Arinda, Cinta Pertama

Arinda, Cinta Pertama
Masa lalu part 2


__ADS_3

Arinda POV


"Kita putus!" ujar ku.


Aku pun pergi dengan perasaan yang hancur. Tapi Satria tidak membiarkanku begitu saja saat itu.


Dengan kuat ia menarik tanganku ke sebuah taman dimana kami biasa menghabiskan waktu di sana.


"Apa maksud kamu? Ada apa sebenernya tolong jelasin dulu sayang? Jangan tiba-tiba kamu bersikap kayak gini." ujar Satria masih terdengar lembut di telingaku.


Satria kini mendudukkan ku di sebuah bangku taman dan ia duduk di sampingku dengan wajah yang masih tenang.


Aku hanya bungkam saat itu, tidak ada lagi yang bisa ku ucapkan selain air mata yang terus berjatuhan dan sesak di dadaku yang semakin terasa menyakitkan.


"Sayang please jangan seperti ini. Kalau aku salah aku minta maaf sama kamu, aku akan perbaiki semuanya tapi jangan kayak gini ya?" ujarnya semakin lembut sembari mengusap lembut kedua sisi wajahku yang sudah di penuhi air mata.


Aku pun menyentak kedua tangannya merasa jijik ketika ia menyentuh ku.


"Jangan sentuh gue brengsek! gue jijik sama lo!" ujar ku membuatnya diam terpaku.


"Brengsek! Dasar cowok sialan, bajingan! gue benci sama lo!" ujar ku dengan banyak sumpah serapah yang ku lontarkan sambil memukuli tubuhnya dengan sisa tenaga yang ku punya.


Satria sempat terhenyak mendengar umpatan dan sumpah serapah yang keluar dari mulutku saat itu. Dia hanya diam menerima pukulan yang aku berikan dan mencoba memeluk tubuhku untuk menenangkan ku.


"Kamu boleh katakan apa saja sampai kamu merasa puas, tapi tolong jelaskan dulu dimana salah aku yang begitu fatal sampai kamu seperti ini?"


Aku semakin menangis sejadi-jadinya mendengar penuturannya. Pada akhirnya aku tetap menangis di pelukan laki-laki paling brengsek yang aku kenal itu.


**


Setelah aku lebih tenang, aku pun mulai mengatakan semua hal yang menjadi sumber dari kemarahan ku padanya.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu udah bisa jelasin ke aku? Kesalahan apa yang udah membuat kamu begitu marahnya sama aku?" tanyanya.


"Harusnya kamu sendiri udah tahu jawabannya! Dosa apa yang kamu lakuin yang bisa bikin aku benar-benar benci sama kamu!" ujar ku menatapnya dengan tajam sambil menahan kesal.


"Aku gak pernah sangka, kalau aku akan jatuh cinta sama laki-laki pengecut sebrengsek kamu!" sambung ku lagi.


"Tolong kamu jelasin dulu yang bener tentang kesalahan aku? Baru kamu bisa marah-marahin aku sepuas kamu." ujarnya dengan tak sabar.


"Kenapa sat? kenapa kamu tega banget sama aku? Kamu bikin aku jatuh cinta cuma untuk kamu buat patah hati kayak gini?"


"Sayang aku tuh beneran gak ngerti apa sebenarnya maksud kamu."


"Kamu udah khianati aku Satria!! Tega-teganya kamu selingkuhin aku setelah hampir 2 tahun kita sama-sama!!"


"Hey, hey, hey. Tunggu, tunggu stop dulu. Sayang kamu pasti cuma salah paham. Aku gak pernah selingkuh dari kamu aku gak pernah khianati kamu. Aku cuma sayang sama kamu." Jelas Satria membuatku tertawa meski penuh luka.


"Bulshit!! Semua kata-kata lo cuma Omong kosong!"


"Sayang please kamu harus percaya sama aku. Siapa yang bilang kalau aku selingkuh dari kamu? Mana orangnya? Apa buktinya?" tanya Satria masih mengelak.


