Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 101


__ADS_3

"Kamu kok ada disini?"tanya Widya setelah melepas pelukannya dengan Lydia.


"Iya aku memang sengaja mau kesini ada yang mau aku bicarakan dengan kak Hendru. Sekarang dia ada dimana?"kata Lydia.


"Dia sedang meeting paling sebentar lagi selesai meetingnya."kata Widya.


"Kamu gak nyuruh aku duduk capek tau berdiri terus."kata Lydia membuat Widya meringis saking senangnya dia lupa menyuruh Lydia untuk duduk.


Saat dia sedang berbincang-bincang sambil ketawa-ketiwi tiba-tiba ada yang membuka pintu. Ternyata Hendru sudah selesai meetingnya. Bukannya menghampiri istrinya Hendru malah langsung masuk ke dalam toilet diikuti oleh Ryan dibelakangnya.


Widya yang melihat langsung panik menghampiri suaminya takut terjadi sesuatu dengan suaminya karena dari pagi tadi Hendru muntah-muntah terus. Ryan langsung memapah Hendru untuk duduk disofa.


"Kamu kenapa kak?"tanya Lydia yang ikut khawatir melihat Hendru pucat dan lemas.


"Masuk angin kayaknya daritadi pagi muntah-muntah terus."kata Hendru.


"Yakin hanya masuk angin, gimana kalau kita periksa kedokter aja. Mas pucet banget lo."kata Lydia.


"Gak usah istirahat sebentar nanti juga sembuh, kamu ngapain kesini?"tanya Hendru.


"Gak jadi deh nanti aja kalau kamu gak sakit aku mau minta pendapat."kata Lydia.


"Soal apa memangnya percintaan?"kata Hendru.


"Ngapain percintaan aku tanya ke kamu."kata Lydia.


"Iya siapa tau aja."kata Hendru.


"Aku mau tanya tentang perusahaan Karyagrub."kata Lydia membuat Hendru langsung melihat kearah Ryan.


"Ada apa dengan perusahaan itu?"tanya Hendru.


"Mereka mau kerjasama dengan perusahaanku."kata Lydia.


"Kalau soal itu kamu lebih baik minta pendapat dengan Ryan saja karena dia lebih tau tentang perusahaan ini."kata Hendru.


"Ryan siapa kak?"kata Lydia membuat Hendru tepuk jidat karena Hendru lupa mengenalkan Ryan ke Lydia.


"Kenalin ini Ryan asisten aku sekaligus anak pemilik perusahaan Karyagrup."kata Hendru.


"Kamu apaan sih Ndru gak usah bawa-bawa perusahaan itu kalau mau memperkenalkan aku keseseorang."kata Ryan yang gak suka jika namanya dikaitakan dengan perusahaan itu.

__ADS_1


"Memang kenapa gak mau dikaitakan, tapi seingatku dia bilang jika hanya mempunyai satu saudara perempuuan."kata Lydia yang ingat jika bos perusahaan itu bilang jika hanya memiliki satu saudara.


"Kamu tau dia anak terbuang dikeluraga itu makanya dia memilih kerja denganku disini."kata Hendru.


"Sudahlah gak usah bahas soal itu kamu mau tau soal apa tentang Karya grub?"kata Ryan.


"Tentang semuanya."kata Lydia.


"Ya sudah nanti aku kasih datanya ke kamu, aku boleh minta kontak kamu?"kata Ryan.


Lydia langsung memberikan kartu namanya ke Ryan. Lydia berharap apa yang dia pikirkan tentang perusahaan Karya grup salah. Dia gak mau terjebak dengan perusahaan yang tidak kopeten.


"Kamu tumben mau cari tau sendiri tentang perusahaan yang mau kerjasama denganmu. Biasanya kamu gak perduli?"kata Hendru.


"Aku merasa perusahaan ini bukan perusahaan yang jujur. Maaf kalau aku buat kamu tersinggung Yan. Liat saja mereka hanya mengatakan jika hanya 2 bersaudara. Dari situ saja aku bisa melihat jika mereka tak bisa menjalin hubungan baik dengan saudara mana mungkin bisa dipercaya."kata Lydia.


"Memang mereka gak akur dengan Ryan lebih baik kamu kerja sama perusahaan Ryan saja."kata Hendru.


"Memang dia memiliki perusahaan sendiri?"tanya Lydia.


"Kamu jangan remehin dia Ly."kata Hendru.


"Gak papa kok, sudah biasa aku diremekan."kata Ryan membuat Lydia semakin merasa bersalah.


