
kedua teman hendru itu terkejut saat widya turun dari mobil yang hendru naiki itu.
"siapa gadis yang bersama hendru itu yan?" tanya aziz yang penasaran.
"mana aku tau tadikan aku berangkat sama kamu kesininya." tanya Ryan.
" cantik banget sumpah hendru beruntung banget." kata aziz yang diangguki oleh Ryan.
mereka berdua berdebat sampai tidak menyadari kalau hendru sudah ada didekat mereka.
" hei kalian berdua ngeributin apa sih?" Kata hendru.
" eh lo ndru. gak kita gak ngeributin apa-apa kok ya gak yan." kata aziz sambil menyenggol bahu sahabatnya itu.
" iya bener kata aziz." Ryan yang langsung menyetujui ucapan aziz setelah disenggol tadi.
" oh ya ndru kalau boleh tau siapa gadis cantik yang kamu bawa ini?" tanya aziz melihat widya dari atas sampai bawah yang membuat widya risih.
hendru yang menyadari kalau widya risih karena dilihat begitu. mau tak mau untuk menyadarkan aziz hendru terpaksa menginjak kaki aziz hingga membuat dia berteriak.
" kamu apa-apaan sih ndru kaki aku diinjak. emang aku gak boleh mengagumi kecantikan nona ini." kata aziz.
" gak gak boleh. kamu gak liat apa dia risih kamu liatin kayak gitu tau." semprot hendru ke aziz yang membuat Ryan ketawa keras karena aziz kena semprot hendru.
" kamu ngapain tertawa seneng aku disemprot ma hendru." kata aziz.
tapi tak membuat Ryan takut karena Ryan tau mereka berdua itu tak bertengkar beneran bentar lagi juga baikan.
" ayolah beritau aku siapa yang disebelah itu." kata aziz.
tukang bener kata Ryan mereka berdua tak kan bertahan lama kalau bertengkar.
" oh ya kenalin ini widya. wid kenalin ini sepupu aku aziz dan ini sahabat sekaligus asisten aku Ryan." kata hendru.
" eh aku aziz, kamu cantik apalagi kalau tersenyum gini membuat aku yang melihatnya jadi terbang kelangit." gomablnya aziz.
"aku widya.maksih pujiannya." kata widya.
tanpa mereka sadari kalau hendru sudah bermuka masan tapi Ryan menyadari perubahan wajah hendru jadi semakin curiga ada apa gadis ini dengan hendru. apa mereka punya hubungan sepesial.
"aku Ryan senang berkenalan denganmu. moga kamu betah saja sama tingkah laku teman-teman kami nanti karena mereka pasti tidak akan segan segan untuk merayakan atau mengombalimu." kata Ryan dan dibalas dengan anggaran oleh widya.
" sudahkah kepalanya ayo kita masuk sebentar lagi pasti acara akan dimulai." kata hendru.
mereka berempat berjalan beriringan masuk kedalam hotel saat mereka masuk ke dalam acara resepsi yang paling menjadi sorotan adalah hendru yang datang dengan wanita disebelah yang tampak serasi.
banyak yang bertanya-tanya siapa wanita yang dipandang oleh hendru karena setau mereka hendru tak pernah membawa seorang perempuan saat pergi keacara entah itu bisnis reuni ataupun nikahan yang diadakan oleh kolega.
tapi mereka semua tidak ada yang berani bertanya ke hendru takut kalau tuan muda itu akan marah. jadi mereka hanya bisa penasaran saja tanpa mengetahui siapa sebenarnya perempuan itu.
mereka berempat berjalan menuju meja yang telah disiapkan oleh penyelenggara. dimeja mereka sudah ada 2 sahabat hendru yang lain.
" eh sorry kita telat." kata hendru sambil menarik kursi untuk widya duduk.
perlakuan manis yang hendru tunjukkan itu membuat teman-temannya terbengong dan berpikir siapa sebenarnya gadis ini sebab gak biasanya hendru bersifat manis terhadap perempuan.
saat berpacaran dengan via pun hendru tidak pernah melakukan itu. hendru hanya cuek dan hanya menanggapi sekedarnya saja.
