Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 40


__ADS_3

saat lydia berkata begitu mama naya tiba-tiba masuk keruangan itu. dia masuk ke dalam untuk melihat siapa tamu yang datang.


"siang jeng maaf saya baru tau kalau kamu kesini." kata mama naya.


"gak papa jeng saya tau jeng naya ni sibuk banget. saya saya suka gaun yang dirancang oleh widya." kata indah.


"syukurlah kalau begitu. apa ada yang mungkin mau diubah?" kata mama naya.


"gak ada tan ini pas banget sama tubuh saya." kata lydia.


"syukurlah kalau begitu." kata mama naya.


"tante kok kak hendru gak keliatan. emang gak pernah datang ke butik ya?" tanya lydia


"hendru lagi sibuk sekarang." kata mama naya.


widya baru sadar siapa hendru yang dimaksut oleh lydia ternyata hendru calon suaminya.


"wid gak usah didengar ya." kata tiara yang melihat kalau widya terkejut.


"iya mbak tapi emang mbak lydia ini dekat ya sama mama naya?" kata widya.


"aku juga gak tau wid." kata tiara.

__ADS_1


mama naya yang melihat widya dan tiara berbisik berjalan mendekati mereka berdua. dia merasa ada yang gak beres.


"ada apa kok bisik bisik?" tanya mama naya.


"gak ada bu cuma widya kaget aja tadi perempuan itu bilang kalau lydia itu calon istri mas hendru." kata tiara yang membuat mama naya langsung terkejut atas dasar apa perempuan itu bilang kalau dia akan menikah dengan putranya.


"sudah gak usah didengarkan banyak perempuan diluar sana yang ingin menikah dengan hendru tapi diantara mereka yang dipilih hendru adalah kamu sayang. jadi gak usah pikir macam-macam lagian besok kamu akan dilamar sama hendru." kata mama naya meyakinkan widya.


"iya ma." kata widya karena dia bingung harus jawab kayak gimana.


widya tau pernikahnya dengan hendru karena perjodohan. widya juga berpikir gak akan mungkin mas hendru mencintainya karena dia beda jauh dengan perempuan perempuan yang mengejar mas hendru.


"wid aku suka baju ini. aku akan merekomendasikan kamu ke teman-teman aku nanti saat pesta ulang tahunku 4hari lagi. aku juga berharap kamu bisa datang diacaraku." kata lydia yang menyadarkan widya.


"memang kenapa kamu cuti panjang?" kata lydia yang penasaran.


"dia akan cuti menikah." kata mama naya.


" selamat kalau begitu." kata lydia.


" iya makasih ya mbak." kata widya.


mama naya dan tiara saling pandang mereka memiliki pemikiran yang sama. sekarang mungkin widya baik tapi nanti entahlah nanti bagaimana kalau dia tau suami widya adalah hendru.

__ADS_1


saat mereka asik mengobrol datanglah hendru yang masuk tiba-tiba.


"wid kamu udah selesai belum?" tanya hendru tanpa melihat tamu yang datang.


"tumben kamu kesini ndru?" tanya mama naya walaupun terkejut karena waktunya gak pas.


"bukannya biasanya hendru kesini ya ma?" tanya hendru.


"iya memang kamu biasanya kesini tapi ini aneh aja sayang masak jam segini udah datang memang kamu gak kerja?" tanya mama naya.


"hendru pulang cepet ma mau ajak widya keluar sebentar boleh ada sesuatu yang harus aku beli?" kata hendru.


"ya sudah ini juga sudah selesai. kamu bisa ajak dia pergi." kata mama naya.


"kak aku boleh ikut?" tanya lydia yang membuat hendru langsung tersadar kalau diruangan itu masih ada orang.


"maaf lydia aku gak tau kamu disini. tapi maaf aku gak bisa ajak kamu karena hari ini aku mau mencari sesuatu buat widya kan sebentar lagi kami akan menikah." kata rendy membuat lydia terkejut.


"tunggu kak maksutnya apa kakak mau menikah dengan widya gitu kakak gak bohongkan?" tanya lydia yang gak percaya.


"gak itu benar. hendru akan menikah dengan widya makanya mereka berdua besok cuti." kata mama naya.


"selamat ya kak kalau gitu mungkin belum jodoh." kata lydia yang lapang dada.

__ADS_1


"kamu cantik dan baik aku yakin kamu akan dapat pria yang lebih baik dari aku." kata hendru.


__ADS_2