
Hendru setelah berpamitan dengan widya langsung keluar untuk menemui aziz. Pasti ada yang penting sehingga tu anak kemari.
"Ada apa Ziz?" tanya hendru.
"Sorry aku ganggu kamu, tadi aku ke kantor kamu gak ada." kata Aziz.
"Ada apa mencariku?" kata hendru.
"Apa benar kamu suruh Nessa kerja dikantor kamu?" kata Aziz.
"Iya memang kenapa?" kata hendru.
"Kamu gak usah bikin masalah deh. Kamu kan tau apa siapa Nessa? Ingat ndru kamu sekarang ada hati yang harus dijaga." kata Aziz mengingatkan.
"Aku memang memperkerjakan Nessa dikantorku tapi aku tempatkan dia dibagian yang gak berkaitan denganku tenang aja." kata hendru.
"Tapi bukan berarti dia gak bisa menjebak kamu ndru sama seperti dia menjebak kevin." kata aziz.
"Aku tau itu, aku akan jaga-jaga." kata hendru.
"Gimana perusahaan kamu?" kata aziz.
"Alhamdulilah semakin membaik para investor juga mau bekerjasama kembali dengan perusahaan." kata hendru.
Saat mereka sedang serius membicarakan tentang bisnis widya datang menghampiri mereka.
Saking seriusnya membicarakan bisnis sampai sampai mereka tak sadar kalau widya sudah didekat mereka.
"Lagi ngomongin apa sampai aku datang gak tau?" kata widya.
"Maaf sayang kita lagi asik membicarakan tentang bisnis. kamu sudah lama disini?" kata hendru.
"Baru aja datang tapi kalian gak melihatku." kata widya.
"Maaf jangan ngambek masak gitu aja ngambek." kata hendru membuat aziz tersenyum karena hendru sudah bucin banget sama widya.
Aziz jadi gak takut lagi kalau hendru akan tergoda dengan Nessa. Mereka gak akan tergoda oleh godaan yang datang.
Setelah aziz pulang mereka berdua kembali ke kamar untuk beristirahat. Keesokan paginya mereka sibuk kembali dengan pekerjaaan mereka masing-masing apalagi widya harus bikin gaun buat pengantin dan juga bridsmate jadi kesibukannya semakin bertambah.
Widya sering pulang malan karena setelah dari kampus dia harus kembali ke butik. Hendru sendiri sibuk denhan perusahaannya dan juga kampus.
Hendru mendapatkan tugas untuk membimbing mahasisawanya. Sehingga kesibukan mereka membuat susah untuk bertemu.
Setiap hendru pulang pasti widya sudah tertidur ataupun sebaliknya. Besok adalah hari libur makanya widya menunggu hendru pulang.
Dia sudah lama tak bertemu dan bercengkrama dengan hendru. widya menunggu hendru sambil nonton tv diruang keluarga.
Hendru pulang lebih awal hari ini karena pekerjaannya cepat selesai. Saat dia masuk melihat ruang keluarga tvnya menyala dia langsung saja berbelok untuk melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Hendru terkejut ternyata istrinya yang sedang menunggu dia pulang. Hendru langsung menghampirinya.
"Sayang kok tidur disini sih?" kata hendru sambil mengelus pipi widya.
"Maaf mas, aku mau nunggu kamu pulang tapi malah ketiduran." kata widya.
"Maaf ya kalau aku pulang malam, ayo sekarang naik ke atas." kata hendru mengajak widya naik ke atas.
"Kamu sudah makan belum?" tanya widya.
"Belum tadi gak sempet." kata hendru.
"Ya sudah mas mandi dulu, biar aku siapin makan malamnya!" kata widya.
"Oke aku mandi dulu." kata hendru naik ke atas.
Selesai bersih bersih dia langsung turun ke bawah takut kalau widya menunggu lama. Dibawah widya sudah selesai menghangatkan makanannya saat hendru datang.
Hendru makan dengan lahapnya karena daritadi siang dia belum makan sama sekali.
"Kamu gak makan sayang?" tanya hendru.
"Aku udah makan sama mama papa tadi." kata widya.
"Besok kamu liburkan?" tanya hendru.