Widya yang tau jika Lydia sedih langsung saja menyikut lengan suaminya. Hendru yang mendapat sikutan dari istrinya langsung paham. Dia teringat jika harus ke kampus hari ini ada kelas yang harus dia ajar


"Kalian masih mau lanjut bicara apa gimana ini?"kata Hendru.


"Emang kalian mau kemana?"tanya Lydia.


"Aku mau ke kampus ada kelas yang harus aku ajar hari ini setelah itu Jefri mau ketemu."kata Hendru.


"Kapan Jefri pulang?"tanya Ryan dan Lydia bersamaan.


"Widih kok kalian kompak banget jangan-jangan jodoh lagi."kata Widya.


"Apaan sih kamu tu wid gak usah aneh-aneh deh."kata Lydia.


"Kalau kalian berdua berjodoh aku malah senang aku yakin om Irwan juga setuju dengan yang ini."kata Hendru.


"Aku gak mau mikirin soal percintaan bikin pusing."kata Lydia.

__ADS_1


"Siapa suruh gak bisa move on dari pria itu."kata Hendru.


"Siapa yang gak bisa move on aku sudah move on ya dari dia."kata Lydia tak mau kalah.


"Kalau kamu sudah move on pasti sekarang sudah ada pengantinya."kata Hendru.


"Dah deh Wid, ajak suami kamu segera pergi."kata Lydia sudah mulai sebal dengan Hendru.


"Kamu itu gimana sih, ini kantor aku loh kok malah aku diusir sih."kata Hendru.


"Ya sudah kalau kayak gitu biar aku saja yang pergi dari sini. Yan jangan lupa kirim info tentang perusahaan kamu segera."kata Lydia yang beranjak dari duduknya.


"Perusahaan yang mana ya Ly? Perusahaanku atau milik keluargaku?"tanya Ryan mencoba bercanda dengan Lydia entah mengapa melihat dia kesal membuat Ryan terhibur.


"Kamu tu, emang yang mau kerjasama dengan perusahaanku siapa?"kata Lydia kesal dia tak menyangka jika anak buah dan bos sama aja jahil.


"Oh oke siapa tau kamu juga mau kerjasama dengan perusahaan yang baru saja aku buka sendiri."kata Ryan.


"Kalau gitu kamu kirim juga propsal kerjasamanya biar nanti aku liat siapa tau cocok."kata Lydia.


"Siap bu bos kalau gitu saya permisi dulu."kata Ryan.


"Aku juga mau pergi dari sini sekalian aja."kata Lydia.


Sepeninggalan mereka berdua Hendru memeluk Widya manja. Entah mengapa berada didekat Widya seperti ini membuat Hendru merasa nyaman.Dia ingin selalu berada didekat Widya tapi dia sadar jika mereka berdua memiliki kesibukan masing-masing gak mungkin Hendru selalu mengikuti Widya terus dan begitupun sebaliknya.


"Kita jadi berangkat ke kampus sekarang?"tanya Widya.


"Jadi dong sayang, habis dari kampus kita langsung bertemu dengan Jefri dicafe milik Dion."kata Hendru.


"Oke deh ayo berangkat sekarang daripada telat pasti jalanan sudah macet sekarang."kata Widya.


Suami istri itu langsung keluar dari ruang kerja Hendru dan langsung saja menuju kampus. Benar saja ditengah perjalanan jalanan macet untung saja sampai kampus mereka tak telat. Hendru langsung masuk ke kelas yang akan diajarnnya sedangkan Widya dia suruh untuk menunggu diruangannya.


Saat dia sedang berada diruangan Hendru tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ternyata itu adalah pak Budi yang mencari Hendru karena dia tau jika Hendru datang ke kampus. Tapi saat dia masuk dalam ternyata itu bukan Hendru yang ada didalam tapi Widya yang berada didalam.


"Eh selamat siang bu maaf kalau saya menganggu saya pikir pak Hendru yang ada didalam."kata pak Budi yang gak enak.


"Siang pak, gak papa pak silahkan duduk saya juga nungguin mas Hendru. Mungkin sebentar lagi dia sudah selesai mengajar."kata Widya sopan.


Pak Budi kagum dengan sopan santun Widya yang memperlakukan dirinya sopan seperti orangtuanya. Dia gak nyangka jika Hendru bisa memiliki istri yang baik. Jaman sekarang susah mendapatkan perempuan yang masih memegang teguh kesopanan. Menantunya sendiri saja tak bisa menghormatinya seperti Widya menghormati dirinya padahal mereka baru saja bertemu.

__ADS_1


__ADS_2