Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 87


__ADS_3

"Tapi apa mama bisa maafin aku nek?"kata Widya.


"Nenek yakin lama-lama mama kamu akan maafin kamu karena semua ini bukan salah kamu saja tapi juga salah Hendru. Apalagi sekarang ada si gembul ini pasti mama kamu akan cepat luluh."kata nenek Tika.


"Siapa yang luluh ma?"kata mama Naya.


"Wid mama boleh bicara sama kamu?"kata mama Naya.


"Mama mau bicara apa ma?"kata Widya.


"Selama ini kenapa kamu gak bilang kalau kamu punya anak dengan Hendru?"kata mama Naya.


"Aku pikir mas Hendru sudah bahagia dengan perempuan itu ma. Aku gak mau menghalangi kebahagiaan mas Hendru. Aku tau kami menikah karena sebuah perjodohan bukan saling mencintai satu sama lain."kata Widya.


"Tapi kamu bisa kasih tau mama atau nenekkan?"kata mama Naya.


"Maaf ma."kata Widya.


"Mama yang harus minta maaf karena sempat mau jodohkan Hendru dengan perempuan lain. Seandainya mama tau keberadaanmu mama tak akan melakukan hal yang gegabah."kata mama Naya yang menyesal dengan apa yang dia lakukan.


"Ma kita sama-sama salah, mari kita buka lembaran baru."kata Widya.


"Iya, mama gak akan bisa marah lama-lama sama kamu karena mama sejak pertama bertemu dengan si embul ini sudah selalu kangen."kata mama Naya.


"Memang sebelum ini mama pernah bertemu dengan Dara ma?"kata Widya.


"Mama memang gak bertemu langsung tapi Indah selalu menunjkan foto-foto dan kelucuan Dara. Itulah yang membuat mama ingin menjodohkan Hendru."kata mama Naya.


"Ma bukannya anak kedua mbak Risa perempuan ya ma?"tanya Widya.


"Iya, tapi kamu tau sendiri Risa dan suaminya jarang pulang ke rumah. Mereka sering pergi kerumah orangtua Doni."kata mama Naya.


"Maaf ya ma."kata Widya yang merasa bersalah.


"Gak papa sayang, oh ya kamu sudah tau kalau bi Narti sudah gak bekerja dirumah mama sekarang?"tanya mama Naya.


"Aku gak tau ma, aku belum pernah pulang ke kampung semenjak pergi dari rumah."kata Wdya.


"Kamu pasti takut ya kalau Hendru mengetahui dimana keberadaan kamu?"kata mama Naya.


"Iya ma, kalau gitu sebelum kamu sibuk membuka butik disini kamu ajak Dara pulang ke kampung pasti mereka sangat mengkhawatirkan kamu."kata mama Naya.


"Iya ma, tapi aku mau jenguk Nina dulu."kata Widya.


"Siapa Nina Wid?"tanya mama Naya.


"Dia adik aku nomer 3 ma, dia selama ini diasuh oleh saudara papa yang berada disolo."kata Widya.


"Kenapa kok dirawat oleh saudara papa kamu?"kata mama Naya yang penasaran.

__ADS_1


"Saudara papa gak punya anak ma, lagian Nina anaknya dari kecil sering sakit-sakitan. Bapak gak punya biaya kalau harus membawa Nina berobat untung saja pakdhe dan budhe mau mebiayai pengobatan Nina asalkan Nina ikut dengan mereka."kata Widya.


Penjelasan Wiidya membuat nenek Tika menjadi sedih karena ternyata keluaga cucu menantunya sangat kesusahan dari dulu. Seandainya sejak dulu dia mencari keberadaan keluarga dari sahabat dan orang yang sudah banyak membantu keluarganya sehingga mereka sesukses kayak gini mungkin Widya tak akan terpisah dengan adiknya.


"Maafin nenek ya sayang karena baru sekarang menemukan kalian?"kata nenek Tika.


"Maksut nenek apa? Aku gak mengerti?"tanya Widya.


"Seandainya setelah sukses nenek mencari keluarga kakekmu mungkin kalian tak akan hidup dalam kesusahan."kata nnek Tika yang teringat dengan pengorbanan dari Imam.


"Ini bukan salah nenek kok, mereka saja yang terlalu tamak dengan harta."kata Widya.


"Lalu apa yang merawat adik kamu itu orang baik? Bukannya Narti bilang anak-anak Imam semua tak mau berbagi harta dengan Hasan?""kata nenek Tika.


"Pakdhe anak angkat dari kakek, nek."kata Widya.


"Apa namanya Adi nduk?"kata nebek Tika.


