Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
bab 34


__ADS_3

saat sudah sampai diparkiran hendru langsung saja masuk ke dalam mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya itu menuju butik mama naya.


sampai didepan butik hendru melihat kalau dalam butik itu masih terang benderang yang menandakan kalau masih ada kehidupan didalam sana.


hendru langsung saja memarkirkan mobilnya dan keluar berjalan menuju pintu masuk butik. saat dia mau membuka pintu butik ternyata pintunya dikunci dari dalam. sehingga hendru memutuskan untuk menelpon widya.


"hallo asalamualaikum.. ada apa mas?" tanya widya yang mengangkat panggilan dari hendru sambil tangannya masih bergerak manjahit gaun.


"aku didepan pintu masuk butik bisa gak kamu buka kuncinya sebentar." kata hendru langsung tanpa membalas salam dari widya.


"baiklah mas tunggu sebentar ya." kata widya sambil mematikan panggilan dari hendru.


saat widya bangun dari duduknya. ida yang melihat widya mau keluar malah bertanya.


"mau kemana wid?" tanya ida.


"mau buka pintu luar mbak. mas hendru ada diluar." kata widya yang menjelaskan.


"biar aku saja yang buka sekalian aku mau ke toilet." kata ida yang menawarkan diri untuk membuka pintu.


"emnag gak ngerepotin mbak ya?" tanya widya gak enak hati.


"gak papa kan sekalian aku mau ke toilet." kata ida.


ida langsung saja keluar ruangan sedangkan widya kembali lagi duduk didepan mesin jahit. ida terlebih dahulu membuka pintu untuk hendru.


"maaf mas kalau lama bukannya." kata ida meminta maaf.


"loh kok kamu ada disini?" tanya hendru yang heran kenapa ida juga masih lembur.


"oh kami berempat memang sepakat mau lembur mas. biar besok gaun yang widya buat bisa dicoba oleh pelanggan dan kalau ada yang kurang bisa langsung diperbaiki bukannya widya lusa mau cuti?" kata ida menjelaskan sekaligus bertanya.


"iya kamu benar lusa widya mau cuti. untung deh ada kalian aku pikir widya sendirian dibutik." kata hendru.


"gak kok mas kami ikut menemani ya sudah mas hendru masuk dulu gih. widya sama yang lain ada diruangan widya. saya mau permisi ke toilet dulu." kata ida yang mempersilahkan hendru masuk.

__ADS_1


ida langsung mengunci pintu depan setelah hendru masuk ke dalam butik. ida bergegas ke toilet karena dia sudah gak tahan lagi untuk buang air kecil.


didalam ruangan widya. hendru sangat terjengang dengan penampakan ruangan karena kain berserakan dimana-mana. sedangkan para wanita yang ada didalam sibuk dengan kegiatan masing-masing.


saking sibuknya sampai mereka tidak sadar kalau ada hendru yang masuk dalam ruangan itu. hendru tidak mau mengganggu mereka malah dia langsung duduk di sofa yang ada didalam sambil memandang widya yang serius bekerja.


'kamu cantik wid kalau sedang fokus bekerja gini.' batin hendru sambil melihat widya tanpa berkedip.


ida yang melihat itu langsung tersenyum saat hendru menatap kagum ke widya. dia yakin kalau anak bosnya itu telah menaruh hati ke widya.


"eh mas hendru mau minum apa?" tanya ida yang langsung menyadarkan mereka semua yang ada didalam sana.


"loh mas sejak kapan ada disini?" tanya widya yang mewakili kedua temannya untuk bertanya.


"dari 20 menit yang lalu aku duduk disini." kata hendru dengan santai.


"kok gak manggil aku kalau sudah sampai?" tanya widya yang gak enak hati.


"aku lihat kamu sibuk makannya aku gak mau ganggu. oh ya da didalam ada air mineral gak?" kata hendru.


" boleh da ambil 5 sekalian." kata mbak tiara.


mendapat perintah dari tiara langsung saja ida keluar lagi untuk mengambil air mineral yang ada diluar. sampai didalam langsung saja dia berikan kepada teman-temannya.


"masih lama kalian selesainya?" tanya hendru.


"ini bentar lagi. tinggal jahit sedikit ini saja habis itu selesai." kata widya.


"ya sudah aku tungguin." kata hendru.


"loh katanya tadi mas lembur kok jam segini sudah pulang?" kata widya.


"ya tadi mama telpon suruh jemput kamu." kata hendru.


"maaf ya mas jadi ngerepotin." kata widya.

__ADS_1


"gak papa kok ya sudah lanjut kerja aja biar cepat kelar aku tunggu disofa sana." kata hendru sambil menerima air yang dikasih oleh ida.


Mereka semua akhirnya berkutat lagi dengan pekerjaan mereka masing-masing sedangkan hendru sibuk dengan hpnya untuk mengecek email yang masuk ke hpnya.


"kalau diperhatiin mas hendru lebih ganteng kalau dia lagi serius kayak gitu." kata mbak tiara yang langsung mendapat respon dari ketiga temannya itu.


mereka bertiga sama sama memandang ke arah yang dilihat oleh tiara. mereka bertiga sama sama menganggukan kepalanya.


saat sibuk main hp hendru merasa ada yang memperhatikannya sehingga dia langsung mengangkat kepalanya dan melihat keempat perempuan yang ada didepannya menatapnya.


"kalian kenapa ngelihatin aku ada yang salah denganku." kata hendru yang menyadarkan mereka berempat.


"gak gak ada kok mas." kata tiara yang menyadarkan mereka bertiga.


"oh ya kalian sudah makan belum?" kata hendru.


"belum mas." jawab ida sama sari bersamaan.


sedangkan tiara sama widya yang mendengar cuma geleng geleng kepala aja.


"ya sudah kalau gitu aku keluar dulu beli makanan buat kalian daripada perut lapar gak konsentrasi kerja." kata hendru yang langsung berdiri untuk keluar membeli makanan.


"mas gak usah deh ngerepotin. biar ida sama sari aja yang keluar beli makanan." kata tiara yang melihat hendru mau membeli makanan.


"iya mas biar kita berdua aja yang beli. kan cuma didepan situ aja." kata ida.


"ya sudah kalau gitu ini uangnya." kata hendru sambil memberikan dua lembar warna merah.


"ini kebanyakan mas kalau cuma beli nasi uduk mah berlima cuma 50ribu aja." kata sari.


"kalian beli sate aja. aku lagi pengen makan sate ada kan." kata hendru.


"ada sih mas tapi nunggu lama gak papa kan." tanya ida.


"gak papa aku tunggu." kata hendru.

__ADS_1


ida dan sari melangkah keluar untuk memberi pesanan hendru sedangkan tiara dan widya kembali kerja.


__ADS_2