
Nessa yang tak mendapat perhatian dari hendruu sedikitpun merasa kesal.
"Bukannya aku udah bilang kemrin jangan pernah menampakkan dirimu dihadapanku." kata Hendru.
"Aku hanya ingin bicara sama kamu?" kata Nessa.
"Mau bicara soal apalagi." kata Hendru sambil berjalan pergi dari hadapan Nessa.
Nessa mengejar Hendru dan pura -pura tersandung yang membuat Hendru menolong Nessa bagi mereka yang tidak tau pasti mengira kalau mereka sedang berpelukan.
"Maaf ndru aku gak sengaja?" kata Nessa.
"Hemm, lain kali kalau jalan hati-hati." kata Hendru.
"Aduh.." kata Nessa.
"Ada apalagi?" kata Hendru yang mulai muak.
"Kayaknya kakiku terkilir deh ndru kamu bisa antar aku ke Rumah Sakit dulu! Aku gak tau mau minta tolong siapa lagi?" kata Nessa.
Hendru memapah Nessa menuju mobilnya. Sebenarnya dia malas menolong Nessa tapi dia tau kalau disini Nessa tak ada keluarga karena keluarganya semua ada diluar negeri.
Nessa yang bahagia karena rencananya sebentar lagi akan berhasil. Setelah pulang dari rumah sakit Nessa langsung pulang ke apartemennya bersama hendru yang memapahnya.
Nessa sebelum sampai rumah tadi mengirim pesan kepada seseorang agar memasang kamer dikamarnya dan dia juga tak lupa memberitau kepada orang itu untuk meletakkan minuman yang sudah dikasih obat perangsang.
Hendru sampai apartemen Nessa langsung membawanya ke kamar.
"Ya sudah aku pergi dulu." kata Hendru.
"Tunggu kamu minum dulu ini ada botol mineral." Aku selalu menyiapkan air kemasan disini." kata Nessa.
Hendru menerima botol minum itu tanpa curiga dia langsung meminum habis air itu. Saat hendru ingin keluar dari kamar itu dia merasakan badannya gerah. Nessa yang tau kalau perangsang itu sudah bekerja lansung saja mendekati Hendru.
"Ada apa ndru?" kata Nessa.
"Gak tau rasanya gerah." kata Hendru.
"Kamu lepas aja dulu baju kamu." kata Nessa.
"Gak aku gak mau." kata Hendru.
__ADS_1
"Gak papa ndru sini biar aku yang lepasin." kata Nessa.
Hendru yang mendapat sentuhan dari nessa langsung saja merasa ada gairah yang tidk bisa dijabarkan.
Nessa terus melakukan sentuhn sentuhan ke tubuh Hendru hingga akhirnya hendru tak bisa menahan lagi gairahnya karena pengaruh obat perangsang yang diberikan oleh Nessa hingga membuat mereka mmelakukan hal yang terlarang itu.
Nessa tersenyum menyelingai karena rencananya sudah berhasil tinggal dia mengirimkan video itu ke Widya,
Hendru yang bangun dari tidurnya langsung tersadar apa yang dia lakukan langsung engammbil bajunya dan pergi dari tempat itu.
"Siit bagaimana aku bisa melakukan perbuatan itu sih." kata Hendru.
Dia langsung pulang ke rumah. Sampai dirumah dia langsung mencari Widya. Ternyata istrinya ituu ada didalam kamar. Hendru langsung memeluknya karena rasa bersalah.
"Mas ada apa?" kata WIdya yang gak biasanya Hendru memeluknya saat pulang bekerja.
"Maafkan aku." kata Hendru.
"Maaf untuk apa?" kata Widya bingung.
"Kamu harus janji sama aku kalau aku ada salah atau melakukan sesuatu jangan pernah tinggalka aku." kata Hendru.
"Mas ngomong apa sih, aku gak ngerti?" kata Widya.
"Aku gak akan penah tinggalin mas walau mas buat salah tapi ada satu hal yang gak bisa aku toleril jika mas bermain perempaun dibelakangku." kata Widya membuat Hendru terdiam sejenak.
Mereka berdua melewati hari ini seperti biasa tanpa aa gangguan. keesokan harinya saat Widya sedang ada dibutik dia mendapatkan kiriman sbuah video dari no yang tak dikenal.
