Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 104


__ADS_3

Hendru yang tau jika istrinya sangat menyayngi Ricky langsung saja menelepon kakaknya untuk mengatakan jika dia ingin merawat Ricky. Tanpa menunggu lama Doni sudah mengangkat telepon dari Hendru dia pikir jika ada sesuatu yang terjadi dengan Ricky.


[Hallo ada apa tumben malam-malam meneleponku?]


[Kamu lagi dimana kak?]


[Aku ada dkantor ada apa?]


[Bukannya Riska sakit kak?]


[Siapa bilang ndru?]


[Lah ini sekarang Ricky sama aku, dia dititipkan dirumah mama.]


[Keterlaluan kak kamu tu Ndru.]


[Kak aku minta izin biar Ricky tinggal sama aku aja boleh?]


[Kamu yakin kamu bisa adil sama putraku aku gak mau dia terus disalahkan padahal bukan dia yang salah. Aku yang salah karena gak bisa mengurus perusahaan.]


[Widya yang minta Don, makanya aku berani bilang.]


[Apa Ricky mau jika dia mau aku akan izinkan tapi dengan satu syarat aku kapan saja bisa bertemu dengannya.]


[Iya kapan saja kamu boleh menemuinya karena dia adalah putramu. Sekali lagi makasih karen sudah mengizinkan Ricky tinggal denganku.]


[Aku akan mengantar dia lusa biar besok aku menghabiskan waktuku dengan putraku boleh?]


[Boleh kak.]


[Makasih Ndru aku berharap dia bisa mendapatkan kasih sayang dari kalian berdua.]


Setelah mematikan telepon dari Hendru, Doni hanya menghera nafas. Dia tak tau mau sampai kapan istrinya itu bisa sayang lagi dengan Ricky padahal semua ini bukan salah anak itu. Siapa yang mau sakit gak ada anak yang mau sakit. Doni langsung membereskan pekerjaannya yang belum sempat dia kerjakan dia ingin segera pulang untuk menemui istrinya.


Sampai dirumah Doni langsung mencari istrinya untuk menanyakan kenapa dia bisa menitipkan Ricky ke mama mertuanya.


"Ris...Risa kamu dimana?"tanya Doni yang baru masuk kamar.

__ADS_1


"Aku baru saja mandi mas, ada apa?"kata Risa yang baru keluar dari kamar mandi.


"Kamu tadi darimana kenapa kamu titipkan Ricky ke mama?"kata Doni.


"Dia ngadu sama kamu kalau aku titipkan sama kamu?"kata Risa.


"Mana bisa anak sekecil itu bisa ngadu sama aku, tadi Hendru datang kerumah mama dan melihat Ricky ada disana dia mau mengajak Ricky tinggal dirumahnya."kata Doni.


"Baguslah, anak pembawa sial itu tak tinggal disini lagi."kata Risa.


"Jaga ucapan kamu, Ricky itu anak kita bukan anak pembawa sial."kata Doni yang gak suka jika istrinya bilang jika Ricky itu anak pembawa sial.


"Kamu emang gak ingat jika bukan karena dia kita gak akan kehilangan anak kita satu lagi dan perusahaan kamu tak akan hampir bangkrut."kata Risa.


"Ris kamu harus ingat ini, Ricky juga tak ingin sakit. Aku cuma gak mau kamu menyesal dikemudian hari."kata Doni.


"Aku gak akan menyesal."kata Risa.


Doni langsung pergi dari sana saat sudah lelah menasihati istrinya tapi tak pernah dihiraukan oleh istrinya itu. Setelah mandi Doni langsung saja keluar kamar untuk mencari bibi agar menyiapkan semua pakaian yang akan dibawa oleh Ricky ke rumah Hendru.


"Mbok aku bisa minta tolong sama si mbok gak?"kata Doni saat menemui si mbok yang berada didapur.


"Tolong besok kamu beresin pakaian Ricky setengah masukkan ke dlam koper serta barang-barang sekolah dia."kata Doni.


"Memang den Ricky mau tinggal dimana tuan?"kata mbok yang kasian dengan tuan mudanya itu.


