Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
bab 31


__ADS_3

saat widya merebahkan badannya terdengar ada pesan masuk dihpnya langsung saja dia melihat siapa yang mengirimi pesan.


[wid maaf ya kalau keluargaku memajukan pernikahan kita kamu tak apa kan?] tanya hendru dalam pesan.


[gak papa kok mas. tapi aku malah gak enak sama mas hendru aku takut mas hendru belum siap] kata widya jujur tentang apa yang ada dipikirannya.


[maksut kamu apa wid?] tanya hendru yang tak mengerti.


[saya takut mas hendru terpaksa menikah dengan saya] balas widya.


hendru terkejut saat melihat chat dari widya. dia gak menyangka kalau widya bisa berpikiran begitu.


[aku yakin dengan pernikahan ini wid. kamu gak perlu ragu] kata hendru.


[tapi tadi waktu mama bilang mau majuin lamaran kita mas kelihatan gak senang] kata widya.


melihat pesan dari widya yang berbunyi seperti itu hendru berinisiatif menelpon widya. tak butuh waktu lama panggilan pertama langsung diangkat oleh widya.


'asalamualaikum mas' kata widya.


'walaikumsalam..kok kamu bilang begitu sih?' kata hendru.


'bilang apa mas?' tanya widya lagi yang gak paham dengan perkataan hendru.


'kenapa bisa berpikir kalau aku terpaksa nikah sama kamu?' kata hendru.


'tadi kelihatan wajah mas berubah saat mama bilang lamaran kita dimajukan menjadi 2 hari lagi.' kata widya yang membuat hendru langsung teringat waktu mama bicara tadi hendru langsung masuk begitu aja.


'wid bukan gitu kamu salah paham. aku terkejut dengan ucapan mama karena itu terlalu mendadak sedangkan kerjaan aku dikantor sama dikampus sama banyaknya. kalau mendadak gitu kan aku gak bisa menyelesaikan semua itu sekaligus.' kata hendru menjelaskan supaya widya tidak salah paham lagi.


'maaf mas kalau pikiran aku salah ke mas. soalnya kan keluarga saya beda jauh sama keluarga mas. saya takut dengan pandangan orang tentang pernikahan ini.' kata widya.


'keluarga aku gak pernah beda bedain kasta. masalah omongan orang gak usah dipikirin anggap aja itu angin lalu.' kata hendru.


'tapi mas aku masih takut.' kata widya.


'udah gak usah pikir macam-macam kan kita yang jalanin bukan mereka.' kata hendru.


'kamu udah mandi wid?' tanya hendru mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


'belum mas sebenarnya tadi mau istirahat sebentar habis itu baru mau mandi tapi keburu mas kirim pesan dan sekarang malah telpon.' jawab widya yang membuat hendru terkekeh.


'ya sudah aku tutup telponnya kamu mandi ya. aku juga belum mandi.' kata hendru.


'ya sudah aku mandi dulu mas.' kata widya yang lalu menutup panggilan terlebih dahulu.


hendru yang tau kalau panggilannya ditutupi hanya mengeleng-gelengkan kepala. hendru menghera nafas karena dalam waktu dua hari dia harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum ditinggal ke desanya widya.


hendru mengirim pesan ke Ryan untuk menayakan apa saja pekerjaan yang belum dia kerjakan kalau ada yang penting hendru menyuruh ryan mengirim ke email nya supaya dia bisa mengerjakan kerjaan itu karena dua hari lagi dia harus ambil cuti.


setelah mengirim pesan hendru langsung masuk ke kamar mandi untuk meyegarkan badannya karena badannya sudah lengket semua.


widya juga sama setelah mengakhiri panggilan langsung pergi mandi dan mengambil camilan yang ada dikulkas untuk menemaninya bekerja.


"wid sudah pulang?" tanya yanti yang mengagetkan widya.


"eh mbak yan belum tidur?" tanya widay.


"belum ni mau ambil air habis tu mau tidur. kamu Cari apa?" tanya yanti.


"cari makanan buat nemenin aku gambar mbak." kata widya.


" itu ada kue dikasih sama ibu tadi makan aja." kata yanti


"gak usah besok kan mbak sama bi narti mau belanja biar sekalian belanja buat rumah ini." kata mbak yanti.


