Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 19


__ADS_3

karena rasa kekaguman hendru terhadap widya membuat hendru berjanji akan menjaga dan selalu mengaburkan keinginan gadis yang ada di sebelahnya itu.


"apa kamu sudah kasih tau orangtuamu kalau sabtu depan keluargaku akan datang kerumahmu?" tanya hendru


"saya belum bilang mas soalnya kata bi narti beliau yang akan mengatakan soal kedatangan kalian kerumah saya sekaligus menjlaskan soal kakek." kata widya.


"oh baiklah kalau begitu apa kamu sudah siap wid?" tanya hendru takut kalau gadis disebelanya itu menjadikan pernikahan itu menjadi beban.


"insyaallah widya siap mas." kata widya yakin tanpa menatap ke hendru sebab widya selalu terpesona dengan wajah tampan pria disebelahnya itu.


"syukur deh kalau kayak gitu aku gak perlu khawatir." kata hendru merasa rega dengan jawaban yang diberikan oleh widya.


"memang mas hendru mekhawatirkan apa kala saya boleh tau?" tanya widya yang memberanikan untuk menatap hendru.


"aku khawatir kalau kamu terpaksa dan tertekan akan perjodohan kita." kata hendru.


"insyaallah aku ikhlas mas dengan perjodohan kita." jawab widya.


tanpa terasa mereka sudah sampai rumah karena saking asiknya mereka mengobrol panjang lebar untuk mengenal lebih dalam lagi pribadi masing-masing.


"sudah sampai wid. makasiih sudah mau temani aku keacara pesta pernikahan temanku." kata hendru.


"sama-sama mas." kata widya.


hendru membukakan pintu mobil untuk widya keluar yang membuat gadis itu semakin tersipu malu. saat melihat widya malu seperti itu membuat hendru semakin games dan ingn sekali mengecup pipi merah gadis itu.


mereka berpisah diparkiran hendru langsung masuk rumah utama sedangkan widya berjalan kesamping rumah untuk kerumah belakang.


baru saja widya melangkahkna kakinya hendru sudah memanggil.


"wid tunggu." kata hendru sambil berjalan mmenyusul widya.


"ada apa ya mas?" tanya widya bingung apa dia merupakan sesuatu.


"aku pinjam hp kamu." kata hendru.


widya langsung merogoh hpnya yang ada didalam tas lalu membrikannya pada hendru. saat hp widya sudah ditangan hendru dia langsung mengetik nonya dan melakukan panggil ke hp hendru.


"ni hp kamu makasih ya." kata hendru.


"iya mas, aku pikir ada apa mas memanggilku." kata widya.


"aku hanya ingin minta no hp kamu biar nanti gampang aku menghubungimu masak aku harus telpon dihp mama saat aku mau bicara penting sama kamu." kata hendru.


"iya mas gak papa kok." kata widya.


" oke kalau begitu kamu masuk gih. ini sidah malam lagian udara malam ini dingin banget." kata hendru.


"iya mas." padahal dia yang menghentiakan aku tadi sekarang malah kelihatan kesel. batin widya.


sampai dikamar hendru langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri dan juga berganti pakaian.


selesai membersihkan diri dia langsung berbaring diranjangnya sebelum tidur dia mengambil hpnya untuk melihat apa ada yang mengirimi pesan atau menelponnya. saat membuka kontak panggilan dia melihat no baru dan tersenyum karena no itu milik widya.


dia langsung memasukkannya kekontak baru dan diberi nama 'MY PRINCES' saat melihat nama itu hendru hanyatersenyum senyum sendiri. hendru juga berpikir ada apa dengannya karena saat melihat gadis itu perasaannya selalu bahagia, bila ada didekatnya dia selalu nyaman.