Widya langsng menonton video itu.. Betapa terkejutnya dia saat dia melihat hendru sedang melakukan hubungan yang dilarang dengan Nessa.
Widya teringat dengan kata-kata Hendru yang tak ingin Widya pergi walaupun bagaimana kadaannya. Ternyata Video ini yang dimaksut Hendru.
Widya langsung meminta izin ke tiara untuk pulang duluan karena kepalanya pusing. Widya memutuskan untuk pergi dari kehidupan hendru setelah mendapat kiriman video itu dan juga pesan dari Nessa kalau mereka berdua melakukan itu atas dasar suka sama suka.
Saat Widya keluar dengan membawa koper ditangan membuat bi lastri terkejut dan mendatangi keponakannya itu.
"Kamu mau kemana?" tanya bi lastri.
"Aku mau pergi dari sini." kata Widya.
"Kamu mau pergi kemana? kalau ada masalah antara kamu dan juga hendru selesai janagan main kabur kayak gini." kata bi lastri.
__ADS_1
Lia tak menjawab tapi mengambil hpnya lalu memberikan ke bi lastri.betapa terkejutnya bi lastri saat melihat video itu.
"Kamu yakin itu den Hendru?" kata bi Lastri yang gak terlalu percaya dengan video itu dia tetap berpikir positi kala video itu rekayasa.
"Aku yakin itu mas Hendru, apalagi buktinya semakin kuat saat aku medapat pesan dari mantan mas Hendr. Mereka melakukan itu atas dasar suka sama suka. Jadi aku mohon sama bibi biarkan aku pergi!" kata Widya.
"Bibi akan izinkan kamu pergi tapi kamu kirim dulu video berserta pesan itu ke bibi." kata bi lastri karena dia gak bisa melarang Widya sebab Widya kekeh untuk pergi.
Widya setelah mengirim apa yang diinginkan bi lastri langsung bergegas pergi dari rumah itu. Dia takut gak akan bisa pergi dari sana karena sebentar lagi mama Naya akan pulang dari butik.
Benar saja saat widya baru keluar dari pintu gerbang naik taksi online bertepatan dengan mama naya yang masuk kedalam rumah.
"Bi, lia dimana aku dengar dari karyawanku dia gak enak badan?" tanya mama Naya.
"Maaf bu Widya baru saja pergi dari rumah ini." kata bi lastri.
"Pergi bagaimana maksutmu?" kata mama Naya.
Bi lastri langsung memperlihatkan video yang dikirim oleh Widya. Mama Naya yang melihat langsung terkejut. Dia memskan untuk menelpon hendru dan papa Ikhsan agar cepat pulang.
"Ada apa sih ma kok nyurh kami cepat-cepat pulang?" tanya Hendru dan dibelakangnya ada papa IKhsan.
"Gak usah ngomong kamu. Sekarang lihat ini dulu dan jelaskan sama mama." kata mama Naya sambil menyerahkan hpnya.
"Ma mama dapat video ini darimana?" kata Hendru.
"Kamu gak perlu tau kamu harus jelaskan sama kami apa video ini benar kamu atau rekayasa?" kata mama Naya.
"Ma sekarang Widya dimana?" tanya Hendru khawatir kalau Widya pergi meninggalkannya.
Benar saja dugaannya Widya memilih untuk pergi dari rumah itu tanpa mendengar penjelasan darinya dulu.
Hendru yang tau kalau widya pergi lagsung saja berdiri dan berlari keluar untuuk mencari Widya tanpa perduli terikan dari mamanya.
"Pa Hendru mau kemana ituu?" kata mama Naya.
"Paling dia mau cari Widya." kata papa Ikhsan nyatai.
"Pa kok papa bisa santai begini sih?" kata mama naya yang mulai geram dengan suaminya.
"Kita suruh ryan untuk menyelidiki masalah ini." kata papa Ikhsan.
__ADS_1
"Kenapa papa gak suruh anak buuah papa saja karena dia yang lebih cepat dalam segala hal?" kata mama naya menyuruh papa Ikhsan memberi perintah pada asistennya untuk menyelidiki Video tersebut.