Arinda, Cinta Pertama

Arinda, Cinta Pertama
Insta Dairy


__ADS_3

Di sisi lain Bayu dan Rendy tengah merencanakan sesuatu yang besar untuk menjebak Satria. Langkah pertama yang akan Bayu lakukan adalah mengeluarkan Satria dari perusahaannya dengan cara yang paling memalukan baginya.


Dan pada saat pesta ulang tahun perusahaan sekaligus penunjukannya sebagai Direktur Utama perusahaan, Bayu akan bergerak. Mereka berdua sudah merencanakannya dengan matang.


Sedangkan pagi hari sekitar pukul 8 pagi, Satria terbangun dari tidurnya. Ia langsung melihat ke arah ranjangnya yang kini sudah tertata rapi. Ia pun mulai bergerak ke arah kamar mandi dan memanggilnya namun tak ada sahutan.


Akhirnya Satria pun membuka pintu kamar mandi tersebut yang tidak ada siapapun di dalamnya. Satria lalu bergerak ke luar kamar hingga sampai di ruang makan sambil memanggil nama Arin tapi tetap tak ada sahutan.


Satria lantas tersenyum melihat segelas susu yang sudah dingin dengan sandwich kesukaannya di atas piring. Ia langsung duduk, dan mencicipi sandwich tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu masih ingat rin. " ujarnya sendu.


Ia pun tidak ingin menyia-nyiakan apa yang Arin berikan padanya dan langsung melahapnya seperti orang yang sangat kelaparan. Setelah menghabiskan sarapannya ia menuju ke dapur dan melihat kertas memo kecil yang Arin tempelkan di lemari pendinginnya.


Lekas sembuh..


Aku pulang..


Hanya 2 kalimat singkat seperti itu saja, sudah bisa membuat Satria bahagia sampai ke atas awan. Satria sangat berharap jika ini akan menjadi awal yang baik untuk hubungan mereka ke depannya.


Ia tidak tahu jika ini adalah hadiah kecil untuk perpisahan mereka. Arin sudah berjanji pada ayah dan ibunya, jika ia akan segera mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Mereka sangat khawatir jika Arin harus bertemu dengan Satria setiap hari seperti itu.


Ia tidak ingin putrinya luluh dengan sikap Satria. Terlepas dari apapun yang terjadi, ayah tetaplah orang yang paling menjaga putrinya. Ia tidak ingin jika suatu hari, putrinya akan kembali terpengaruh dengan keberadaan Satria.


Arin tidak bisa menolak permintaan kedua orangtuanya, karena ia tahu jika mereka lah orang yang paling hancur ketika melihatnya hancur dulu. Lagi pula, bagaimana pun ia tidak mungkin kembali pada masa lalu.


Satria adalah seseorang yang harus ia lupakan, terlepas dari kebenaran yang selama ini baru terungkap. Arin akan pindah ke sebuah kota kecil bersama kedua orangtuanya segera setelah ia selesai mengurus segala pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.


Tentang rencana itu, bahkan Arin belum memberitahukannya pada Raka. Ia bahkan melarang ayah dan ibunya untuk mengatakan segalanya pada Raka. Bahkan Arin juga mengatakan jika ia tidak mungkin menyukai Raka seperti apa yang kedua orangtuanya itu inginkan.


Arin tidak ingin jika nanti kedua orangtuanya terlalu berharap dengan hubungan mereka. Baginya Raka adalah sahabat terbaiknya yang membantunya agar bisa keluar dari kegelapan. Untuk mencintainya, Arin merasa tidak akan bisa melakukannya.


Ia sudah lelah jika harus berpura-pura lagi untuk mencintai seseorang. Terlebih Raka adalah salah satu orang yang berharga baginya. Karena itu Arin memilih untuk berpamitan kepada Raka saat ia sudah akan benar-benar pergi.


Arin hanya bisa menatap langit-langit kamarnya sejak ia pulang dari apartemen Satria. Tidak sedetik pun ia bisa memejamkan matanya, walaupun semalaman suntuk ia tidak tidur. Kepalanya sedikit berdenyut nyeri dan tubuhnya benar-benar lelah, tapi ia tetap tidak bisa memejamkan matanya.


Akhirnya ia membuka laci kecil di samping tempat tidurnya itu mengambil sebuah botol obat kecil. Ia mengambil 2 butir obat dari tempat yang berbeda dan segera meminumnya untuk tidur.

__ADS_1


Ya, itu adalah obat antidepresan yang di berikan oleh psikiater nya. Sudah 2 bulan belakangan ini, Arin akhirnya memilih untuk kembali melakukan pengobatan ke salah satu psikiater yang di rekomendasikan oleh Raka.


Pikirannya saat ini sedang benar-benar kacau, dan seharusnya ia meminumnya semalam. Karena itu, ia memilih untuk meminumnya saat itu juga. Setelah beberapa menit akhirnya ia bisa terlelap dengan bantuan obat tersebut.


Keadaan Satria sudah jauh lebih baik, tapi tubuhnya masih lemah dan dokter menyarankan agar ia bisa beristirahat selama beberapa hari agar bisa cepat pulih.


Hari ini sama seperti Arin yang terlelap, karena efek obatnya. Satria juga memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya hari itu. Ketika berbaring di kamarnya, Satria bisa mencium bau harum parfum Arin yang tertinggal di bantalnya.


Satria tersenyum membayangkan Arin terlelap di atas ranjangnya. Lalu ia mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan singkat.


Terimakasih untuk kemarin dan malam tadi. Terimakasih juga untuk sandwich dan susunya.