'tak mungkin aku mencintainya dengan begitu cepat.'pikir hendru.


sebab saat berpacaran dengan via dulu hatinya hanya biasa biasa saja tidak ada rasa nyaman dan detak jantung yang berpacu lebih cepat saat bersama dengan via dulu beda lagi dengan widya hatinya selalau bahagia.


'sedang apa ya sekarang gad itu apa dia sekarang sudah tidur? sebaiknya aku mengirim pesan untuknya daripada aku penasaran.' pikir hendru.


[wid ini aku hendru apa kamu sudah tidur?]


widya baru saja menyelesaikan kewajibannya sebagai umat muslim saat mendengar hp widya bebunyi. setelah melipat mukena widya mengambil hp lalu melebihkan dirinya diranjang.


widya terkejut saat melihat pesan yang dikirim oleh hendru.


[belum mas, ada apa ya?]


[ah tak apa aku hanya ingin tau kamu lagi apa sekarang?]


[oh saya gak lagi ngapa ngapain mas hanya melebahkan diri dikasur.]


[berarti aku mengganggu istirahtmu dong wid]


saat asik berkirim peasan dengan widya hp hendru berdering. ditatapnya layar hp itu nombor tidak dikenal hendru malas mengangkatnya karena dia pikir itu orang ising.

__ADS_1


tetapi walau tak mendapat respo no itu terus berdering sehingga hendru kesal sendiri dan dengan berat hati dia mengangkatnya.


"hallo ini siapa ya malam-malam telepon saya." kata hendru dengan suara yang beratnya.


"ndru ini aku bagaimana kabarmu?" tanya wanita diseberang sana.


"siapa ya aku tidak kenal, sudah gak usah main teka teki denganku kalau kamu tidak mau memberitahu lebih baik aku tutup karena mengganggu istirahatku." kata hendru tak mau basa basi.


"aku rheka ndru, kamu ingat kan." kata rheka yang membuat hendru terpaku sejenak.


"kamu dapat no ku darimana?" tanya hendru dengan nada semakin dingin.


rheka yang diseberang sana hanya menghera nafas dan juga bicara dengan dirinya sendiri untuk sabar menghadapi hendru. rheka ingin hendru kembali padanya walaupun dulu dia pernah menyakiti hendru tapi rheka yakin dia bisa mendapatkan hati hendru lagi.


"aku dapat no kamu dari seseorang, kamu tak perlu tau siapa dia." kata rheka.


" ya sudah kamu mau apa telpon aku malam-malam begini?" tanya hendru.


"apa aku tak boleh menelponmu untuk menayakan kabarmu?" tanya rheka dengan nada manja.


"untuk apa kok menayakan kabarku itu hanya membuang-buang waktuku." kata hendru dingin.


"baiklah kalau tidak ada apa-apa lagi aku akan tutup telponnya aku mau tidur capek." habis berkata begitu hendru langsung mematikan hpnya dan meletakkan diatas meja dekat tempat tidur.


rheka yang diputuskan sambungan telponnya secara sepihak sebenarnya sangat kesal tetapi rheka bertekan untuk mendapatkan hndru kembali.


rheka tak mau berbuuat bodoh seperti dulu. seandainya dia dul tau kalau hendru adalah pewaris dari arcana grup dia tak akan meninggalkan hendru.sekarang setelah mengetahui siapa hendru yang sebenarnya membuat rheka menyesar karena telah membuang berlian.


sedangkan hendru yang dikamrnya terlihat gusar. 'mau apalagi gadis itu menghubunginya setelah dulu secara terang-terangan dia mempermalukan hendru didepan umum sekarang dia kembali lagi.


mungkin kalau dulu hendru akan luluh dengan kata kata manis yang diucapkan oleh rheka tapi sekarang sudah terlambat sejak kejadian yang rheka mempermalukannya didepan umum hatinya sudah tertutup untuk gadis itu.


lelah berpikir dia memutuskan untuk tidur tanpa tau kalau dirumah belakang ada yang menunggu pesa darinya.


widya yang ada dikamarnya tampak gelisah karena hendru tak membalas pesannya.' ah mungkin dia sudah tetidur.'batin widya untuk meyakinkan dirinya sendiri.


lelah menunggu pesan dari hendru akhirnya widya terlelap dalam mimpinya. baru saja widya terlelaptidur dia bermimpi.


dalam mimpinya dia melihat hendru mengandeng wanita lain saat pernikahannya berlangsung yang membuat widya langsung terbangun dari tidurnya.