"Iya pakde Adi nek."kata Widya.


Nenek Tika yang tau kalau namanya Adi langsung menangis, dia tak menyangka kalau anak yang selama ini mereka telantarkan malah menjadi penolong bagi keluarga Widya.


Saat nenek Tika sedang melammun tiba-tiba Hendru masuk ke dalam kamar.


"Kalian lagi ngobrolin apa sh?"kata Hendru.


"Lagi cerita tentang masa lalu, ada apa?"kata mama Naya.


Mendengarr kalau mereka semua lapar mama Naya langsung melihat jam dipergelangan tangannya memang ini sudah waktunya makan malam. Tapi kalau mau masak sekarang mereka akan kelamaan menunggu.


"Kita pesan aja makanannya kalau masak sudah gak keburu Ndru."kata mama Naya.


"Terserah mama saja yang penting kami gak kelaparan lagi."kata Hendru.


"Tanya papa mau makan apa?"kata mama Naya.


"Siap, kalian mau makan apa? Terus Dara gimana sayang?"kata Hendru.


"Biar aku bikinin MPASInya sebentar lagi."kata Widya.


"Wid cucu mama masih nyusu sama kamu?"tanya mama Naya.


"Masih ma, kenapa memang?"kata mama Naya.


"Gak papa sayang, mama cuma mau kamu cepat hamil lagi. Kemarinkan waktu kamu hamil mama gak ada disamping kamu."kata mama Naya membuat Hendru tersenum senang dengan keinginan mamanya.


"Tu sayang dengar, mama aja gak sabar kalau Dara punya adik."kata Hendru.


"Kamu aja nanti yang hamil mas."kata Widya membuat mama dan nenek tertawa.

__ADS_1


"Ya kalau aku bisa pasti aku mau, tapi sayangnya aku gak bisa hamil gimana dong?"kata Hendru.


"Ya sudah gak usah minta aneh-aneh, aku mau beri kasih sayang sepenuhnya untuk Dara terlebih dahulu."kata Widya kalau sudah menyangkut Dara memang Hendru tak akan bisa berkata apa-apa lagi membuat kedua perempuan yang ada disana hanya tersenyum.


Mama Naya mendukung semua keputusan Widya karena dia tau hamil itu bukan hal yang mudah. Apalagi sekarang mereka masih memilik Dara yang membutuhkan kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya.


"Sudah sana pesan makanan katanya lapar tadi."kata nenek Tika.


Hendru langsung mninggalkan kamarnya untuk menuju ruang tengah sedangkan wIdya menitipkan Dara dengan mama dan neneknya.


"Bunda..."panggil Ricky yang langsung mendatangi Widya dan memeluknya.


"Loh Ricky ada disini? Kapan datang?"kata Widya.


"Aku bolehkan panggil tante bunda?"kata Ricky tanpa menjawab pertanyaan dari Widya tadi.


"Boleh dong sayang, kamu tadi kesini diantar siapa?"kata Widya.


"Aku sama papa dijemput. Ye bearti aku punya dua mama."kata Ricky senang.


"Kenapa kamu pengen banget punya dua mama?"tanya Hendru.


"Karena Rama punya dua mama."kata Ricky.


"Siapa Rama sayang?"tanya Widya.


"Dia teman satu kelasku bun."kata Ricky.


"Gini bu, Rama mempunyai 2 mama karena papanya menikah lagi, sedangkan mama dan papa kandungnya sudah bercerai."kata suster yang mengasuh Rama.


"Oh begitu, kalau Rcky panggil tante bunda berarti Ricky harus panggil om dengan sebutan ayah dong sayang."kata Widya.


"Emang boleh?"kata Ricky.


"Sini duduk dipangkuan Om."kata Hendru.


Ricky langsung mengahampiri Hendru dan langsung duduk dipangkuan Hendru. Dia sangat menyayangi keponakannya itu.


"Kamu mau panggil om ayah?"kata Hendru.


"Mau."kata Ricky.


"Kalau mau panggil om ayah Ricky harus janji satu hal sama om."kata Hendru.


"Apa itu om?"kata Ricky.


"Ricky harus jaga dek Risma dan juga dek Dara karena kak Ricky anak laki-laki satu-satunya dikeluarga ini."kata Hendru.


"Iya aku janji akan menjaga kedua adikku, aku gak akan marah lagi kalau mama lebih perhatian sama Risma."kata Ricky.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu mulai sekarang panggil om dengan sebutan ayah."kata Hendru yang langsng mendapat pelukan erat dari Ricky.


Ricky memang lebih dekatt dengan Hendru selama ini.


__ADS_2