mengantre tiket agar bisa masuk ke ruang teater.


Film selesai di putar pukul 9 malam. Arin dan Raka bergegas keluar karena perut mereka sudah mulai berdemo minta di isi. Karena mereka berdua melewatkan makan malam untuk menonton film.


Dan ketika di dalam bioskop mereka hanya memakan popcorn yang Raka beli. Raka dan Arin bersepakat untuk pergi mencari tempat makan seafood yang ada di pinggir jalan.


Mereka berdua dengan cepat berubah menjadi sahabat yang sangat baik dan tak terpisahkan. Karena mereka merasa benar-benar memiliki tingkat kecocokan di atas rata-rata.


Mereka bisa cepat saling mengerti dan memahami masing-masing. Dan mereka juga mempunyai banyak kesamaan dalam banyak hal. Bahkan hobi dan selera mereka benar-benar sama.


Begitu sampai di tempat yang di tuju, Raka dan Arin segera memesan makanan yang sejak tadi sudah mereka bayangkan di perjalanan untuk segera mereka lahap.


"Asli deh, ini sih enak banget. Gak salah kamu ajak saya kesini." ujar Arin setelah puas meneguk segelas es jeruk setelah menyelesaikan makan malamnya.


"Well, kali ini kamu bener. Saya suka banget makan disini. Kapan-kapan makan disini lagi ya." ujar Arin bersemangat.


"Tentu." ujar Raka singkat sembari memperhatikan Arin yang sibuk merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


Arin merasa sangat terhibur dengan kehadiran Raka di hidupnya. Setidaknya, akhirnya ia memiliki seseorang untuk dapat berbagi dan bisa membuatnya nyaman bahkan untuk menceritakan kisah masa lalunya bersama Satria.


Kisah kelam yang telah ia tutup rapat-rapat selama 8 tahun yang menjadi beban berat di hatinya kini telah perlahan berkurang. Ia mulai bisa menata hatinya kembali dan menjalani hidupnya lebih baik lagi.


Tentunya semua itu berkat dukungan yang terus menerus Raka berikan untuknya agar ia bisa lepas dari rasa sakit yang membelenggunya selama bertahun-tahun. Arin mungkin belum bisa memaafkan Satria sepenuhnya untuk semua yang terjadi.

__ADS_1


Namun Arin sudah bisa menata hatinya dan membiasakan diri untuk bekerja secara profesional dengan Satria. Awalnya Satria merasa sangat terkejut dengan perubahan sikap yang di tunjukkan Arin padanya.


Berkali-kali Satria mencoba untuk meminta Arin untuk bisa berbicara dengannya namun Arin selalu menghindar dan tidak memberinya kesempatan.


Arin tidak ingin membiarkan hatinya kembali goyah dengan berhadapan langsung dengan mantan kekasihnya tersebut. Arin benar-benar sudah lelah dan ingin memulai hidup barunya dengan bahagia.


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk langsung pulang. Belum sempat Arin menaiki mobil Raka tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Arinda.


"Rin.. Arinda." teriak seorang laki-laki setengah berlari ke arahnya membuat Arin mengurungkan niatnya untuk naik mobil.


"Dewa." gumam Arin menatapi laki-laki yang sudah lama tak ia temui.


"Ya ampun Rin, Lo kemana aja sih? Apa kabar?" tanya Dewa sembari merangkul tubuh Arin tanpa permisi.


Raka sedikit terkejut dan hendak menegur sikap laki-laki tersebut namun Arin memberikan isyarat jika dia mengenal laki-laki itu.


"Udah 8 tahun Lo ilang gak ada kabar. Gue kaget banget barusan liat Lo disini. Sekarang Lo tinggal di Jakarta?" tanya Dewa sembari menarik tubuhnya dari Arin untuk melihat wajahnya.


"Sorry wa, Alhamdulillah kabar gue baik. Gimana kabar Lo?" tanya Arin mencoba untuk beramah tamah dengan teman lamanya tersebut.


Dewa adalah salah satu teman sekelasnya dulu ketika di SMA. Dulu, Arinda adalah gadis yang ceria dan mudah bergaul dengan siapa saja. Dia selalu dekat dengan hampir setiap orang meskipun mereka tidak berada di kelas yang sama.


Itulah alasan Arin memilih untuk pergi dari Bogor saat itu. Karena ia sangat akrab dengan banyak orang. Arin tidak ingin mendengar sedikitpun kabar tentang Satria atau membiarkan satria mengetahui kabarnya lewat teman-temannya.


Mereka kembali ke kedai seafood dan berbincang-bincang sebentar. Bagaimanapun juga dulu ia pernah sangat dekat dengan Dewa. Arin tidak ingin membuat temannya kecewa setelah 8 tahun tidak bertemu.


Arin pun turut memperkenalkan Raka sebagai pacarnya. Awalnya Raka sedikit terkejut namun ia bisa mengerti jika Arin dan Satria berasal dari lingkungan yang sama. Jadi Arin pasti melakukannya agar Satria bisa lebih percaya dengan hubungan Arin dengannya.

__ADS_1


"Rin, gue seneng banget bisa ketemu Lo lagi dan ngobrol sama Lo walaupun sebentar. Sebenarnya gue belum puas, tapi sekarang emang udah larut sih. Next time kita ketemu lagi ya kumpul sama yang lain juga." ucap Dewa dengan senyum yang tak hentinya mengembang.


"Iya, gue juga seneng bisa ketemu Lo. Ya udah nanti Lo hubungi ke nomor yang gue kasih tadi aja ya. Sorry ya sekarang gue sekalian pamit nih harus buru-buru balik udah malem soalnya." ujar Arin sembari berjabat tangan dengan dewa.


__ADS_2