Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 64


__ADS_3

"Ya nuansanya memang putih tapi pesta seperti apa yang kalian inginkan?" kata mama Naya.


"Seperti negri dongeng seorang pangeran yang menemukan permaisurinya." kata hendru.


"Kamu pria kok suka kayak begituan?" kata mama naya.


"Lah tadi mama nanya sekarang aku ngasih ide mama protes." kata hendru.


"Kok kamu bisa kepikiran ide itu?" tanya mama naya.


"No menantu mama tanya." kata hendru sambil menunjuk ke arah widya.


"Benar sayang kamu mau pesta yang kayak gitu?" kata mama Naya.


Widya hanya menunduk dan diam saja. Mama naya mengerti keinginan menantunya ini dan memutuskan untuk mengikuti keinginannya.


"Loh ma bukannya besok ulang tahun perusahaan kok malah mikirin resepsiku sih?" kata hendru.


"Oh ya mama lupa sayang nanti kamu coba gaun yang mama bikin buat kamu ya buat acara besok!" kata mama Naya.


"Tapi ma emang aku harus datang ya?" tanya widya.


"Tentu dong sayang kamu kan menantu dirumah ini." kata mama Naya.


"Apa kamu gak mau kalau orang lain mengetahui pernikahan kita agar kamu bisa dekat dengan pria itu?" kata hendru.


"Pria siapa ndru?" kata mama naya penasaran pasalnya putranya tak pernah curiga berlebihan seperti ini tapi dia senang karena berarti putranya benar-benar sayang sama widya.


"Tanya aja sama menantumu itu." kata hendru.


"Mas bukannya aku bilang aku sama Arya cuma teman. Dia juga tau kalau aku sudah menikah. Kemarin kita berdua ke mall juga sudah izib ke mas dulu dan kamu izinin." kata widya mejelaskan panjang lebar.


"Aku masih gak yakin sama kamu. Apalagi foto yang dikirim oleh tante Sara terlihat sekali kalau kalian mesra." kata hendru.


"Mana fotonya biar mama liat." kata mama naya


Hendru langsung berdiri untuk mengambil hpnya diatas. Sepeninggalan Hendru widya menjelaskan ke mama naya tapi mama naya hanya tersenyum. Dia tau kalau saat ini putranya sedang cemburu.


"Ni mama liat sendiri." kata hendru sambil memperlihatkan foto dihpnya.


"Kamu percaya sama tante Sara Ndru?" tanya mama Naya.


"Memang kenapa ma?" kata hendru.

__ADS_1


"Bukannya kamu tau kalau tante Sara tak suka sama kamu karena menjadi CEO diperusahaan mama mengantikan om bagas dan lagi sekarang om bagas kamu jebloskan ke penjara. Kamu yakin tante sara perduli sama kamu atau dia malah ingin membuat rumah tangga kamu hancur. Sehingga konsentrasi kamu terpecah belah biar tante Sara mudah menyingkirkan kamu." kata mama Naya menjelaskan panjang lebar.


"Mama benar kenapa aku gak kepikiran kesana ya." kata hendru.


"Karena kamu sudah diliputi rasa cemburu. Tapi mama senang itu tandanya kamu cemburu ke widya." kata mama naya.


"Apa sih ma." kata hendru.


"Wid liat suami kamu kalau kayak gini gemesin banget." kata mama naya.


"Iya ma benar." kata widya sambil tersenyum.


"Udah gak usah mengejek. Kita jadi keluar gak?" kata hendru.


"Jadi dong mas, udah lama aku gak liat pantai." kata widya.


"Ya sudah ayo siap-siap. kita makan diluar saja." kata hendru.


"Ma aku siap-siap dulu ya mau pergi sama mas hendru." kata widya.


"Iya sayang dandan yang cantik ya." kata mama naya.


Widya langsung naik ke atas untuk berganti baju. Dia memakai kaos dan celana jeans panjang dan rambutnya dikuncir kuda.


