
makam malam yang diatur oleh mama naya hendru datang keacara makan malam itu tanpa minat.
tepat jam 7 malam dia sudah ada direstoran yang sudah diboking oleh mamanya itu. saat masuk dia dipersilahkan oleh seorang pelayan ketempat duduk yang disana sudah duduk seorang gadis.
didepan meja gadis itu pelayan tadi mempersilahkan hendru duduk.
"hai aku hendru." kata hendru sambil mengurulkan tangan.
"aku salsa. silahkan duduk. salsa membalas jabatan tangan hendru.
"kamu mau pesen makan apa minum?" tanya hendru.
"aku sudah pesan tadi tinggal kamu mau pesan apa?"
"oke, aku mau steak ma minumnya kopi latte."
"baik pak adalagi?" tanya pelayan restoran.
"sudah itu aja. kamu ada yang dipesan lagi?"
"sudah tidak ada." jawab salsa.
"baiklah kala begitu silahkan tunggu pesanannya." jawab pelayan itu sambil berjalan pergi.
sepeninggalan pelayan itu mereka berdua membicarakan masalah mereka.
__ADS_1
"oh ya tutup poin aja." kata hendru
"soal perjodohan ini maksud kamu." kata salsa
"iya maaf aku gak bisa terima perjodoan ini. aku kesini karena menghormati mamaku. kata hendru.
"oh sama kalau gitu.aku juga sudah punya pacar tapi aku belum mengenalkan kekasihku ke orangtuaku."kata salsa
"bagus deh kalau gitu."
selesai makan malam hendru langsung pulang kepenginapan dan dia sangat senang akan hasil yang dia dapat hari ini tak perlu susah susah mencari alasan untuk mengagalkan pejodohan yang diatur oleh mamanya.
widya berada dikamarnya sedang berpikir apa keputusan dia menerima kerja dibutik itu benar. saat dimelamun tanpa disadari bi narti masuk kamar widya.
"kenapa kamu nduk?"
"coba kamu pikir wid. kalau kamu kerja dibutik maka kamu akan punya gaji lebih untuk kuliah tahun depan atau mungkin tahun ini kamu bisa dapat beasiswa."
"iya juga sih bi gaji karyawan dibutik memang lebih besar daripada jadi pembantu."
"ya sudah apalagi yang kamu pikirin."
"ya bi sekarang widya sudah mantap dengan keputusanku."
"ya sudah tidur sana bukannya besok sudah mulai bekerja dibutik."
__ADS_1
"iya bi tapi pagi aku akan membantu bibi terlebih dahulu."
"ya sudah terserah kamu bibi mau kembali kekamar."
habis berbicara dengan bi narti tadi membuat keputusan widya semakin yakin kalau dia akan bekerja dibutik.
widya berharap semoga ini keputusan yang benar. widya merebahkan dirinya ke kasur tak lama kemudian dia sudah berada dialam mimpi.
sedangkan hendru yang masih diluar kota sedang memeriksa berkas berkas yang dikasih ryan untuk diperiksa lebih lanjut.
serta mereka berdua juga membahas tentang proyek baru yang akan mereka kerjakan dengan bekerjasama dengan pt santosa jaya.
rencananya mereka akan membuat sebuah hotel yang bertema tentang penghijauan. jadi mereka sedang merancang sketsa bangunan yang akan mereka jadikan presentasi dengan pt sentosa nanti habis mereka pulang dari sini.
"oh ya dru gimana kampus kalau kamu terlalu sibuk dikantor." tanya ryan.
"untuk sekarang kampus belum terlalu sibuk. lagian aku kan disana mengajar tentang arsitektur sesuai lah dengan bidang yang aku tekuni jadi tak terlalu jadi beban."
"apa kamu gak capek. aku liatnya capek harus bolak balik sana sini." kta ryan
"capek sih tapi au bagaimana lagi ini sudah jadi tugasku."
"untuk saja aku bukan anak orang kaya jadi tak terlalu punya beban berat kaya kamu." kata ryan.
hendru hanya tersenyum menanggapi perkataan asisten sekaligus teman baiknya. mereka berteman sejak duduk disma. ryan pikir dulu hendru anak orang kaya yang sombong dan angkuh tetapi nyatanya hendru adalah laki-laki yang baik suka jahil kalau sudah kenal.
__ADS_1
akan tetapi sifat jahil dan senyum manis itu hilang saat nessa menghianatinya dan menikah dengan sahabat hendru juga.
sejak saat itu lah hendru jadi laki-laki dingin dan cuek apalagi terhadap wanita.