" emang gak papa mbak maaf ya malah ngerepotin kalian besok sebelum berangkat aku kasih uang buat belanja." kata widya yang gak enak kalau yang belanja mbak yanti ma bi narti tanpa widya memberi uang.


"gak usah kan udah dikasih sama ibu wid. sudah mbak masuk dulu, mau telpon anak mbak sebelum tidur." kata mbak yanti sambil berjalan kembali ke kamar.


widya sendiri setelah mengambil kue dan bikin teh langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk menggambar sketsa baju.


widya mencoba untuk bikin pakaian yang bertemakan bunga lily. entah kenapa widya suka sekali dengan bunga lily.


saat dia serius mengambar terdengar suara hpnya berbunyi lagi. widya meninggalkan gambarnya untuk melihat siapa yang malam-malam menelpon.


'hallo asalamualaikum li. ada apa malam-malam telpon mbak?" tanya widya saat melihat kalau yang menelpon ali adiknya.


'walaikumsalam mbak ini ibu mau bicara sama mbak.' kata ali sambil menyerahkan hpnya ke ibunya.

__ADS_1


'hallo asalamualaikum nduk.. piye kabarmu disana?' kata ibu saat sudah memegang hp ali.


'walaikumsalam bu. alhamdulillah baik bu gimana kabar ibu sama bapak disana sehat kan?' tanya widya baik.


'alhamdulilah ibu baik. bapakmu yo apik.' kata ibu imah.


'ada apa bu kok tumben malam-malam telpon?' tanya widya.


'ibu mau tanya apa bener kamu 2 hari lagi bakal pulang kampung?' tanya ibu imah.


'iya bu ada apa emangnya?' tanya widya.


'ibu cuma khawatir apa kata tetangga kita dikampung. kamu baru 2 bulan pergi kekota tapi pulang-pulang mau nikah.' kata ibu imah bicara tentang kekhawatirannya.


'gak usah dipikirin apa kata tetangga bu yang terpenting kita gak minta mereka. lagian yang jalanin kan widya bukan mereka.' kata widya menenangkan ibunya.


'iya sudah kalau kamu ngomong kayak gitu ibu percaya sama kamu nduk. yang terpenting buat ibu sama bapak itu kebahagiaan kamu.' kata ibu imah.


'ya bu insyaallah aku yakin dengan keputusan yang aku ambil.' kata widya.


'yowes nek gitu ibu tutup dulu sudah malam kamu cepet istirahat besok kerja to?' kata ibu imah.


'iya bu besok widya harus kerja.' kata widya.


'yowes jaga kesehatan dan hati-hati kalau kerja. bar iki dang turu.' kata ibu imah yang berpamitan untuk mengakhiri telpon mereka.


'geh bu. ibu sama bapak jaga kesehatan.' kata widya habis itu mematikan panggilannya.


baru saja dia mengakhiri panggilan dari ibu imah ternyata hendru menelpon widya lagi.


'hallo asalamualaikum mas ada apa?' tanya widya.


'walaikumsalam wid. mas cuma mau kasih tau kamu kalau besok mas gak bisa antar jemput kamu soalnya mas harus lembur kan dua hari lagi harus cuti.' kata hendru panjang lebar supaya widya tak salah paham lagi.


'iya mas gak papa besok saya kan bisa bawa motor sendiri kok.' kata widya.


' ya sudah kamu cepat tidur udah malam. mas cuma mau ngomong itu tadi.' kata hendru.


' iya mas kalau gitu widya tutup dulu telponnya mas.' kata widya setelah hendru berkata iya langsung saja panggilan itu dimatikan oleh widya.

__ADS_1


widya gak jadi gambar sketsa dia langsung membereskan kertas yang sudah berselakan dimejanya. setelah membereskan alat-alat yang dibuat gambar dia makan kue dan minum teh yang dia bawa masuk tadi baru lah setelah itu dia tidur.


hendru beda lagi dia malah sekarang berkutak didepan laptopnya untuk membuat tugas yang akan dia berikan ke mahasiswanya selama dia ambil cuti.


__ADS_2