"Dia akan tinggal dirumah Hendru, moga saja dia bisa mndapatkan kasih sayang yang tak bisa diberikan oleh mamanya."kata Doni dengan pandangan sedihnya.


"Iya tuan, tapi besok den Ricky masih tinggal disinikan?"tanya si mbok.


"Masih mbok. Ya sudah aku mau bilang itu saja."kata Doni sambil pergi dari dapur menuju kamarnya untuk istrirahat.


Keesokan paginya Doni sudah siap untuk menjemput putranya itu. Ricky yang tau jika dijemput oleh papanya langsng berlari menemui papanya itu.


"Ricky sudah mandi belm?"tanya Doni.


"Sudah pa, mama mana pa ap dia tak mau ikut jalan-jalan sama kita?"tanya Ricky yang mencari mamanya.

__ADS_1


"Mama gak bisa ikut sayang, gak papakan kalau hanya kita berdua saja jalan-jalannya?"kata Doni.


"Iya pa, gak papa, ayo kita berangkat sekarang tapi aku mau pamit sama opa oma dulu."kata Ricky yang meninggalkan Doni sendirian disana,


"Tolong jaga putraku."kata Doni berbicara dengan Widya dan Hendru.


"Iya aku akan jaga Ricky, aku akan anggap dia seperti putraku sendiri."kata Hendru.


"Makasih karena kalian Ricky bisa tersenyum bahagia walaupun aku tau jika kebahagian dia tak ada aku didalamnya."kata Doni sambil meneteskan airmata.


Doni langsung mengajak putranya itu jalan-jalan kemanapun yang Ricky mau karena setelah ini dia tak akan banyak waktu untuk bersama dengan putranya. Doni mengabadikan momen kebersamaan itu. Sampai rumah pun dia tak perduli dengan istrinya dia lebih memilih menemani putranya.


Saat berada dikamar Ricky pun dia tak mau pergi darisana. Dia tetap menemani putranya itu Ricky yang melihat perubahaan papanya pun juga bingung.


"Papa kenapa sih hari ini beda?"tanya Ricky.


"Kamu harus janji sama papa gak boleh menyusahkan bunda sama ayah jika tinggal disana nanti."kata Doni menasihati anaknya.


"Iya pa aku akan patuh sama mereka, aku juga akan menjaga dek Dara."kata Ricky.


"Pintar anak papa, ya sudah sekarang tidur besok pagi papa akan antar kamu ke rumah mereka."kata Doni


"Makasih papa."kata Ricky.


"Iya sayang papa janji akhir pekan akan ajak kamu jalan-jalan kemanapun kamu mau."kata Doni.


Mereka berdua tidur dengan lelapnya, saat mereka tertidur Risa masuk ke dalam kamar putranya itu. Dia sebenarnya tak tega jika putranya itu jauh darinya tapi saat dia mengingat jika dia kehilangan salah satu anak kembarnya dia tak bisa memaafkan putranya itu.


Pagi harinya Doni mengantar Ricky ke rumah Hendru baru setelah itu dia akan pergi ke kantor. Ternyata sampai dirumah Hendru mereka sudah disambut oleh Widya yang berada diteras. Ricky yang melihat kalau bundanya ada diteras langsung saja berlari menghampirinya.


"Sayang janga lari-lari nanti kamu jatuh."kata Doni.


Ricky terus berlari sambil tersenyum melihat ke belakang. Dia tak sengaja tersandung yang mengakibatkan dia terjatuh. Doni yang melihat langsung berlari menghampirinya. Widya yang melihat itu terharu dia tak menyangka jika kasih sayang Doni terhadap Ricky sangatlah besar.


"Kan papa sudah bilang jangan lari-lari."kata Doni lembut.


"Maaf pa."kata Ricky.

__ADS_1


"Ya sudah ayo papa gendong kita obati dulu luka kamu."kata Doni.


Doni mengendong Ricky menuju Hendru dan Widya yang berada diteras.Mereka juga khawatir dengan keadaan Ricky saat jatuh tadi.


__ADS_2