
Saat widya asik berbincang-bincang hpnya berbunyi lagi ternyata itu panggilan dari hendru. Mengabarkan kalau dia sudah ada diparkiran
Widya berpamitan dengan kedua temannya. Arya menatap kepergian widya sampai dia tak terlihat lagi.
"Ya kamu suka sama Widya?" tanya Ica.
"Iya tapi aku tau suka kan gak harus memilliki yang penting kita liat dia bahagia itu udah cukup." kata Arya.
"Syukur deh kalau kamu sadar. Aku gak mau persahabtan kita jadi terpecah gara-gara salah satu menaruh perasaan ke temannya. Apalagi kita baru mulai bersahabat." kata Ica.
"Aku ngerti kok ca tenang aja. Kamu mau kemana setelah ini?" kata Arya.
"Aku mau pulang, lagi males kemana-mana." kata Ica.
"Kamu naik apa pulang?" kata Arya.
"Aku naik angkutan umum." kata Ica.
"Ya sudah ayo aku antar pulang." kata Arya.
"Emang gak papa gak ngrepotin?" tanya Ica gak enak.
"Gak papa, lagian kalau aku pulang sekarang dirumah gak ada teman." kata Arya memang dirunahnya jarang ada orang karena kedua orangtuanya sibuk kerja.
"Ya sudah ayo antar aku. Nanti main dulu dirumahku kalau gak mau pulang." kata Ica.
"Kamu mengundangku main dirumahku gak takut?" kata arya tersenyum jahil.
"Gak usah pikir macam-macam dirumahku ada adik laki-lakiku kamu bisa main bersamaanya, lagian ibuku buka warung didepan rumah." kata Ica.
"Oh aku pikir..." kata arya.
"Makanya kalau mikir itu yang positif gak usah negatif mulu." kata Ica membuat arya tersenyum.
Arya mengantar Ica pulang sambil berbincang-bincang. Ternyata kedua sahabat perempuannya ini adalah perempuan yang tangguh. Ica kalau sore bekerja dicafe untuk membantu ibunya kerena dia kuliah ini mendapatkan beasiswa.
Arya berjanji akan melindungi mereka berdua dan tak akan membiarkan apapun menyakiti mereka.
Widya yang diantar hendru sudah sampai butik karena jarak dari kampus ke butik tak jauh. Hendru langsung menjalankan mobilnya menuju perusahaannya setelah widya turun.
Widya terkejut saat hendru langsung menjalankan mobilnya karena biasanya dia akan menahan widya keluar dari mobil."Mungkin Hendru sibuk?" pikir widya.
Widya masuk ke dalam setelah melihat mobil hendru tak terlihat lagi. Sari dan Ida terkejut saat widya masuk ke dalam butik. Mereka langsung menghampirinya.
"Loh wid katanya hari ini kuliah?" kata Ida.
"Iya katanya kuliah kok sekarang kesini?" kata Sari.
__ADS_1
"Satu satu tanyanya. Aku tadi memang kuliah dulu habis itu aku baru kesini setelah selesai kuliah. Mau pulang juga gak ada siapa siapa dirumah mending kesini kan." kata Widya.
"Baiklah kalau kayak gitu." kata Ida.
"Kalian lagi gak sibuk?" tanya widya.
"Udah gak sekarang tadi sibuk." kata Sari.
"Oke kalian istirahat aja dulu, aku mau masuk keruanganku." kata widya sambil berjalan menuju ruangannya.
"Loh wid, kamu kok kesini?" tanya Tiara yang melihat tiara masuk.
"Iya kuliahnya cuma bentar jadi kesini aja daripada pulang gak ada orang dirumah." kata widya.
"Oh gitu untung sih kamu kesini." kata tiara.
"Emang ada apa mbak kok kayaknya bingung gitu?" kata widya.
"Ini tadi ada pelanggan yang hanya ingin gaun rancangan kamu saja. Tadi bu naya sudah menujukan rancangannya tapi beliau gak mau." kata tiara.
"Mbak kan rancangan aku masih ada disini gak aku bawa pulang." kata widya.
"Kamu kunci sayang lacinya." kata tiara
"Ya ampun mbak aku lupa ngasih kuncinya ke kamu." kata widya sambil menepuk dahinya.
