Arinda, Cinta Pertama

Arinda, Cinta Pertama
Gadis cantik di pesta


__ADS_3

Setelah hari itu Arin bekerja di kantor seperti biasa. Ia belum mengatakan kepada siapapun tentang rencananya tersebut. Dan semenjak ia kembali ke kantor berdua dengan Bayu setelah jam makan siang tempo hari, Bayu menjadi kembali gencar mendekati Arin.


Walaupun tidak ada respon yang berarti dari Arin, tapi Bayu tidak kenal menyerah. Bahkan dengan sengaja ia menciptakan rumor di kantor jika Arin adalah kekasihnya dan mereka akan segera menikah.


Tapi Arin selalu mencoba untuk mengabaikan rumor tersebut karena toh ia pikir, ia akan segera meninggalkan kantor tersebut. Lain halnya dengan Satria yang harus selalu menahan perih di hatinya.


Karena kemanapun ia pergi selama berada di ruang lingkup perusahaan, pasti orang-orang akan selalu membicarakan rumor tersebut. Tapi Satria sadar jika ia tidak akan bisa melakukan apapun walau rumor itu menjadi sebuah kebenaran sekalipun.


~


Malam harinya semua orang tengah berkumpul di Ballroom sebuah hotel bintang lima yang telah di sulap menjadi sebuah tempat pesta dengan dekorasi yang mewah dan megah.


Hampir semua karyawan dan para petinggi kantor datang di acara perayaan ulang tahun perusahaan tersebut. Selain untuk merayakan ulang tahun perusahaan, di sana akan di umumkan secara resmi penunjukan Bayu sebagai direktur utama perusahaan tersebut menggantikan ayahnya yang memutuskan untuk pensiun.


Tidak hanya orang dalam perusahaan, beberapa klien penting dan pengusaha besar di Ibukota juga menjadi tamu undangan di acara tersebut.


Sebenarnya Arin sangat malas menghadiri acara tersebut, tapi semua karyawan di wajibkan untuk datang. Setelah pesta malam ini, perayaan akan di lanjutkan dengan acara gathering di luar kota selama 2 hari 1 malam.


Arin datang seorang diri menggunakan taksi online malam itu, ia mengenakan sebuah** dress payung selutut dengan lengan 3/4 berwarna hijau tua yang terlihat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.


Rambutnya ia biarkan tergerai dengan bagian tengah sampai bawah yang sedikit bergelombang. Penampilan nya begitu sederhana, dengan make up tipis namun malah membuat aura kecantikan nya semakin terpancar nyata.


Beberapa karyawan laki-laki di kantornya itu tampak berdecak kagum melihat penampilan Arin yang begitu menawan. Tidak terkecuali Bayu dan Satria yang sudah memandang penuh damba sejak kedatangan gadis tersebut.


"Wow, rin lu cantik banget sih malem ini." ujar Herti tiba-tiba yang entah ia datang dari mana.


"Iya nih, gue sampai terpesona deh liat lu malam ini." timpal Andi membuat Arin hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa kedua rekannya itu terlalu memujinya berlebihan.

__ADS_1


Mereka pun tampak melanjutkan perbincangan sembari menikmati makanan dan minuman yang sudah tersedia di pesta.


Arin sebenarnya merasa tidak nyaman di tatap secara berlebihan seperti itu oleh Bayu.


Walaupun ia terlihat berkeliling menyapa para tamu undangan, nyatanya matanya seolah tak lepas memandang ke arah Arin dengan tatapan sangat memuja. Tapi ia memilih untuk bersikap acuh dan pura-pura tak menyadarinya.


Satria yang sejak tadi menatap Arin dari kejauhan pun mencoba memberanikan dirinya untuk menghampiri Arin. Beberapa kali ia menghembuskan nafasnya dengan perlahan lalu berjalan dengan yakin.


"Malam, semua." sapa Satria yang membuat Arin langsung menoleh spontan.


"Malam Pak Satria." ujar Andi dan Herti serentak tapi tidak dengan Arin yang masih terpaku menatap Satria dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Boleh saya bergabung?" tanya Satria berbasa-basi sambil menunggu reaksi dari sang mantan.