'apa maksut dari mimpi aku tadi. apa mas hendru memiliki kekasih kalau memang dia memiliki kekasih kenapa dia mau menerimaperjodohan ini' batin widya.


widya keluar kamar dan melihat bi narti sedang berbicara dengan yanti sambil memasak. widya langsung menghampiri kedua perempuan yang berbeda generasi tersbut.


"sedang apa kalian? kayaknya ngobrolnya seru?" kata widya sambil mendekati kedua perempuan itu.


"kamu sudah bangun nduk. pulang jam berapa seemalam?" tanya bi narti.


"aku pulang jam 9 bi tapi saat aku pulang rumah bibi lampunya sudah mati jadi aku tak membangunkan bibi. takutnya bibi dan yanti kecapekan." kata widya.


"iya semalam memang bibi sama yanti tidur lebih awal."kata yanti.


"oh ya bi hari ini kan widya libur boleh gak kalau widya bantuin bibi dirumah utama?" tanya widya.


"gak usah nduk kamu istiraht saja biar bibi ma yanti yang kerja disana. lagian kamu kan libur jadi gunakan waktu liburmu untuk istirahat." kata bi narti.


"iya kalau gak gitu kamu bisa jalan-jalan keliling jakarta biar kamu tau jakarta itu seperti apa?" sambung yanti.


"males ah kalau aku pergi sendirian gak ada temene nanti aku nyasar lagi." kata widya.


"ajak den hendru pasti dia mau." kata yanti sambil menggoda temannya itu.


"kok malah ke den hendru sih aku gak mau ngerepotin dia." kata widya sambil memanyunkan bibirnya yang justru disenyumin oleh kedua orang itu.


"kok takut ngerpoti dia kan calon suami kamu pasti dia mau." kata yanti.


"gak ah gak enak." kata widya yang menolak usulan dari yanti.


"apa mau aku yang ngomong ke den hendru kalau kamu mau jalan-jalan hari ini." kata yanti lagi.


"gak gak usah deh malu tau." kata widya.


"mending aku beres beres rumah ini terus tidur atau mengambar desain pakain." kata widya.


" ya sudah terserah kamu."kata yanti dan bi narti bersamaan.


mereka selesai memasak langsung bergegas mandi dan sarapan bersama lalu bi narti dan yanti pergi kerumah utama sedangkan widya membersihkan bekas makanan mereka tadi.

__ADS_1


dirumah utama saat mereka sekeluarga sedangkan makan tiba-tiba mama naya memanggil bi narti.


"bi bi sini bentar bi." kata mama naya.


dari belakang bi narti langsung lari ke meja makan takut kalau ada sesuatu yang penting atau mereka tidak suka dengan makanan yang mereka masak.


"iya bu ada apa memanggil saya?" tanya bi narti saat sudah berada dimeja makan.


"hari ini widya libur kan bi." tanya mama naya pura-pura tanya ke bi narti supaya hendru mendengar.


sebenarnya hendru diam-diam mendengarkan perkataan mamanya dengan bi narti tapi hendru pura-pura tak perduli.


"iya bu hari ini widya libur kerja." kata bibi yang paham dengan isyarat mama naya yang ingin mendekatkan putranya dengan widya.


" terus hari ini rencana widya mau pergi kemana?" tanya mama naya.


"widya tak pergi kemana-mana bu karena gak ada teman diajak jalan takut kalau nanti kesasar sebab tak tau jalan." kata bi narti.


