
ARINDA POV
Sudah hampir 2 minggu lamanya aku kembali menetap di Jakarta. Namun belum satu pekerjaan pun aku dapatkan, walaupun sudah ku sebar lamaran ku untuk setiap perusahaan yang sesuai dengan apa yang aku inginkan.
Hari-hari ku habis dengan hanya berdiam diri di dalam kamar kost berukuran 3x3 tersebut. Hanya sesekali aku keluar untuk melakukan interview ataupun berbelanja kebutuhan yang mendesak saja.
Berbanding terbalik dengan Sherina yang bahkan tidak betah barang sehari pun untuk tinggal. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkegiatan di luar, walaupun hanya untuk sekedar jalan-jalan.
Tidak jarang ia mengajak ku untuk ikut, tapi entah karena lelah atau bosan dengan penolakan ku akhirnya dia pun menyerah. Herti yang baru ia kenal saja sudah menemaninya beberapa kali, bahkan kini mereka terlihat sangat akrab.
Buaian ranjang bagiku lebih menarik daripada teriknya matahari di luar. Lagi pula aku sudah menyiapkan puluhan judul Drama Korea dalam laptopku untuk di tonton ketika aku bingung harus melakukan apa.
Hampir setiap hari Dean juga berkunjung kemari, dan tidak jarang ia juga membawakan ku makanan. Semenjak aku di Jakarta, Dean lebih terlihat seperti kakak bagiku. Tidak hanya cerewet, tapi dia juga sangat menyebalkan dalam segala hal.
Hari ini adalah hari Sabtu, suasana di rumah kost ini pun lebih ramai dari biasanya karena sebagian penghuni tengah libur. Ada yang bekerja sampai hari Jum'at saja, dan ada yang bekerja sampai hari Sabtu.
Meskipun begitu, kami cukup akrab satu sama lain sebagai penghuni rumah yang sama. Beruntungnya tidak ada orang yang menyebalkan di sini, semua baik dan ramah pada satu sama lain.
Entah kenapa aku sangat bosan hari ini, terlintas di dalam benak ku untuk pergi keluar. Namun begitu melihat teriknya matahari di luar, semangat ku pun mengkerut kembali. Sherina sudah pergi sejak jam 9 pagi tadi, hari ini ia pergi dengan Herti ke tempat Andi.
Setelah itu mereka berencana untuk pergi makan siang bersama lalu menonton ke bioskop. Mereka sudah mengajakku berkali-kali sejak pagi tapi aku menolak dengan keras ajakan mereka dan bersikukuh akan tinggal.
Tapi lihatlah, belum sampai jam 2 siang aku sudah merasa sangat bosan. Tiba-tiba saja terbersit keinginan untuk pergi ke sebuah kedai bakso favorit ku yang selalu aku datangi setiap minggu ketika aku masih bekerja dulu.
__ADS_1
Lokasinya berada di sebuah gang yang hanya muat untuk jalan 1 mobil saja, namun ramainya luar biasa. Orang-orang rela memarkirkan mobil mereka cukup jauh dan berjalan kaki untuk bisa ke sana.
Dan tidak jarang kami harus di buat antri sekali hanya untuk bisa menikmatinya. Aku pun bergegas untuk bersiap dan berganti pakaian. Dengan mengenakan kaos pendek berwarna putih dan celana kulot berwarna abu-abu serta sepatu kets berwarna putih aku berangkat.
Aku hanya mengenakan tas selempang berukuran kecil yang cukup untuk memasukkan dompet serta handphone di sana. Belum sampai 5 menit ojek online pesanan ku pun tiba dan kami segera berangkat ke tempat tujuan.
Dari tempat kost ku yang baru , aku harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit untuk sampai di sana. Sedikit berpanas-panasan di jalan tidak menyurutkan keinginan ku untuk makan siang di sana.
Dan tepat seperti dugaan ku, begitu sampai suasana di sana sudah tampak lengang. beberapa orang tampak berjalan keluar dari dalam kedai karena telah menyelesaikan makan siangnya.
"Mas bakso beranak 1 pake toping full tetelan sama tulang rangu ya, minumnya jus jeruk aja." ucapku begitu duduk di salah satu bangku yang masih kosong.
Di sini terdapat meja set bangku, dan ada juga yang lesehan. Biasanya, jika aku datang dengan Herti dan Andi kami akan memilih untuk di area lesehan. Tapi karena kali ini aku hanya datang sendiri maka aku memilih untuk di meja set bangku.
Suasana kedai kembali ramai dengan datangnya beberapa rombongan ibu-ibu arisan yang terlihat memenuhi setiap meja kosong di kiri kanan ku. Aku pun memilih mengacuhkan kondisi sekitar dan fokus pada semangkuk bakso yang sudah tersaji di atas meja.
Seperti biasa, Aku akan menambahkan 3 sendok sambal, cuka dan juga kecap sebagai pelengkap. Sudah lama sekali akhirnya aku bisa menikmati salah satu makanan favorit ku. Namun ketika aku sedang asyik makan, seorang gadis datang dan meminta ijin untuk bergabung.
Aku pun tak bisa menolak, karena memang semua meja telah penuh, dan hanya aku yang duduk seorang diri di sana. Usianya mungkin hampir sama dengan Dean atau selisih sedikit. Ia tampak gadis yang ramah dengan senyum yang manis.
"Mbak, maaf boleh duduk di sini gak?" tanyanya.
"Boleh, silahkan." jawabku mempersilahkan.
__ADS_1
"Wah, lihat mbaknya udah makan bikin aku jadi makin ngiler." ujarnya sambil memanggil seorang laki-laki yang bertugas mencatat pesanan para pelanggan di sana.
Aku pun hanya tersenyum seadanya tak begitu menanggapi karena sedikit merasa canggung. Karena aku tidak biasa berbicara dengan orang asing, meski begitu aku mencoba tetap bersikap sopan.
"Mas pesen bakso supernya 2 porsi ya, sama es teh manisnya 1 jus jeruknya 1." ujar gadis tersebut membuat ku sedikit terheran karena ia hanya datang sendiri.
"Oh baik mbak, sebentar ya di tunggu." jawab laki-laki tersebut sambil mencatat pesanannya.
"Oh iya minta full toping kayak mbak nya yang kayak gini ya."ujarnya lagi sambil menunjuk ke arah mangkuk di depanku.
"Mbak, saya datang nya berdua kesini gak apa-apa ya. Orangnya lagi parkir mobil dulu di depan soalnya gak muat parkir di sini." ujar nya menjawab rasa penasaran ku tanpa perlu aku bertanya.
"Oh iya gak apa-apa, saya juga selesai sebentar lagi." jawabku.
Tidak lama setelah itu terdengar suara laki-laki yang sangat begitu aku kenal mengambil posisi duduk di sebelah gadis itu dan tepat berhadapan denganku.
"Punya mas udah kamu pesenin?" ujarnya terdengar begitu familiar di telinga ku.
Karena sudah terlanjur penasaran aku pun memberanikan diri mengangkat wajahku untuk melihat laki-laki yang duduk tepat berhadapan dengan ku itu.
Deg,
Akhirnya inilah yang terjadi lagi, jantung ku berdetak lebih kencang dari pada biasannya. Tatapan kami saling terkunci, entah kebetulan atau takdir akhirnya dengan cara seperti inilah kami bertemu lagi.
__ADS_1
Samar terdengar suara gadis di sebelahnya memanggil-manggil Satria yang terlihat sangat terkejut sama seperti ku. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya kami di pertemukan lagi seperti ini.