
hendru dan widya masuk ke dalam mobil. saat masuk widya tanpa sengaja melihat kertas yang menumpuk dikursi belakang.
"mas lain kali kalau banyak kerjaan gak usah jemput saya gak papa kok. saya berani pulang sendiri." kata widya yang gak enak kalau hendru harus meninggalkan kerjaannya demi dia.
"gak papa kok wid tadi kerjaan dikantor juga sudah aku selesaikan waktu didalam butik tinggal dikit aja." kata hendru.
"terus yang ada dibelakng itu kertas apa?" tanya widya sambil menunjuk kertas yang ada dibelakang mobil.
"oh itu kertas hasil test para mahasiswaku aku belum sempat memeriksanya. nanti mau aku periksa dirumah aja." kata hendru.
"maaf ya karena saya mas jadi meningalkan kerjaan mas." kata widya minta maaf karena gak enak hati dengan hendru.
"gak usah minta maaf itu sudah jadi tanggungjawab saya untuk lebih mementingkan kamu daripada pekerjaan." kata hendru.
"jangan gitu mas pekerjaan mas itu lebih penting daripada saya harusnya." kata widya.
" kenapa kok bisa gitu?" tanya hendru.
" mas pekerjaan mas itu melibatkan orang banyak lo. dikantor mas punya tanggungjawab terhadap karyawan kantor sedangkan di kampus mas bertanggungjawab dengan nilai mahasiswa mas. mereka semua bergantung pada mas." kata widya menjelaskan.
"baiklah kalau gitu. tapi tetap saja kamu yang utama karena kamu yang nantinya akan mendampingiku saat suka maupun duka." kata hendru sambil memegang tangan widya dan mengecupnya membuat widya menjadi malu dan salah tingkah.
"aku suka kamu yang malu malu gini wid sangat mengemaskan rasanya aku sudah gak sabar lagi menikah denganmu." goda hendru yang semakin membuat wajah widya menjadi lebih merah lagi seperti tomat.
"ish mas jangan mengoda saya terus bisa gak?" kata widya sambil menarik tangannya yang dipegang oleh hendru.
"bukannya kamu suka ya aku goda?" tanya hendru.
"apa sih mas malu tau." kata widya yang reflek memukul bahu hendru sedangkan hendru hanya terkekeh.
"aku gak janji untuk gak goda kamu soalnya aku suka wajah merah kamu ini." kata hendru sambil menangkupkan tangannya diwajah widya supaya widya bisa melihatnya.
mata mereka saling pandang satu sama lain membuat jantung mereka berdua berdebar dengan hebatnya. tanpa sadar hendru mengecup singkat bibir widya.
widya yang terkejut dengan ciuman hendru yang tiba tiba langsung mendorongnya menjauh.
"maaf maaf kan aku wid. aku gak sengaja menciummu." kata hendru yang menyadari kalau dia baru saja mencium widya.
__ADS_1
"maafkan saya juga yang sudah mendorong mas hendru karena terkejut. saya boleh minta sama mas sesuatu gak?" tanya widya yang membuat hendru berpikir macam-macam.
"memang kamu mau minta apa kalau aku bisa akan aku kaburkan?" kata hendru akhirnya yang tak ingin berpikiran buruk ke widya seperti wanita-wanita lain.
"saya berharap ciuman ini yang pertama dan terakhir sebelum mas menjadi suami saya. saya takut kalau nanti kebablasan." kata widya yang membuat hendru terkejut pasalnya dia sudah berpikiran yang gak gak terhadap widya.
hendru pikir widya seperti yang ada diluar sana. wanita yang sudah mendapatkan perasaan seorang pria akan menginjak injak pria itu dan mungkin akan memanfaatkan pria itu.
" mas kok diam. mas marah ya sama saya?" tanya widya yang melihat hendru tak kunjung menjawab.
"gak kok wid. aku malah bangga karena kamu bisa jaga diri kamu." kata hendru yang tersadar dari lamunannya.
"ya sudah mas saya mau masuk dulu sudah malam gak enak sama bibi ma mbak yanti." kata widya pamit keluar dari dalam mobil.
"ya sudah kalau gitu. sampai rumah langsung mandi terus istirahat." kata hendru dibalas dengan anggukan oleh widya.
mereka berdua keluar dari dalam mobil secara bersamaan. lalu hendru mengambil kertas kertas yang ada dijok belakang.
