
pesanan mereka datang dan mereka bertiga makan secara diam tanpa ada suara sama sekali yang terdengar hanya suara sendok saja.
"habis ini kalian mau kemana?" tanya rio saat mereka selesai makan.
"aku mau ke pantai kalau gak gitu mau ke dufan terserah widya mau kemana." kata hendru sambil melirik ke arah widya.
"aku terserah ikut mas hendru saja mau kemana saya ikut." kata widya.
"kalian berdua ini kalau dua duanya terserah mending kalian berdua chek in dihotel saja itu lebih menarik." kata rio langsung dipelototin oleh hendru.
"gak gak ndru aku cuma bercanda doang. lagian sih mau kencan aja bingung mau kemana." kata rio yang menyadari tatapan membunuh yang dilayangkan oleh hendru.
"kiita nonton saja gimana wid?" tanya hendru untuk meminta persetujuan dari widya.
" baik mas kita nonton saja." kata widya.
"kamu suka film bergendre apa?" kata hendru.
"apa aja aku suka asal bukan horor." kata widya.
"baiklah kalau begitu habis ini berangkat ke mall xx." kata hendru.
" aku boleh ikut kalian?" tanya rio untuk menjahili sahabatnya itu.
"boleh kak kalau kak rio mau biar rame." kata widya sambil tersenyum.
" gak gak boleh memang kamu gak ada kerjaan apa?" tanya hendru yang sedikit kesel dengan ucapan rio dan widya juga menyetujui padahal dia mengajak widya keluar untuk mengenal satu sama lainnya.
rio yang menyadari ucapan hendru langsung tersenyum saat melihat wajah temannya itu begitu kesal. bukannya marah tapi rio merasa bahagia sebab rio tau pasti hendru sudah menerima widya dihatinya.
"iya iya aku gak akan menganggu kalian. aku cuma bercanda kok ndru. selamat bersenang-senang aku akan kembali ke kantor." pamit rio sambil berdiri mau pergi dari restaurant itu.
__ADS_1
"eh siapa yang mau bayar makanan kamu?" tanya hendru saat melihat rio mau pergi dari ruangan itu.
"kamu yang bayar ndru. kan kamu banyak duitnya."kata Rio sambil melangkah pergi dengan santainya.
'ni anak seenaknya saja pergi.'batin hendru akhirnya hendru mengajak widya pergi dari restaurant tersebut tapi terlebih dahulu dia membayar makanan mereka. hendru menyuruh widya untuk menunggu didepan restaurant.
tak sampai 10 menit hendru sudah selesai membayar dia langsung keluar untuk menghampiri widya dan mengajaknya pergi ke mall.
sesampainya dimall hendru langsung mencari parkiran yang kosong setelah mendapat parkiran hendru langsung mengajak widya masuk ke mall menuju bioskop.sesampai didepan bioskop hendru menyuruh widya menunggunya sambil duduk ditempat duduk yang ada didepan bioskop.
melihat widya sudah duduk hendru langsung pergi menuju roket untuk membeli tiket. hendru memutuskan akan menonton film komedi saja.
hendru berpikir lebih baik mereka menonton film komedi daripada romatis karena hendru takut kalau widya nanti berpikir kalau hendru sengaja memilih film yang bermesra-mesraan.
setelah mendapatkan tiket hendru pergi mengantri untuk membeli pop cron. sesudah mendapat 2 bungkus pop cron hendru langsung menemui widya dan langsung mengajaknya masuk kedalam.
hendru membeli tiket yang duduknya dipaling ujung supaya dia bisa ngobrol dengan leluasa dengan widya.
saat film dimulai widya sangat antusias karena baru kali ini dia bisa menonton film dibioskop sebab biasanya dia akan menonton layar tancap saat dikampungnya ada suatu perayaan itu pun mereka akan duduk beralaskan tikar yang dia bawa dari rumah.
saat widya asik mengamati ruangan itu dia merasa ada yang memperhatikan akhirnya dia menoleh kesampingnya ternyata hendru sekarang sedang melihatnya yang membuat widya malu dan salah tingkah.
"ada apa mas hendru kok liatin saya?" tanya widya yang menyadarkan hendru.
"gak kamu cantik wid." kata puji hendru semakin membuat pipi widya menjadi merah semerah tomat.
"kenapa pipi kamu menjadi merah gini semakin membuatku gemas dan ingin menciumnya." kata hendru keceplosan yang saat hendru menyadari dia langsung salah tingkah sendiri.
sedangkan widya yang terkejut dengan perkataan hendru semakin merah pipinya dan juga salah tingkah takut kalau hendru Melakukan apa yang diucapkan.
" maaf wid, perkataan aku yang tadi gak usah kamu pikirin ya aku cuma bercanda." kata hendru langsung saat menyadari kalau widya ketakutan.
__ADS_1
untungnya film segera dimulai sehingga widya dan hendru tidak merasa canggung. mereka berdua fokus menonton film dan tak ada pembicaraan sama sekali setelah film itu diputar.
selesai nonton film hendru berencana untuk mengajak widya membeli sesuatu yang dia inginkan. karena hendru yakin perempuan itu pasti suka kalau dibelanjakan.
"kita keliling mall dulu ya wid siapa tau ada yang kamu inginkan bilang aja." kata hendru ke widya.
" eh gak usah mas aku gak pengen apa-apa." kata widya.
" gak papa lagi wid. ya sudah kalau kamu gak mau membeli sesuatu kita jalan-jalan aja siapa tau kalau ada yang bagus kita beli." kata hendru.
widya hanya menganggukkan kepalanya dan ikut melangkah ikut kemana hendru berjalan.
saat mereka berjalan ada satu toko yang menarik bagi widya tapi dia tak berani mengatakan me hendru.
hendru menyadari tatapan widya kesebuah toko langsung mengajak widya berjalan masuk ke toko tersebut. saat widya tau melangkah kemana mereka widya merasa bahagia.
widya berpikir siapa tau dia bisa mencari buku tentang desainer biar dia bisa menambah pengetahuannya.
"kamu mau cari buku apa wid?" tanya hendru saat mereka sudah masuk didalam toko buku.
" widya mau cari buku tentang desainer mas." kata widya ragu.
" baiklah ayo ikut aku kita cari sama-sama." kata hendru sambil memegang tangan widya.
widya yang sadar saat tangannya dipegang oleh hendru hanya tersenyum malu. sedangkan orang-orang yang melihat mereka banyak yang mengatakan kalau mereka serasi yang satu cantik yang satu juga ganteng.
mendengar perkataan orang-orang disekitar membuat widya semakin malu. lalu widya mendekati hendru dan berbisik kalau dia malu diliatin orang-orang sedangkan hendru yang mendengar perkataan widya tadi hanya cuek bebek saja dan tetap memegang tangan widya.
sampai dibagian rak tentang desainer hendru langsung menyuruh widya mencari buku yang dia cari. widya tak butuh waktu lama dia mendapatkan dua buat buku yang dia inginkan.
saat dia mau bilang kalau dia sudah menemukan buku yang dia cari eh malah hendru yang gak ada disebelahnya.
__ADS_1
akhirnya widya memutuskan mencari hendru dengan cara menyusuri toko buku itu saat dia berada disebuah rak yang bertulisan agrobisnis dia melihat hendru ada disana dan membaca sebuah buku.
widya langsung menghampiri hendru untuk memberitahu kalau dia sudah mendapatkan bukannya.