Have a good day, sunshine😊


Satria pun mengingat jika tadi pagi ia sempat memotret sarapannya terlebih dulu sebelum memakannya. Ia pun memutuskan untuk mempostingnya di story ID. Slide pertama ia memasang foto sepiring sandwich dengan susu.


Dan di slide kedua ia menambahkan siluet fotonya bersama Arin yang ia ambil 8 tahun lalu. Dan ia masih menyimpan semua foto tersebut di ponselnya dengan baik. Baginya itu adalah kenangan berharganya yang tak bisa ia gantikan begitu saja dengan apapun.


Ia segera mempostingnya tanpa menambahkan caption apapun. Sontak saja dalam beberapa menit postingan yang ia unduh itu mendadak ramai dengan komentar dari teman-teman dan kerabatnya.


@honey_bee akhirnya yang mati suri sudah bangkit


@Niko Sujatmiko Wooow.. postingan pertama setelah berabad-abad. Btw, i know who she is.. Congrats bro..


Dan banyak lagi beberapa komentar yang membuat kedua sudut bibirnya terangkat. Sudah lama sekali sejak ia mengunggah postingan di InstaDairy nya.


Selama ini ia sangat malas menggunakan social media miliknya, dan hanya membukanya untuk mencari tahu kabar Arinda selama ini. Walaupun ia tidak pernah mendapatkan kabar apapun selama 8 tahun belakangan.


ID miliknya masih ia biarkan seperti 8 tahun lalu. Dimana banyak postingan foto dirinya dengan Arin ketika gadis tersebut masih duduk di bangku SMA.


Satria sibuk men scrolling galery fotonya melihat foto-foto mereka yang dulu sangat bahagia. Dan di lain sisi ada Bayu yang merasa begitu panas hatinya karena di bakar api cemburu melihat postingan Satria tersebut yang lewat di berandanya.


Karena saking kesalnya Bayu sampai membanting ponselnya ke lantai sampai benar-benar hancur berkeping-keping. Yang lebih membuat ia kesal, adalah karena akhirnya Satria membuka kembali akun social media lamanya yang berisi foto-fotonya bersama Arinda.


Selama ini Satria selalu memprivasi kan akun social medianya dan sangat menjaga privasi hidupnya karena Satria merupakan orang yang introvert. Sehingga, sebagai sahabatnya selama bertahun-tahun pun Bayu tidak pernah melihat foto Arin sekalipun.


Bukan hanya Bayu, kebetulan Andi yang sedang iseng-iseng membuka ID miliknya melihat akun ID Satria lewat di saran pertemanan dan segera mengikutinya. Andi pun segera memberitahukan Herti ID milik Satria untuk segera di ikuti.

__ADS_1


"Her, ni gue nemu ID nya pak Satria loh. Follow deh, gue juga baru follow nih." ujar Andi.


"Oh iyaa bener, gue pengen kepo deh soalnya pak Satria tuh kalem banget sih orangnya. Gak pernah ngomong masalah apapun sama kita selain masalah kerjaan." ujar Herti sembari memfollow akun ID Satria.


Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuka profilnya dan melihat galery fotonya.


Herti yang sedang minum Orange juice pun langsung tersedak seketika melihat isi galeri atasannya di kantor tersebut.


"lu tuh kayak bocah aja, minum aja pake ke selek segala." ujar Andi.


"Lo liat deh ndi, gue bener-bener shock deh lihatnya." ujar Herti sembari memukuli dadanya pelan.


"apaan sih? lu kepo banget sih liat-liatin galery orang. Ngapain kaget gitu sih, pak Satria kan lumayan sedikit ganteng lah walaupun tetep lebih ganteng gue. Ya wajar kau dia foto ama cewek, paling itu pacarnya." ujar Andi cuek sembari kembali sibuk dengan game online yang sedang ia mainkan.


"Eh dodol, lu liat dulu bae-bae ini siapa? dan ini tuh bukan postingan baru. Lu liat tanggal dan tahunnya 2013." ujar Herti akhirnya membuat Andi kembali melihat ponsel Herti tanpa bicara.


Degg,


Ia pun membulatkan matanya dengan lebar dan melihat satu persatu foto yang di posting. Semua adalah foto Satria bersama Arinda yang masih remaja. Walaupun sebuah foto lama, tapi ia masih bisa mengenali Arinda dengan jelas.


Karena wajah dan penampilan Arin tidak banyak berubah dari foto tersebut. Mereka pun langsung bersibuk menelpon nomer Arinda tapi sayang ponselnya sedang ia nonaktifkan sehingga Andi dan Herti hanya bisa gigit jari karena penasaran.


"Gila sih ini, ini beneran akunnya pak Satria? dan ini beneran Arinda?" ujar Herti masih dengan rasa tak percaya.


"Udah jelas-jelas profilnya foto pak Satria, masa ia kita salah." jelas Andi sambil menarik nafas.


"Jadi mereka itu, dulu pacaran? kok bisa sih kita gak nyadar mereka saling kenal." ujar Herti.


"Iya, padahal baru kemaren gue sama Arinda nganterin pak Satria ke rumah sakit."


"Eh, serius? Kenapa emang?"


"Dia sakit kemaren, mukanya juga pucet banget. Jadi gue sama Arin nawarin diri buat nganter dia berobat ke IGD." ujar Andi membuat Herti semakin penasaran.


"Terus-terus menurut lu gimana mereka kemaren?"


"Ya gue gak bisa lihat soalnya gue bawa motor sedangkan Arin yang bawain mobil pak Satria."

__ADS_1


"Terus di rumah sakit, abis ngurus administrasi gue langsung balik karena gue ada urusan. Terus Arin bilang dia yg bakal bawa pak Satria balik. Jadi, ya udah gue balik aja jadinya." sambung Andi lagi menjelaskan.


__ADS_2