Arinda, Cinta Pertama

Arinda, Cinta Pertama
kehidupan baru Satria


__ADS_3

Seperti halnya Arin yang menjalani hidupnya dengan baik di sebuah pulau terpencil yang berada di luar Jawa itu. Satria juga sebaliknya. Dengan wajah yang terlihat teduh ia berjalan sedikit cepat.


Sebuah koper berukuran sedang yang berada di tangannya, ia serahkan kepada pakde tejo yang menjemput nya di bandara. Selama hampir 1 tahun belakangan ini Satria kembali tinggal di jogja.


Tapi ia akan bertolak ke Jakarta setiap 1 kali dalam sebulan untuk menjenguk keluarga nya. Terutama Arslan, sekarang hubungan mereka menjadi semakin dekat.


Walaupun Satria belum bisa menceritakan kebenaran tentang status mereka, tapi kini ia tidak merasa canggung lagi. Papa dan mamanya tentu senang melihat perubahan sikap Satria terhadap Arslan selama setahun belakangan ini.


Ini adalah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh semua keluarga dimana Satria tidak menghindari bocah kecil berparas tampan tersebut.


Kedua orangtuanya sudah mendengar dari eyang putri jika Satria pernah membawa Arin mampir ketika di Jogja. Jadi mereka sudah bisa menduga-duga jika mungkin hubungan keduanya sudah kembali seperti dulu.


Eyang putri dan kedua orangtuanya sempat beberapa kali menanyakan tentang kelanjutan hubungan Satria dan Arin, tapi Satria selalu memilih untuk bungkam dan menghindari topik tentang gadis itu.


Eyang merasa tidak ada gunanya lagi mendesak Satria dengan rasa keingintahuannya. Yang paling penting ia bisa melihat sosok Satria yang lebih hidup dan itu cukup.


Eyang berjanji jika ia tidak akan ikut campur lagi dengan urusan pribadi cucunya. Namun ia juga sedih di umurnya yang sudah tua, sebenarnya ia sangat ingin melihat Satria menikah.


Apalagi sebentar lagi usia Satria 28 tahun, usia yang cukup matang untuk berkeluarga. Beberapa sepupunya yang lebih muda beberapa tahun saja sudah ada yang menikah.


Meski begitu Satria terlihat cuek dan santai menjalani kehidupannya yang sekarang. Satria kini tidak lagi bekerja kantoran, setelah keluar dari perusahaan Bayu ia kembali ke Jogja dan memulai sebuah bisnis makanan ringan di sana.


Ia membuka sebuah pabrik rumahan yang memproduksi camilan pedas kekinian. Ia memulai bisnisnya melalui sebuah e-commerce, secara online dan offline.


Satria tidak terlalu kesulitan membuka usaha barunya itu karena sedikit banyaknya ia memang mengerti dengan beberapa trik marketing online. Dalam 1 tahun, Satria sudah bisa memperbesar usahanya dengan memperkerjakan sebanyak 20 orang sebagai tim produksi dan 5 orang untuk packing.


Dan untuk penjualan secara offline Satria mengandalkan para reseller nya yang sebagian besar adalah anak sekolah dan mahasiswa. Jika mereka ingin menjual produk nya secara langsung tanpa modal, Mereka hanya perlu memberikan fotocopy ktp ataupun kartu pelajar mereka sebagai jaminan.

__ADS_1


Dan mereka bisa mengambil produk darinya dengan sistem setor. Satria sengaja menggunakan sistem kepercayaan seperti itu untuk membantu para mahasiswa yang ingin mencari tambahan uang saku tapi juga dengan peluang yang besar.


Dan terbukti, setelah 1 tahun berjalan bisnis yang ia rintis dengan susah payah bisa berkembang dengan baik. Tidak jarang ia juga melakukan beberapa riset terkait makanan apa saja yang sedang di gandrungi anak muda sekarang.


Tentu saja ia bertanya pada para reseller nya yang sebagian besar adalah mahasiswa mahasiswi kampus. Walaupun tidak sebesar usaha yang di miliki keluarga nya tapi Satria tetap ingin mencobanya.


Ia ingin dengan bangga bisa berdiri di atas kakinya sendiri dengan hasil keringatnya sendiri. Eyang pun mendukung penuh keputusan Satria tersebut. Bagaimana pun eyang melihat, ia menyukai Satria yang sekarang.


Jika mungkin memang hubungan Satria dan Arin telah berakhir, eyang meyakini dengan pasti jika keduanya mengakhirinya dengan baik dan sudah saling menerima. Eyang hanya berharap kesibukannya sekarang bisa mengubur semua masa lalunya seiring berjalannya waktu.