"Kamu khianati aku Satria! Sampai bayi itu sekarang ada di rahimnya Fina!!


" F..fina??" ujarnya tampak terkejut.


"Aku cinta sama kamu Sat, aku benar-benar cinta dan aku sayang sama kamu tanpa alasan. Aku memberikan semua perasaan aku buat kamu sat. Dan ternyata itu gak cukup buat kamu!"


"Aku nyesel udah mencintai kamu dengan tulus dan penuh kepercayaan karena cuma itu yang aku punya. Tapi ternyata itu semua menjadi awal dari semua pengkhianatan kamu sat!"


"Mulai saat ini, kita gak ada urusan lagi. Dan aku harap aku gak akan pernah lihat wajah kamu lagi bahkan sampai aku mati!" ujar ku berlalu meninggalkan Satria yang masih dalam keterkejutan.


Aku benci Satria. Pengkhianatan Satria benar-benar membuatku terpukul saat itu. Cinta pertamaku, berakhir dengan sesuatu yang tak bisa aku maafkan. Hingga namanya saja tidak pernah ingin aku ingat.

__ADS_1


~


Hari dimana seluruh kehancuran duniaku, di mulai dari sana. Hari-hari indah yang kami lalui bersama sekejap hilang berganti dengan hari-hari penuh kekecewaan, kemarahan dan Rasa sakit yang tak tertahankan.


Hidup memang bisa jadi sekejam itu. Sesuatu yang berawal sangat manis bisa berakhir dengan pahit dan pedih.


Hatiku merasakan lebih dari sekedar patah hati saat itu. Yang paling membuatku sakit dan terluka adalah ketika dia hanya diam dan tidak menyangkal sedikit pun semua yang Fina sangkakan padanya.


Kenapa bisa seperti ini? Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa dia melakukan hal ini? Ribuan pertanyaan mendadak memenuhi kepalaku.


Sejak hari itu aku tidak mau mengetahui apapun yang terjadi. Aku hanya mengunci diriku sendiri dalam sunyi. Menghabiskan Ribuan hari dengan menangisi sesuatu yang bahkan tidak pantas aku tangisi.


Meskipun Satria terus datang ke rumahku, tapi aku meminta kedua orang tuaku untuk tidak mengizinkannya menemui ku sekalipun.


Aku tidak pernah lagi berhubungan dengannya. Puluhan kali ia meneleponku dalam 1 hari, Ratusan pesan singkat ia kirimkan tidak pernah aku baca. Aku memblokir nomor ponselnya bahkan semua akun sosial medianya.


Aku tidak memberikan celah sedikit pun untuk aku bisa bertemu dengannya. Sampai akhirnya aku memilih untuk kuliah dan tinggal di Jakarta.


Dan sampai saat ini, aku tidak pernah menceritakan semua hal ini kepada siapapun bahkan kepada ayah dan ibuku.


Aku hanya ingin segera melupakannya dan tidak mengingatnya lagi dalam hatiku. Dia adalah masa lalu yang tidak pernah ingin ku ingat lagi.


Luka yang telah Satria berikan di masa lalu begitu membekas di hatiku. Sehingga aku terus menutup diriku selama bertahun-tahun.


Dengan susah payah, aku mencoba membangun kembali sedikit demi sedikit kepercayaan diriku untuk seorang laki-laki.


Karenanya, telah berhasil membuat pandanganku tentang cinta menjadi sesuatu yang berbeda. Aku tidak pernah bisa memberikan ketulusanku untuk laki-laki lain.


...Kamu menjadi alasan terkuat untuk membuatku tidak lagi ingin merasakan apa itu jatuh cinta....


...Kamu adalah Luka yang tak pernah mengering di hatiku, yang tak pernah bisa sembuh walau oleh waktu....

__ADS_1


..."Aku mencintai kamu" Aku harap aku tidak pernah mengatakan kata-kata itu untuk kamu....


...Kamu adalah apa yang tidak pernah ingin aku ingat dan aku temui lagi seumur hidupku. Kamu adalah satu-satunya penyesalan terbesar dalam hidupku....


__ADS_2