__ADS_1
tetapi dalam hati ke 4 sahabat hendru itu merasa bahagia karena hendru kayak sudah menemukan kebahagiaan.
" siapa gadis yang ada disamping kamu gak mau kenalin ke kita berdua?"tanya rendy.
" wid kenalin ini rendy dan Rio." kata hendru mengenalkan widya.
"hai saya widya salam kenal." kata widya sambil tersenyum.
" manis." kata Rio keceplosan yang membuat ketiga temannya menatap kearah Rio sambil memberi ancaman.
sedangkan yang diancam cuma cengar cengir. hendru menatap Rio dengan sengit.
" gak usah aneh-aneh kamu ri, bukannya kamu mau ngejar laura?" tanya hendru dengan nada marah.
" sorry sorry aku gak bermaksut kayak gitu aku cuma memuji. memang widya ini cantik dan manis kok tanya saja ke yang lain." kata Rio membela diri.
widya yang melihat suasana tegang itu langsung dengan reflek memegang lengan hendru supaya amarah hendru reda.
sedangkan hendru sendiri langsung menatap widya dan tersenyum saat mendapat perhatian manis dari widya. seketika itu amarahnya yang tadi memuncak berangsur angsur menghilang.
sedangkan keempat temannya merasa rega Karena widya berhasil menenangkan amarah widya. kalau tadi hendru benar-benar marah pasti akan bikin kacau pesta itu.
disudut ruangan itu ada yang melihat ketempat yang mereka duduk. perempuan itu adalah rheka. rheka penasaran siapa gadis yang berada disebelah hendru itu. pasalnya dia tau kalau sejak putus dengannya waktu itu keacara apapun pasti hendru tak akan mengajak seorang perempuan.
walaupun dia berpacaran dengan via kemarin tapi hendru tak pernah mengajak gadis itu ikut pesta atau kereunian.
tapi gak papa pasti aku akan bisa mendapatkan dirimu kembali karena aku yakin kalau sebenarnya hendru masih mencintaiku seperti dulu. gadis itu merasa yakin.
hendru dan teman-temannay ngobrol dan menikmati makanan serta minuman yang sudah dihilangkan. serta tidak lupa mereka melihat kebahagiaan diraut wajah kevin yang mengadakan acara ini.
" bukan bahagia lagi tapi terbang kearwana karena perempuan yang dia nikah adalah gadis yang cantik." kata aziz menimpali.
teman-temannya yang lainnya juga menyetujui perkataan aziz.
hendru melihat kaarah widya yang daritadi hanya diam dan sekali kali ikut menimapli pembicaraan teman-temannya itu.
" kamu kenapa wid?" tanya hendru. pertanyaan hendru yang mengarah ke widya membuat keempat sahabat hendru itu juga memandang ke widya.
" saya tidak apa-apa kok mas." kata widya.
" apa kamu mau makan sesuatu biar aku ambilkan untukmu?" kata hendru. perhatian hendru yang diberikan ke widya yang membuat mereka berempat tersenyum.
"eh ndru ajak widya dansa sana kayaknya dia ingin berdasarkan dengan kamu?" kata Rio.
" mau berdansa denganku?" kata hendru
" aku tidak bisa berdansa." kata widya dengan menunduk malu.
liat perubahan wajah widya membuat semua teman-teman hendru tersenyum dan kagum akan kecantikan widya. hebdru yang menyadari tatapan kagum yang diberikan kewidya langsung merasa kesal.
" kalian lihat apa ha?" kata hendru.
" ya ampun ndru masak megaguminya saja tidak boleh pelit amat kamu." kata rendy.
" gak ada yang boleh mengagumi dan memandang dia lama cuma aku yang boleh." kata hendru dengan posesif.
" ya ampun widya yang cantik kamu sabar aja ya karena kamu mendapatkan kekasih yang sangat sangat posesif ini." kata rendy yang sengaja menggoda hendru.
__ADS_1
" gak papa kok kak saya malah suka kalau mas hendru posesif itu berarti mas hendru benar-benar menjaga saya dan menyayangi saya." kata widya sambil menunduk kan kepala.
hendru yang mendengar ucapan widya langsung tersenyum sumringah dan langsung berdiri untuk mengajak widya berdansa.