Eyang tidak ingin menyalahkan Arin seandainya pun Arin yang meminta berpisah dengan Satria. Karena ia juga sadar jika ada beban berat yang akan Satria bawa seumur hidupnya.


Belum tentu pula keluarga Arin bisa menerima masa lalu Satria dan keberadaan Arslan. Eyang dan kedua orang tua Satria menyadari itu sejak dulu.


***


"Den, kita langsung ke rumah?" tanya Satria


Setelah hampir setengah jam mengistirahatkan tubuhnya di dalam mobil selama perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.


"Aden, ingin saya tunggu atau bagaimana den?" tanya pakde tejo melihat Satria melepas seatbelt hendak turun dari mobil.


"Tinggal aja pakde, saya bisa pulang sendiri nanti. Titip koper ya? " ujar Satria.


"Oh baik den, kalau begitu saya permisi ya." ujar pakde tejo berpamitan.


Kini Satria berjalan ke arah sebuah pohon beringin kembar. Sudah menjadi kebiasaannya jika ia sedang merindukan seseorang maka ia akan datang ke tempat ini.

__ADS_1


Dia pun melihat bayangan dirinya sendiri dan Arin yang mulai mencoba menyebrangi pohon beringin kembar tersebut. Walaupun beberapa orang menyebutnya sebagai mitos, tapi ia berharap itu akan menjadi kenyataan.


Malam itu, ketika terakhir kali ia dan Arin bertemu mereka pun melakukan hal konyol tersebut. Kekonyolan yang sebenarnya secara diam-diam ia harapkan menjadi kenyataan.


Dan yang paling tidak bisa ia lupakan adalah mereka berhasil melakukannya. Satria sangat bahagia karena bisa melakukan hal yang konon katanya bisa mengikat takdir mereka.


Dan setelah itu, ia benar-benar tidak pernah bertemu lagi dengan Arin. Tiba-tiba saja Arin menghilang dari kantor dengan kabar bahwa ia sudah mengajukan pengunduran diri dari perusahaan sejak beberapa waktu lalu.


Dan begitu juga dengan Satria, 1 hari setelah kembali dari acara gathering ia langsung menyerahkan surat pengunduran dirinya terhadap Bayu. Tentu saja Bayu tidak Terima, dan menuduhnya dengan beberapa hal buruk yang merugikan perusahaan.


Tapi beruntung nya Satria sudah mengetahui hal itu. Sebenarnya secara tidak sengaja ia memergoki pertemuan Bayu dan Rendy saat mereka membuat rencana besar untuk menjebaknya dengan skandal perusahaan.


Dan beruntung, Satria merekam semua pembicaraan Bayu dan Rendy saat itu. Sampai akhirnya, Bayu tidak bisa berbuat apa-apa ketika ia hendak menuduh Satria telah mencurangi perusahaan dan berniat menjebloskan nya ke dalam penjara.


Satria sangat kecewa dengan Bayu, apakah hanya sedangkal itu persahabatan mereka yang sudah terjalin selama 8 tahun lamanya.


"Apa cuma sebatas ini persahabatan kita Bay? kenapa lo tega ngelakuin ini sama gue?" tanya Satria sendu.


"Lo yang udah ngehianatin gue lebih dulu kalau lo lupa." jawab Bayu dengan ketus.


"Segampang itu lo ke makan sama cerita bohong nya Rendy. Bay, lo itu sahabat gue dan gue yakin jauh di lubuk hati lo yang paling dalem lo juga tahu kalau gue gak pernah lakuin apapun buat ngehianatin elo." jawab Satria diam-diam membuat Bayu sedikit tertampar.


" Dan kalau soal Arin, sorry kalau gue gak jujur dari awal karena gue takut nyakitin lo. Tapi, kalau lo minta gue mundur gue juga gak bisa. Karena jelas lo sendiri yang paling tahu segimana berartinya Arin buat gue." ujar Satria jujur.


"Kecuali mungkin memang Arin ada rasa sama lo, dan jelas milih lo. Tapi kita sama-sama tahu kalau perasaan lo itu bertepuk sebelah tangan." ujar Satria membuat Bayu benar-benar berusaha menahan emosi.


Ia sangat kesal pada Satria karena semua yang Satria katakan saat itu adalah kebenaran. Dan ia tidak bisa mengelak tentang itu.

__ADS_1


Satria pun melenggang pergi meninggalkan ruangan Bayu untuk segera kembali ke ruangannya. Ia sudah merapikan barang-barangnya dan bersiap untuk pergi.


Andi dan Herti sempat menahannya dan mempertanyakan tentang Arin yang juga telah mengundurkan diri lebih dulu. Tapi Satria sendiri tidak pernah tahu tentang hal itu.


__ADS_2