Arinda, Cinta Pertama

Arinda, Cinta Pertama
Kekecewaan Bayu


__ADS_3

Satria baru saja sampai di apartemennya, ia pun tersenyum melihat Bayu tengah menyenderkan tubuhnya di pintu dengan mata terpejam. Wajahnya terlihat benar-benar lesu, mungkin ia begitu kelelahan pikir Satria.


Belum sempat Satria menepuk bahunya, Bayu mengatakan untuk segera membuka pintu.


"Cepat bukalah." ujar Bayu masih dengan mata terpejam.


"Wih, lu balik berguru dimana? Mata merem aja bisa tahu gue yang datang?" tanya Satria sembari memasukkan kode pass unit apartemennya.


Bayu langsung masuk begitu saja tanpa berniat menjawab pertanyaan Satria sedikit pun, membuat Satria keheranan.


"Lu kenapa Bay, suntuk amat gue lihat? " tanya Satria.


"Gak apa-apa gue cuma capek aja." ujar Bayu sembari duduk di sofa.


"Itu muka lu kenapa? " tanya Bayu kembali berbasa-basi.


"Ah, itu tadi jatuh di parkiran. Kurang hati-hati gue. "


"Bohong." batinnya.


"Udah macem anak TK aja lu jatuh segala." ujar Bayu sembari kembali memejamkan matanya merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Sementara Satria hanya tertawa menanggapinya.


"Gue tinggal mandi dulu ya, gue udah pesan makanan bentar lagi juga sampai. Ntar lu makan duluan aja kalau lapar." ujar Satria sembari masuk ke kamarnya.


"Iye." jawab Bayu singkat.


Begitu Satria masuk ke kamarnya, Bayu langsung membuka matanya lebar-lebar. Ia menunggu di depan pintu kamar Satria sampai terdengar bunyi gemericik air, barulah ia masuk.


Dengan langkah yang begitu pelan, Bayu memasuki kamar Satria. Ia mulai mencari ke semua sudut dimana ia bisa menemukan foto mantan pacar Satria.


Bayu harus memastikannya sendiri jika Satria memang masih mencintai mantan kekasihnya dan bukan Arinda. Ia mulai mencari di beberapa laci dan lemari tapi nihil ia tidak menemukan satu pun foto perempuan di sana.

__ADS_1


Dan ketika sedang asik mencari sebuah kartu terjatuh di saku kemejanya. Ia pun berjongkok untuk mengambilnya, tetapi begitu ia hendak berdiri kembali ia tanpa sengaja melihat sebuah kotak berukuran kecil di bawah ranjang.


Dengan rasa penasaran yang begitu memuncak Bayu pun mengambil dan membuka kotak tersebut. Terdapat beberapa surat, Kartu ucapan, dan beberapa lembar foto.


Duaaarrr


Bagaikan petir menyambar, Bayu terkejut mendapati beberapa foto Satria remaja dengan seorang gadis yang ketika ia perhatikan adalah gadis yang sekarang sudah mengisi hatinya.


Gadis itu benar-benar Arinda. Dan tiba-tiba Bayu teringat dengan ucapan Satria ketika di hari pertama bekerja di perusahaannya.


"gue ketemu mantan gue di depan lift tadi." ucap Satria terngiang-ngiang di telinganya kembali.


Degg,


Akhirnya kini ia mengerti jika gadis yang ia cintai selama beberapa waktu ini adalah mantan kekasih dari sahabatnya sendiri.


Satria sangat terkejut melihat Bayu yang tengah duduk di atas ranjang dengan wajah terkejutnya sambil menggenggam sebuah foto yang ia tahu adalah fotonya bersama Arin dulu.


"Gue pikir kita sahabat? Haha ternyata gue terlalu naif! Bangsat emang lu taek!" ujar Bayu sarkas sembari melempar foto tersebut ke wajah Satria.


"Bay, gue bisa jelasin."


"Stop!! Jangan ada 1 patah kata pun lagi yang lu ucapin. Gue udah muak buat dengernya! gue kecewa sama lu sat.“ ujar Bayu bergegas pergi tanpa menghiraukan Satria.


" Tunggu, Bay. Lu harus denger penjelasan gue dulu. " ujar Satria mencoba menahan tangan Bayu.


"Aaargh!! Shitt!! " pekik Satria ketika melihat Bayu pergi begitu saja.