"Kamu kenapa ndru?" tanya mama naya yang melihat hendru menatap tanpa berkedip.


"Cantik." kata hendru.


"Siapa yang cantik ndru?" kata mama naya yang membuat hendru tersadar.


"Istri aku lah ma yang cantik siapa lagi." kata hendru sambil menggaruk rambutnya yang gak gatal.


"Oh mama pikir mama yang cantik ternyata istri kamu." kata mama naya pura-pura sedih.


"Ya ampun ma, mama itu wanita tercantik sebelum istriku." kata hendru menghibur mamanya.


"Sudah berangkat sana keburu sore gak bisa main air." kata mama naya.


"Ya sudah ma kita berangkat dulu ma." kata hendru berpamitan.


"Hati-hati jaga menantu mama ndru." kata mama naya.


"Siap ma." kata hendru.

__ADS_1


Mereka pergi mencari makan dulu baru pergi ke pantai. Saat sedang makan tak sengaja mereka bertemu dengan Nessa. Nessa yang tau itu hendru langsung mendekatinya dia juga penasaran siapa gadis yang bersama hendru.


"Hallo ndru kamu disini?" kata Nessa yang langsung duduk dikursi.


"Iya kenapa? Ngapain kamu duduk disini?" kata hendru dingin.


Widya terkejut soalnya tak pernah melihat sikap dingin hendru. Kalau padanya dia akan bersikap hangat dan lembut.


"Kamu gak kasian sama aku kalau aku makan sendiri." kata Nessa


"Itu terserah kamu aku gak perduli." kata hendru dingin.


"Tapi ndru, liat mbaknya aja gak papa aku disini masak kamu gak ngizinin. Aku gak papa kan duduk disini?" kata Nessa.


"Terserah mbak aja ini kan tempat umum aku gak bisa ngelarang." kata widya membuat hendru menatapnya.


"Gak papa kan ndru?" kata Nessa.


Saat nessa sedang merayu hendru makanan yang dipesan hendru dan widya sudah datang. Hendru tak perduli dengan rengekan Nessa dia malah mengajak Widya untuk segera menghabiskan makanannya setelah itu pergi dari sana.


Hendru segera menghabiskan makanannya lalu mengajak widya segera pergi dari sana. Dia tak mau hari libur berduanya diganggu oleh Nessa karena akhir-akhir ini mereka jarang menghabiskan waktu bersama sebab masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri.


Dipantai terlihat sekali kalau widya sangat bahagia. Hendru berjanji pada dirinya sendiri kalau ada waktu luang akan membawa widya ke pantai lagi.


"Kamu suka sayang?" kata hendru melangkur pinggang widya agar tidak berlarian lagi.


"Aku suka mas, mas aku boleh minta sesuatu sama mas?" tanya widya.


"Mau minta apa kalau aku bisa akan mengabulkan keinginanmu." kata hendru.


"Aku mau kita bisa sering main kesini kalau libur." kata widya.


"Kenapa harus kesini bukannya banyak tempat yang lebih bagus dari ini?" tanya hendru.


"Aku suka kesini tempat ini sangat bagus dan membuat perasaan menjadi tenang." kata widya.


"Baiklah kalau begitu kita akan sering kesini kalau libur." kata hendru.


"Makasih." kata widya sambil mencium pipi hendru.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang terus memperhatikannya. Nessa tak terima kalau hendru memiliki perasaan dengan widya. Nessa berpikir akan tetap merebut hendru bagaimana pun caranya karena dia tak mau hidup kekurangan lagi.


Nessa tau kalau dia bisa mendapatkan hendru lagi maka kehidupannya akan terjamin karena hendru bukan hanya seorang CEO tapi juga seorang dosen dapat dipastikan kalau kekayaannya tak akan habis tujuh keturunan.

__ADS_1


Nessa akan hidup kecukupan dan semua keinginannya hanya tinggal tujuk saja. Dia sudah tak sabar mendapatkan hendru lagi.


__ADS_2