Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 44


__ADS_3

sesampainya dirumah hendru langsung menyuruh widya masuk ke rumahnya sendiri untuk siap-siap.


"Wid tunggu." kata hendru saat widya berjalan je rumah belakang.


"Ada apa mas? Apa ada yang tertinggal?" tanya widya berbalik menghadap hendru.


"Iya ada yang tertinggal. Tapi aku minta kamu tutup mata dulu." kata hendru.


"Kenapa harus tutup mata sih mas?" tanya widya yang penasaran.


"Biar seru." kata hendru.


"Apa yang seru kan aku malah jadi penasaran?"kata widya.


"Itu yang membuat seru wid. Rasa penasaran kamu." kata hendru.


"Kalau aku gak mau tutup mata?" kata widya.


"Kenapa gak mau tutup mata?" tanya hendru balik.


"Ih mas nyebelin ditanya malah tanya balik. Aku tu takut kalau mas berbuat kayak kemarin." kata widya membuat hendru bingung.


"Memang aku lakuin apa sama kamu?" kata hendru.


"Masak mas gak ingib kejadian dimobil." kata widya membuat hendru langsung tersadar apa yang mereka lakukan kemarin.


"Apa kamu mau mengulanginya denganku? Kalau kamu mau aku dengan senang hati akan melakukannya." kata hendru tersenyum mengoda widya.


"Gak aku gak mau." kata widya.


"Ya sudah kalau gak mau tutup mata sekarang atau mau aku cium lagi." kata hendru yang membuat widya langsung tutup mata.


Hendru yang melihat langsung tersenyum karena widya takut dengar gertakannya padahal dia tadi hanya bercanda.

__ADS_1


Hendru langsung memngambil tangan widya dan meletakkan gelang dipergelangan tangannya.


"Sudah buka matamu sekarang." kata hendru.


Mendengar hendru berkata begitu widya langsung membuka mata dan melihat dipergelangan tangannya karena tadi dia merasa kalau hendru meletakan sesuatu ditangannya.


"Ini apa mas?" tanya widya yang terkejut karena hendru memberikannya sebuah gelang.


"Itu gelang wid." kata hendru.


"Aku tau ini gelang tapi buat apa mas?" tanya widya.


"Itu hadiah dariku." kata hendru lagi yang mulai gemas dengan widya.


"Hadiah. Hadiah dalam rangka apa mas?" tanya widya lagi.


"Aku pengen ngasih emang harus nunggu kamu ulang tahun?" kata hendru.


"Kamu pantas kok." kata hendru.


"Tapi mas aku belum jadi istrimu apa kata orang nanti kalau kamu kasih aku barang semahal ini." kata widya.


"Gak usah perduliin kata orang. Aku ikhlas memberikan ini padamu."kata hendru.


"Makasih mas." kata widya.


"Oke.. kamu kembali kerumah sana." kata hendru.


Mendengar perkataan dari hendru menyuruh dia kembali langsung saja dia berjalan kembali ke rumah belakang.


Sesampainya dirumah belakang dia langsung masuk ke kamarnya untuk menyiapkan apa yang akan dibawa besok.


Sedangkan hendru langsung saja masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar mandi. Selesai mandi dia langsung saja menelpon ryan untuk menyakan apa ada pekerjaan yang belum dia kerjakan.

__ADS_1


'Hallo ya ada apa bos?'kata ryan.


'Apa ada pekerjaan yang belum aku selesaikan? Aku gak mau nanti kamu telpon aku tiba-tiba saat aku cuti.' kata hendru.


'Bentar bos saya akan tanya ke rina sebentar." kata ryan.


'Baiklah kalau begitu nanti kamu hubungin aku lagi. Sekarang aku mau memerikasa laporan universitas dulu.' kata hendru.


'Baik bos, kalau begitu saya tutup dulu.' kata ryan yang langsung mematikan panggilan.


Ryan langsung keluar dari ruangannya dan mencari rina untuk menanyakan apa ada pekerjaan yang belum diselesaikan oleh hendru.


"Rin apa ada pekerjaan bos hendru yang belum beliau kerjakan?" tanya ryan ke rina.


"Gak ada pak. Cuma harusnya lusa ada meeting dengan pak dev." kata rina.


"Apa kamu sudah memberitau beliau kalau bos gak bisa bertemu lusa?" tanya ryan.


"Sudah pak tapi beliau tetap kekeh mau ketemu bos lusa gak mau ganti hari." kata rina.


"Kalau misal bukan pak bos yang datang tapi saya yang datang apa beliau setuju?" kata ryan.


"Saya tidak tau pak. Saya akan telpon beliau lagi kalau kayak gitu. Tunggu sebentar ya pak." kata rina.


Tak butuh waktu lama rina mengabarkan kalau pak dev beliau mau kalau yang bertemu dengannya adalah pak ryan karena beliau tau kalau ryan adalah tangan kanan hendru.


Setelah mendengar perkataan rina. Ryan langsung menelpon hendru untuk mengabarkan kalau tidak ada pekerjaan yang tertinggal karena selama hendru pergi ryan yang akan menghendel pekerjaannya kecuali masalah kampus.


Akhirnya hari yang ditunggu sudah tiba. Keluaraga besar hendru pergi menuju rumah widya beserta widya untuk menyampaikan lamaran.


Tapi tanpa hendru ketahui sebenarnya mereka sudah melamar widya dan sekarang mereka pergi kerumah widya karena besok adalah acara pernikahan mereka berdua.


Keluarga besar hendru ingin memberi kejutan kepada kedua orang itu selain itu nenek hendru tidak sabar melihat hendru menikah.

__ADS_1


__ADS_2