Widya setelah berbincang dengan tiara langsung duduk dan mengambil kertas untuk menuangkan ide idenya.
Dilain tempat hendru hari ini sangat sibuk dikantor banyak investor yang ingin kerjasama lagi dengannya setelah kebenaran om Bagaa terungkap.
Hendru karena terburu-buru tadi menyadari kalau sikap terburu-buru tadi membuat widya berpikir yang tidak tidak.
Saat hendru kelelahan habis meeting Nessa masuk ke dalan ruangan hendru.
"Ndru aku bawain kamu makan siang." kata Nessa.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Hendru.
"Ini aku bawakan kamu makan siang." kata Nessa.
"Gak perlu aku udah minta ryan untuk membelikannya." kata hendru.
"Tapi aku udah membawakannya ini makanan kesukaan kamu lo." kata Nessa tetap memaksa.
"Aku bilang gak ya gak kenapa ngeyel sih." kata hendru membentak Nessa.
Bertepatan dengan itu ryan masuk membawakan makanan pesanan hendru. Ryan terkejut saat masuk didalam ada Nessa didalam.
__ADS_1
"Loh ada tamu to? Maaf ganggu aku pikir cuma ada kamu Ndru." kata ryan.
"Gak papa bawa sini pesananku kita makan bareng-bareng disini." kata hendru mengajak ryan makan bareng.
"Gak papa memang?" kata ryan.
"Gak papa lagian dia tamu tak diundang." kata hendru membuat nessa kesal sedangkan ryan hangat tersenyum.
"Ya sudah kalian nikmati makan siangnya aku mau pulang dulu." kata Nessa sambil beranjak dari duduknya.
"Loh ini makanannya gak dibawa Nes?" tanya ryan.
"Gak itu buat hendru kok yan." kata nessa.
"Ni makan dari mantan." kata ryan.
"Makan aja kalau kamu mau, kalau gak mau kasih ke OB atau karyawan." kata hendru.
Mereka berdua makan siang dengan cepat karena mereka akan ada meeting lagi diluar. Widya terpaksa pulang naik taksi online karena tadi hendru kirim pesan kalau dia tak bisa jemput.
Sampai rumah dia langsung naik keatas menuju kamar. Habis mandi dia keluar untuk menuju meja makan ternyata disana ada kedua mertua, kakak ipar tak lupa pula ricky.
Ricky yang melihat widya langsung turun dari kursinya. Anak itu memeluk widya sambil memgadakan tangannga minta digendong.
"Ric,turun kasian tante pasti capek pulang kerja!" kata risa.
"Gak papa mbak. aku kangen sama dia. ricky kangen gak sama tante?" tanya widya.
"angen..iky angen ate." kata ricky sambil melangkur leher widya tak mau lepas.
"Iky mau disuapi makannya?" kata widya yang hanya dianggukin oleh anak kecil itu.
widya telaten menyuapin makanan ke ricky hingga makanan yang dipiring ricky habis barulah dia ambil makan buat dirinya sendiri.
Mereka setelah makan berbincang-bincang diruang keluarga. Mereka lucu sama ricky yang tak mau lepas dari widya padahal anak itu paling susah kalau disuruh dekat sama orang lain.
Hanya hendru saja yang belum pulang malam ini. Walaupun widya bermain dengan ricky tapi pikirannya gak ada disini dia memikirkan hendru kok belum pulang. Mama naya yang tau kalau widya banyak pikiran langsung bertanya.
"Wid kamu mikirin apa?" kata mama naya membuat yang lain ikut memandang widya.
"Kok jam segini mas hendru belum pulang ya ma?" kata widya.
"Mungkin dia lagi sibuk, soalnya para investor yang kemarin membatalkan kontrak sekarang mau bekerjasama lagi jadi hendru harus bikin perjanjian kontrak baru." kata doni.
"Iya bentar lagi pasti dia pulang." kata papa ikhsan.
"Mama yakin hendru baik-baik aja kok."kata mama naya.
__ADS_1
"Iya ma." kata widya yang sedikit tenang saat kakak doni bilang kalau hendru sibuk.