Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 84


__ADS_3

Widya dan juga Lydia sampai diapartmen Hendru langsung naik keatas. Saat mereka baru keluar dari dalam lift untung saja mereka melihat Hendru dan juga mama Naya berjalan menuju ke dalam Lift.


Mereka berdua langsung saja berbelok untung saja mereka berempat tak melihat kearah samping. Saat mereka sudah masuk ke dalam lift barulah Widya dan Lydia berjalan menuju apartemen milik Hendru.


"Ly kamu yakin?"kata Widya.


"Iya aku yakin kamu pasti bisa, aku harus segera pulang karena Dara pasti mencari kita."kata Lydia.


"Kamuu gak mau tungguinn aku sampai mas Hendru pulang?"kata Widya yang gak mau ditinggal oleh Lydia.


"Aku gak bisa, kasian sama Dara."kata Lydia.


"Kenapa gak ajak dia saja sih tadi?"kata Widya dengan muka masam.


"Kalau kita ajak Dara pasti tadi kita sudah ketahuan, kamukan tauh sendiri kalau Dara gak bisa kalau gak ketemu Hendruu. Lagian nanti malam kalau Dara ikut kalian gak bisa kangen-kangenan."kata Lydia.


"Kangen-kangenan apasih?"kata wIdya sambil mukanya merah seperti tomat.


Saat mereka sedang asik mengatur ruangan Hendru untuk bikin kejutan ponsel Widya berbunyi. Ternyata Hendru yang menelpon mereka. Lydia langsung mematikan lampu agar tidak diketahui jika mereka sekarang berada dirumah Hendru.


[Hallo Asalamualikum mas...]


[Walaikumsalam Wid, kamu ada dimana sekarang kok gelap?]


[Aku lagi mau pulang mas, ini lagi jalan kaki.]


[Kenapa gak naik taksi online aja?]


[Tadi bareng teman, tapi dia gak bisa nganter kerumah karena ada kerjaan mendadak.]


[Siapa perempuan apa laki-laki yang nganter?]


[Perempua mas, kenapa emang?]


[Kalau pria aku akan cari dia enak aja dia gak mau tanggungjawab.]


[Masak orang mas jauh kayak gitu, mas lagi dimana?]


[Aku ada dihotel sedang ngerayain ulang tahunku tapi ada yang kurang malam ini.]


[Apa yang kurang mas?]


[Kamu dan Dara tak ada disini.]


"Ndru kamu bicara sama siapa sih kok kayaknya serius banget?"tanya Aziz yang diiukti Ryan dibelakangnya.


"Eh ngapain kalian ada disini?"tanya Rio.


"Gak liat kalau kita lagi duduk?"kata Aziz.


"Aku tau tapi serius banget?"kata Rio.


Hendru daritadi hanya diam, Dia malah tersenyum saat melihat teman-temannya berantem. Hendru khawatir kalau Widya sudah enutup teleeponnya.


[Dek, kamu masih disana?]


[Masih mas, mas nanti aja telepon lagi mas pasti sibuk sekarang.]


[Kam udah sampai rumah belum? Kalau belum aku temani sampai kamu sampai rumah baru aku tutup teleponnya.]

__ADS_1


[Aku udh sampai, aku mau telepon Lydia aku tadi lupa gak bawa kunci rumah.]


[Ya sudah aku tutup dulu, nanti kalau sudah sampai rumah aku telepon lagi.]


Teman-teman Hendru yang ada disana penasaran siapa sebenarnya yang ditelepon oleh Hendru. Saat Hendru meengakhiri panggilannya mereka langsung saja bertanya dengan siapa Hendru telepon kok kelihatannya senang banget.


"Ndru siapa yang kamu telepon?"kata Aziz.


"Iya kamu kelihatan senang banget."kata Rio.


"Kepo aja kamu."kata Hendru.


"Kak Hendru kok ada disini sih?"kata Rheka.


"Kenapa memang?"tanya Hendru.


"Tante Naya nyariin daritadi?"kata Rheka.


"Mau apa mama nyariin aku?"kata Hendru.


"Acaranya kan mau dimulai mas."kata rheka.


"Bilang aja mulai aja, aku nanti kalau dipanggil baru kesana."kata Hendru.


Hendru hanya menghera nafasnya, dia gak tauu lagi harus ngomong apa sama mamanya. Dia paling tak suka kalau dijodoh-jodohkan oleh mama Naya.


"Siapa dia Ndru?"kata AZiz.


"Anak teman mama."kata Hendru.


"Kamu mau dijodohin sama dia?"tanya Rio.


Acara sudah dimulai mereka fokus dengan acara ulang tahun Hendru. Saat berada diatas panggung Hendru dikejutkan dengan perkataan mama Naya yang mengumumkan perunangan Hendru dengan Rheka.