"mas ada yang bisa saya bantu?" tanya widya yang melihat hendru kerepotan saat membawa kertas kertas itu.
"gak usah wid gak papa. kamu berjalan pulang duluan saja." kata hendru.
"iya gak papa. sudah sana masuk rumah katanya tadi kasian sama bibi dan mbak yanti." kata hendru.
widya setelah mendengar perkataan dari hendru langsung saja meninggalkan hendru sendirian. benar saja saat dia memasuki rumah ternyata disana ada bibi yang menunggu.
"asalamalikum bi... maaf aku pulang malam?" kata widya saat melihat bibinya.
"walaikumsalam... kok tumben kamu pulang jam segini? terus kamu pulangnya sama siapa tadi?" kata bibi mencerca widya dengan bermacam-macam pertanyaan.
"maaf ya bi membuat bibi khawatir. aku tadi lembur nyelesain gaun yang dipesan oleh pelanggan kan besok lusa kita mau pulang gak enak sama mama naya kalau meninggalkan pekrjaan begitu saja. tadi pulang mas hendru yang jemput widya dibutik." kata widya menjelaskan supaya bibinya itu tidak khawatir lagi.
"ya sudah kalau kamu dijemput ma den hendru.bibi hanya takut terjadi apa apa sama kamu." kata bibi narti.
"bibi bisa liat sendiri sekarang widya gak papa kan." kata widya.
"ya sudah kalau kayak gitu kamu mandi terus istirahat. oh ya aku sampai lupa kamu sudah makan belum kalau belum biar bibi siapin?" kata bi narti.
__ADS_1
"sudah bi tadi aku makan malam sama yang lainnya dibutik." kata widya.
"ya sudah kalau gitu. bibi mau masuk kamar gak papa kan?" tanya bi narti.
"iya bi gak papa kok." kata widya.
widya masuk kedalam kamar untuk meletakkan tas dan juga mengambil handuk dan baju untuk mandi sedangkan bibi langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"widya sudah pulang bi?" tanya yanti saat bi narti masuk ke dalam kamar.
"sudah yan dia lembur hari ini." kata bi narti.
"syukurlah kalau begitu. ayo bi kita tidur kalau gitu." ajak yanti ke bi narti.
mereka berdua langsung merebahkan diri dikasur mereka masing masing. mereka selalu tidur awal karena mereka harus bangun pagi sekali untuk menyiapkan makanan untuknya sendiri dan juga untuk majikannya.
hendru yang masuk dalam rumah langsung saja mendapat pertanyaan dari mama naya.
"kamu jemput widya kan dru?" tanya mama naya yang duduk diruang tengah. terpaksa hendru berjalan ke ruang tengah padahal niatnya tadi mau langsung keatas.
"sudah ma tadi mama telpon hendru langsung berangkat ke butik." kata hendru.
"terus yang kamu bawa itu apa ndru?" tanya papa ikhsan.
"ini kertas ujian para mahasiswa yang belum sempat hendru periksa pa. terpaksa hendru bawa pulang buat dikerjain dirumah habis ini." kata hendru.
"ini sudah malam memang besok gak ada waktu lagi apa?" kata mama naya.
"siapa yang memajukan lamaran tanpa memberi tahu hendru dulu?" tanya hendru sambil menghera nafas beratnya karena keluaraganya tanpa memikirkan hendru.
"maaf sayang kami cuma ingin kamu cepat cepat menikah gak baik kalau lama lama lagian kamu sama widya tinggal satu rumah takut terjadi sesuatu yang gak diinginkan." kata mama naya menjelaskan.
"ma mana ada hendru sama widya tinggal satu rumah walaupun alamatnya sama tapi kan rumah kita beda." kata hendru.
"tapi kamu selalu antar jemput widya setiap hari mana kita tau kamu berbuat macam macam diluar sana." kata mama naya.
perkataan mama naya barusan membuat hendru tersadar. kalau tadi terjadi hal yang tidak diinginkan oleh mereka untung saja tadi hendru masih bisa menahan diri dan widya yang tidak terbuai dengan ciuman mereka berdua tadi.
__ADS_1
"terserah kalian saja bagaimana baiknya. akh mau ke atas dulu mau bersih bersih habis itu mau nyicil buat meriksa tugas tugas ini." kata hendru.
"ya sudah jangan tidur terlalu malam ingat kesehatan kamu." kata mama naya.