"ndru coba kamu ajak widya jalan kasian lo dia gak ada teman padahal sebenarnya pasti dia pengen jalan-jalan." kata mama naya.


"hendru gak bisa ma. hendru kan harus kekampus." kata hendru.


"gimana kalau kamu ajak widya sekalian kekampus." kata mama naya sambil memohon.


"gak bisa ma nanti kalau hendru ngajar siapa yang menemani widya jalan-jalan?" kata hendru kekeh dengan pendiriannya.


"dia kan bisa keliling kampus sendiri siapa tau disana nanti dia dapat teman ndru?" kata mama naya lagi.


"aku bilang gak ya nggak ma." jawab hendru dengan kesal.


"sudah sudah biarin saja kalau hendru tidak mau gak usah dipaksa ma." kta pap ikhsan menengahi.


"ya sudahlah kalau begitu." mama naya menyerah karena tak berhasl membujuk putranya itu.


"ya sudah hendru berangkat dulu ma pa." pamit hendru langsung bergegas keluar dari ruangan itu biar tidak mendengar celotehan mamanya lagi.


bukannya hendru tak mau mengajak widya kekampus hendru takut kalau dikampus widya sedih karena hendru tau keinginan terbesar widya adalah melanjutkan kuliah.


sedangkan kalau sekarang hendru memaksa widya kulliah dibiayai sama hendru pasti widya akan menolak.


didalam mobil hendru berpikir untuk mengajak widya kekampus apa dia mau..


[pagi wid, kamu mau ikut aku ke kampus gak?]


widya yang sedang asik mengambar mendengar hpnya berbunyi langsung melihat siapa yang mengirim pesan sepagi ini. saat widya liat itu adalah pesan dari den hendru widya langsung membalas psan tersebut.


[maaf mas bukannya widya menolak tapi kalau widya ikut nanti malah meenggangu mas hendru lagi.]


[ya sudah kalau begitu nanti sore selesai mengajar aku jemput kamu]


[memang mau kemana mas?]


[aku mau ajak kamu jalan-jalan]


[jalan-jalan kemana mas?]


[memang kamu mau kemana wid?]


[widya gak tau mau kemana saya ikut mas hendu saja.]


[ya sudah nanti kita nonton saja giman?]


[saya ikut mas hendru saja]


[ya sudah nanti aku pulang dari kampus aku kabari. sekarang aku mau berangkat dulu.]


[hati-hati mas]


selesai berkirim peasn dengan widya hendru langsung menyalakan mobilnya.


sesampai dikampus hendru langsung berjalan keruangannya saat melewati koridor kampus banyak para mahasiswi disana yang menayapanya tapi hanya diangguki saja oleh hendru.


hari ini dia ada jadwal mengajar 1 kelas saja sehingga dia bisa cepat pulang dan mengajak widya pergi nonton.


didalam kelas hendru menerangkan materi dengan metode yang berbeda dengan dosen yang lainnya kalau yang mengajar dosen selain hendru merekaakan susah memahami tapi kalau hendru yang mengajar mereka akan mudah memahami sebab hendru menggunakan cara yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak didiknya.


setiap kali selesai membahas materi hendru selalu memberikan kuis untuk mereka supaya hendru dapat mengevakuasi murid mana yang bisa mengerti pelajarannyaatau tidak. jika mereka banyak mendapatkan nilai yang rendah maka hendru akan mengulangi materi yang dia ajarkan.

__ADS_1


saat akan memberikan kuis hari ini ada salah satu murid yang bertanya jadi terpaksa hendru mengulangi penjelasa. bukannya hendru marah tetapi dia malah senang kalau mahasiswanya punya inisiatif untuk bertanya bila mereka tidak memahami materi yang dia berikn.


widya terlalu fokue dalam mencoret coret buka gambarnya sehingga dia tidak sadar kalau mama naya duduk disebelahnya.


__ADS_2