"Ah, boleh pak boleh banget kok. Masa enggak ya? " jawab Herti di iringi kekehan sambil mengirimkan kode pada Andi.


"Sayangnya, saya selalu datang sendiri kemanapun saya pergi." jawab Satria mengulas senyum tanpa beralih menatap Arin.


"Ya di ajak dong pak pasangannya." timpal Herti sengaja memancing reaksi sepasang mantan kekasih.


"Sayangnya perempuan yang saya tunggu, belum siap untuk menjadi pasangan saya saat ini." ujar Satria berpura-pura sedih membuat Arin spontan mendelik tidak suka ke arahnya.


"Satria nih apa-apaan sih ngomong gak jelas kayak gitu ke mereka." Arin hanya bisa membatin sambil menatap nyalang Satria.


Sementara yang menjadi objek tatapan tajamnya itu seakan tidak peduli dan malah mengumbar senyum manis di hadapan mereka.


"Rin, kamu cantik sekali loh malam ini." puji Satria terang-terangan di hadapan bawahannya itu.

__ADS_1


Seketika Arin pun tersedak karena terkejut mendengar celotehan Satria yang semakin berani mendekati nya di depan umum. Orange juice di tangannya nyaris tumpah andai Satria tidak sigap menghampiri nya.


Bahkan tanpa canggung Satria memberikan sapu tangannya untuk Arin, sembari menepuk-nepuk pelan punggungnya. Sudah bisa di tebak bagaimana wajah keterkejutan Herti dan Andi melihat pemandangan tersebut.


"Kamu tuh kalau minum hati-hati dong rin, sampai minum orange juice aja bisa ke selek gitu. Gimana sekarang? Udah gak apa-apa?" tanya Satria dengan lembut.


Sementara Arin hanya bisa terdiam mematung sambil menggelengkan kepalanya perlahan tanpa berniat mengeluarkan suaranya sedikitpun.


Entah apa yang akan di pikirkan oleh rekan-rekan kerjanya mengingat kali ini mereka berdua tengah menjadi sorotan beberapa orang karyawan kantor yang mengenal mereka dan bekerja di lantai yang sama.


Tapi Satria seakan acuh dan tidak peduli dengan tatapan orang-orang. Ia malah dengan sengaja melakukan itu, agar banyak orang yang melihat kedekatan mereka yang tidak biasa.


"Maaf, pak saya permisi mau ke toilet." ujar Arin setelah menitipkan gelasnya di tangan Andi secara tiba-tiba tanpa kata.


"Eh saya juga deh, permisi pak. Rin, tungguin gue." teriak Herti segera menyusul langkah kaki Arin yang cukup tergesa-gesa.


"Lihat aja sat, kali ini lo boleh menikmati pesta ini sampai puas. Tapi setelah ini bersiaplah untuk kehancuran yang menanti lo sampai lo gak akan punya muka lagi di depan Arin dan karyawan lain." gumam Bayu dengan sorot mata taja menatap ke arah Satria dengan tangan yang menggenggam erat gelas berisi wine di tangannya.


Ingin rasanya dia segera menghampiri Satria dan menghajarnya sampai puas, tapi ia harus bisa menahan diri. Apalagi di depan Arin, ia tidak boleh sedikit pun terlihat tidak baik. Bayu sangat yakin bisa merebut hati Arinda ketika ia berhasil menyingkirkan Satria.


**


Di kantor, dua orang penyusup menggunakan sebuah hoodie hitam dan masker


terlihat menyelinap ke ruangan Satria. Dan tentunya mereka memulai aksi tersebut setelah berhasil mematikan CCTV yang terpasang di lantai gedung dimana Satria bekerja.


Mereka menyisipkan beberapa dokumen penting di salah satu laci yang ada di meja kerja Satria. Setelah itu, mereka juga mengambil sebuah berkas yang ada di sana. Entah apa yang telah Bayu rencanakan, untuk menghancurkan sahabat nya itu.

__ADS_1


__ADS_2