" ayo kita berdansa saja daripada kamu bosan melihat wajah meyebarkan mereka." kata hendru sambil menarik widya ke dalam lantai dansa.
" tapi aku gak bisa mas." bisikan widya.
" kamu ikuti aku pasti kamu bisa." kata hendru meyakinkan widya.
terlihat sekali pancaraan kebahagiaan yang dipancarkan hendru yang membuat keempat temannya sungguh bersyukur karena sekarang hendru sudah mendapatkan kebhagiaannya.
" aku bahagia deh liat hendru mengenal widya terlihat sekali kalau hendru sangat menyayangi gadis itu." kata rendy.
" ya akhirnya sebentar lagi salah satu dari kita sould out." kata Rio yang ditertawai oleh ketiga temannya.
" padahal diantara kita berlima yang paling anti dengan perempuan adalah hendru tapi malah dia yang pertama mendapatkan kebahagiaannya." kata aziz
selesai berdansa hendru mengajak widya bertemu pengantin untuk mengucapkan selamat dan berpamitan pulang. saat menuju atas pelaminan tak sedikitpun hendru melepas gandengan tangannya dari widya.
" selamat ya vin moga langgeng sampai kakek nenek." kata hendru dengan tulus walaupun dulu sempat terjadi perselisihan diantara mereka.
"makasih Ya ndru sudah datang. eh siapa nih yang kamu bawa malam hari ini?" kata kevin penasaran dengan gadis disamping hendru.
" oh ya kenalin ini widya calon istriku." kata hendru.
" wah sebentar lagi mau nyusul aku dong kalau kayak gitu." kata kevin sambil merangkul sahabatnya.
"doain ya supaya aku bisa secepatnya nyusul." kata hendru lagi.
" oke kalau gitu." kata kevin.
" ya sudah kalau gitu selamat sekali lagi. sekalian aku Mau pamit pulang dulu kasian widya sudah capek." kata hendru sambil merangkul widya.
" ya sudah hati-hati dijalan. dan kamu wid kamu beruntung mendapatkan hendru." kata kevin.
mereka berdua turun dari pelaminan dan menghampiri teman-teman hendru untuk berpamitan sebelum mereka pulang.
sesampainya didalam mobil hendru memasang seltbelt ke widya dan langsung menjalankan mobilnya. didalam mobil mereka berdua hanya hening tanpa ada yang berbicara.
" oh ya wid kamu mau pernikahan yang seperti apa?" tanya hendru untuk memecahkan kecanggungan diantara mereka.
"eh aku ikut mas hendru saja." kata widya.
" kok ikut aku. memang kamu gak punya impian gitu." kata hendru.
" sebenarnya saya ingin kuliah terlebih dahulu baru nanti saya akan menikah tapi bukan pernikahan yang mewah kayak tadi cuma pernikahan yang sederhana saja." kata widya yang membuat hendru terdiam.
setelah mendengar impian widya tadi hendru terdiam yang membuat widya semakin serba salah.'apa perkataan aku tadi ada yang menyinggung mas hendru ya. kok sekarang dua jadi murung gitu.'
" mas apa perkataan saya ada yang menyinggung mas?" kata widya sambil memegang lengan hendru yang membuat hendru tersadar dari lamunannya.
"oh gak ada kok wid. aku cuma berpikir aja impian kamu itu gak akan terwujud karena kita harus menikah duluan baru jamu akan kuliah. tapi pernikahan kita nanti tak akan mungkin sederhana seperti yang kamu inginkan sebab keluargaku tak akan membiarkan itu.mereka pasti akan membuat pesta yang meriah untuk kita." kata hendru dengan raut penyesalan.
" kirain aku buat kesalahan ternyata mas mikirin itu. gak papa kok kalau gak sesuai dengan keinginan widya yang penting widya melihat orang-orang yang didekat saya bahagia." kata widya sambil tersenyum.
'kamu memang perempuan yang hebat wid.aku semakin kagum.' batin hendru.
__ADS_1