Tapi Bayu yang sudah di penuhi kekecewaan sudah tidak lagi peduli. Hatinya telah benar-benar di patahkan oleh sahabatnya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa mencintai gadis yang sama dengan sahabatnya.


Ia tidak pernah menganggap Satria sebagai orang asing, mereka sudah seperti keluarga sejak dulu. Tapi ia tidak pernah membayangkan akan datangnya hari ini yang akan menghancurkan seluruh persahabatan mereka.


Bayu mengemudikan mobilnya dengan penuh kekecewaan. Bagaimana tidak, lagi dan lagi untuk kedua kalinya ia harus jatuh cinta pada orang yang salah.

__ADS_1


Ia tidak membenci Satria karena Arinda, tapi ia hanya kecewa pada Satria karena tidak pernah jujur dan menceritakan tentang mantan kekasihnya itu.


Bayu sangat tahu seberapa besar Satria mencintai dan menginginkan Arin selama 8 tahun terakhir, jadi ia sangat merasa bersalah tentang itu.


Andai saja ia tahu semuanya lebih awal, ia tidak membiarkan hatinya terlalu jauh untuk jatuh. Akhirnya ia paham kenapa selama ini Arin begitu keras menolak dan menjauhinya.


Bayu pun memilih untuk menumpahkan semua rasa frustasinya dengan pergi ke Club. Sudah lama sekali sejak ia menginjakkan kakinya di sana untuk dirinya sendiri.


Dalam gaduh dentuman musik yang begitu memekakkan telinga, Bayu tidak merasa terganggu sama sekali tentang itu. Sebaliknya, yang ia rasakan hanya hening di kedua telinganya.


Gelas demi gelas ia teguk dengan berani untuk menghilangkan sekedar rasa tidak nyaman di hatinya. Tapi rasanya hatinya telah begitu terbakar hingga membuatnya semakin merasa panas.


Dulu ketika mereka sama-sama kuliah, Ia pernah mencintai seorang gadis. Tapi gadis itu selalu menolaknya mentah-mentah. Bayu sangat kecewa dan patah hati dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Hingga akhirnya ia pun menyadari jika gadis yang ia kejar begitu gigih itu mencintai sahabatnya sendiri, yang tak lain adalah Satria. Bayu berusaha membantu gadis tersebut untuk mendapatkan sahabatnya itu, tapi Satria tidak pernah bergeming.


Dan akhirnya Satria pun menceritakan seluruh kisah hidupnya terhadap Bayu. Sejak saat itu, Bayu berhenti untuk memaksa Satria menerima gadis tersebut dan hanya membiarkannya berlalu.


Satria sangat mencintai Arinda sejak dulu, bagaimana mungkin ia berangan untuk mencintai gadis yang sama dengan sahabatnya itu. Bayu merasa sangat bersalah pada Satria dan kecewa terhadap dirinya.


Tapi ia juga merasa tidak bisa mundur karena perasaannya sudah terlanjur dalam. Bayu tidak tahu harus berbuat apa setelah mengetahui semua ini. Haruskah ia mundur dan mencoba melupakan Arin atau tetap berusaha melanjutkan perjuangannya untuk mendapatkan Arin.


Waktu sudah hampir menunjukan hampir tengah malam, tapi Satria masih belum bisa memejamkan matanya. Ia masih memikirkan tentang Bayu yang akhirnya mengetahui rahasianya.


Satria tidak tahu harus bagaimana memberikan penjelasan nantinya untuk sahabatnya itu. Untuk kedua kalinya ia membuat Bayu kecewa karena hal yang sama.


Dulu Bayu telah mengalah banyak tentang gadis yang ia sukai, lalu bagaimana mungkin ia akan membiarkan sahabatnya itu patah hati untuk yang kedua kalinya.


Haruskah ia benar-benar merelakan Arin untuk bisa bersama sahabatnya? Tapi di satu sisi, ia sendiri tidak mengetahui bagaimana perasaan Arin terhadap Bayu.


Karena selama ini Arin terus mengatakan jika ia sedang menjalin hubungan dengan Raka. Bahkan Satria pun tidak mengetahuinya jika itu benar atau tidak.


Satria hanya bisa membolak-balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi terbaik untuk tidur. Biarlah ia menghadapi kenyataan kembali di esok hari. Tapi saat ini ia harus bisa beristirahat agar otaknya bisa berpikir dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2