Hendru langsung pergi darisana dan tak lupa dia menjatuhkan kue yang ada didepannya. Dia tak memperdulikan panggilan dari mamanya. Tapi sebelum benar-benar pergi Hendru berbalik badan.


"Pa Hendru keluar dari perusahaan mama, suruh orang lain memimpin aku mau fokus dengan usahaku sendiri dan kampus."kata Hendru.


Papa Ikhsan hanya menghera nafas, dia juga langsung ikut pergi dari ruangan itu. Mama Naya yang tau kalau suami dan anaknya marah langsung terdiam.


Hendru pulang keapartemen dengan keadaan marah. Dia membanting pintu saat dia masuk membuat widya terkejut dan berteriak. Hendru mendengar teriakan langsung menyalakan lampu. Dia terkejut ternyata druang tamu ada istrinya. Hendru langsung berjalan cepat untuk memeluk istrinya.


"Maaf kalau aku ngagetin kamu."kata Hendru yang menyesal karena buat Widya terkejut.


"Mas lepasin aku gak bisa nafas."kata Widya karena Hendru memeluknya erat.


"Maaf, maaf..kok kamu ada disini? Kenapa gak bilang kalau mau kesini aku kan bisa ajak kamu tadi pagi?"kataHendru yang baru sadar.


"kalau aku bilang berarti bukan kejutan dong."kata widya.


"Kamu sma siapa kemari? Dara dimana?"tanya Hendru.


"Aku kesini sama Lydia, Dara ada dirumah om Irwan."kata Widya.


"Kenapa ga diajak kesini?"tanya Hendru yang sudah kangen dengan putrinya.


"Jadi gak suka kalau aku kesini sendirian?"kata Widya sedih.


"Bukan itu sayang, aku takut ngerepotin mereka."kata Hendru yang merasa bersalah.

__ADS_1


"Kenapa pulang cepat emang acaranya udah selesai?"kata Widya.


"Belum, tapi aku malas berada disana."kata Hendru sambil menghera nafas.


"Apa ada yang terjadi disana?"kata Widya.


"Mama jodohin aku dengan seorang perempuan."kata Hendru.


"Apa perempuan yang berjalan disamping kamu tadi mas?"tanya Widya.


"Kamu kok tau?"kata Hendru terkejut.


"Tadi aku gak sengaja bertemu saat aku keluar dari lift tapi untung saja mas sibuk dengan ponsel jadi tidak melihatku."kata Widya.


"Jadi kalian sudah merencanakan ini semua?"kata Hendru.


"Iya selamat ulang tahun mas hendru, maaf kalau aku jadi yang terakhir mengucapkannya."kata Widya.


"Kamu udah datang udah cukup buatku."kata Hendru.


"Aku gak ngasih apa-apa cuma beli kue ini aja, mas sekarang tiup lilin dulu ya."kata Widya.


Hendru menuruti kata-kata Istrinya, dia sangat bahagia hari ini karena diulang tahunnya kali ini istrinya berada disampingnya.


"Makasih sayang ulang tahunku kali ini sangat bahagia."kata Hendru.


"Aku mau minta bantuan sam kamu mas."kata Widya.


"Mau minta bantuan apa?"kata Hendru sambil menarik Widya agar dia duduk dipangkuannya.


"Mas, apaan sih."kata Widya yang terkejut.


"Bicara kayak gini enak banget sayang."kata Hendru.


"Itu mah mau kamu mas."kata Widya sambil mencubit perut Hendru.


"Aduh sakit sayang... Kamu mau minta tolong apa?"kata Hendru.


"Bantuin aku buat cari ruko disini aku mau buka butik dijakarta."kata Widya.


"Kamu yakin mau tinggal disini? Lalu butik kamu gimana?"kata Hendru.


"Aku udah suruh Santi buat ngelola butik aku disana."kata Widya.


"Nanti aku bantu cari."kata Hendru.


"Kok kayaknya mas gak senang gitu sih?"kata Widya.


"Aku bahagia kamu tinggal disini tapi aku gak seperti dulu lagi."kata Hendru.


"Gak seperti dulu gimana maksutnya?"kata Widya.


"Aku udah keluar dari perusahaan, ku hanya seorang dosen saja sekarang."kata Hendru.


"Aku malah senang karena mas punya banyak waktu buat kami. Kalau soal uang kita bisa cari sama-sama."kata Widya.


"Makasih sayang, kapan kamu akan benar-benar pindah kesini?"tanya Hend.


"Mulai sekarang."kata Widya membuat Hendru langsung mencium bibir Widya.

__ADS_1


__ADS_2