"Iya besok libur, mas libur gak?" tanya widya.
"Mau jalan kemana mas?" tanya widya.
"Emang kamu mau kemana?" tanya hendru.
"Aku ikut mas aja deh."kata widya.
"Gimana kalau kita ke pantai dekat sini aja." kata hendru.
"Boleh mas udah lama aku gak ke pantai." kata widya semangat.
Selesai makan hendru langsung mengajak kembali ke atas. Didalam kamar mereka langsung merebahkan diri diranjang sambil berpelukan.
"Sayang aku kangen sama kamu." kata hendru.
"Aku juga kangen sama mas." kata widya.
"Berarti aku boleh dong minta jatahku sekarang." kata hendru yang hanya dibalas anggukan oleh widya.
Setelah mendapat persetujuan dari widya, hendru langsung mencium bibir widya dalam semakin lama semakin dalam.
Tangannya pun tak tinggal diam. Tangan hendru memyentuh bagian tubuh widya yang menjadi favoritnya.
__ADS_1
Semakin lama tangan hendru semakin kebawah hingga membuat widya mengelurkan suara rengkuhannya.
Setelah dirasa sudah sama-sama siap hendru langsung membuka bajunya dan melakukan penyatuan yang akhir-akhir ini tak dapat mereka lakukan karena terlalu sibuk kerja sehingga waktu pulang sudah kecapekan.
Entah berapa kali kedua sejoli itu melakukan penyatuan setelah dirasa widya sudah kelelahan hendru menghentikan kegiatannya langsung memeluk wudya agar bisa cepat tidur.
Keesokan paginya mereka bangun kesiangan. Widya karang kabut karena gak enak dengan kedua mertuanya.
"Sayang ada apa denganmu?" kata hendru yang melihat widya tergesa-gesa.
"Aku gak enak sama mama mas. Kita bangun kesiangan." kata widya.
"Gak papa sayang. Mama pasti ngerti kok." kata hendru yang menarik widya agar tidur lagi.
"Mas lepasin ah." kata widya.
"kayak gini dulu. Aku masih kangen sama kamu." kata hendru.
"Tapi mas..." kata widya yang gak bisa melanjutkan perkataannya karena hendru sudah mencium bibirnya.
Widya berusaha mendorong hendru tapi semua gagal karena tenaga hendru lebih kuat daripada dirinya. Akhirnya mereka melakukan penyatuan 2 kali karena widya teringat kalau hendru janji mengajaknya keluar.
"Mas udah ya katanya kita mau pergi ke pantai." kata widya mengingatkan hendru.
"Nanti sore ya ini sudah siang panas disana." kata hendru.
"Janji ya gak boleh bohong." kata widya.
"Iya sayang aku janji." kata hendru.
"Ya sudah aku mau mandi, setelah itu mau makan lapar perutku." kata widya.
Mendengar perkataan widya yang sudah lapar langsung saja hendru melepaskan pelukannya. Widya langsung saja berlari kearah kamar mandi supaya hendru tidak menahannya lagi.
Selesai mandi widya langsung memaksa hendru untuk mandi. Dia menarik lengan hendru agar segera masuk ke kamar mandi karena dia sudah lapar.
Hendru tau kalau istrinya sudah kelaparan langsung saja pergi ke kamar mandi untuk mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi ternyata widya tak berada dikamar.
Hendru langsung saja memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh hendru. Setelah selesai langsung menyusul widya dibawah ternyata widya sedang berbicara dengan mama Naya.
"Siang ma.." kata hendru.
"Siang sayang. Sini duduk dulu mama mau minta pendapatmu tentang kedua gaun ini mana yang lebih bagus menurutmu?" tanya mama Naya.
"Kayaknya yang ini deh ma, warnanya yang soft kayaknya lebih bagus ma." kata hendru memberikan gaun pilihannya ke mamanya.
"Kalau dekornya kamu suka yang gimana?" kata mama Naya.
"Kalau soal itu tanya sama widya aja ma. Sesuaikan sama keinginannya." kata hendru.
__ADS_1
"Widya mau bertema putih." kata mama Naya.
"Oke terus masalahnya apa lagi kan widya sudah bilang warna putih." kata hendru.