Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 24


__ADS_3

hendru menghera nafas kasar saat rheka pergi dari ruangan itu.


"besok besok jangan biarin dia masuk kesini." perintah hendru yang dianggukin oleh ryan.


"ya aku mengerti."kata ryan.


"panggil rina kesini? habis itu kamu juga ikut masuk lagi." kata hendru.


mendapat perintah dari hendru. ryan langsung bergegas keluar untuk memanggil rina yang menyuruhnya untuk masuk.


mereka berdua masuk secara bersamaan. rina tau kalau bosnya itu memanggilnya pasti dia ingin tau jadwal kerjanya hari ini.


"hari ini bapak ada meeting direstoran jepang jam 10 terus dilanjut jam 2 ada meeting dikantor untuk membahas tentang proyek yang akn dibangun dan juga tentang produk yang akan diluncurkan." kata rina tanpa menunggu hendru bertanya.


mendengar itu hendru hanya menangguk dan menyuruh ryan menyiapkan dokumen yang diperlukan.


sedangkan dibutik pelanggan yang mereka tunggu datang. perempuan itu langsung mencoba gaun pengantinnya.


setelah dia pakai langsung keluar dari ruang ganti semua orang yang disana melihatnya terpanah selain orangnya cantik ditambah lagi gaun yang dipaki benar-benar sesuai dengan tubuhnya.


"bagaimana bagus gak ma?" tanya pelanggan itu ke mamanya dia kesana bukan hanya dengan calon suaminya saja tetapi dengan mama dan mama mertuanya. mereka juga mau mencoba kebaya yang sudah dipesan untuk pernikahan putrinya ini.


"kamu cantik sayang." kata calon suaminya yang langsung memeluknya dari belakang.


saat mereka masih terpaku dengan pelanggan itu mama naya keluar dari ruangannya untuk menyapa pelanggan tetapnya itu.


"selamat siang. gimana apa kalian suka dengan pakainnya?" tanya mama naya menghampiri mereka.


mama naya terkejut ternyata besan dari pelanggannya itu adalah teman SMA dia dulu.


"loh ini risna bukan sih?" tanya mama naya yang masih belum percaya kalau dia bertemu dengan teman lamanya.


"iya ini aku risna nay. ini butik kamu nay?" tanya risna juga ikut terkejut dan memeluk sahabatnya itu.


"iya ini butikku. loh bukannya kamu ikut suami disurabaya ya?" tanya mama naya.


"iya aku tinggal disurabaya. aku kesini karena putraku mau nikah jadi aku kembali kesini. oh ya ini besanku tata." kata risna.


"kalau tata ini aku sudah kenal dia pelanggan tetap aku disini." kata mama naya.

__ADS_1


" iya mbak pakain dibutik mbak naya ni selain bagus harganya juga sesuai dengan kualitasnya." kata tata memuji pakaian yang ada diutik itu.


" kamu itu ada ada saja ta." kata mama naya.


"memang naya ini dari dulu waktu masih muda dia memang punya cita-cita ingin jadi desainer dan ternyata dia sekarang sudah mewujudkannya." kata risna.


"ma kok malah ngobrol sendiri sih bagus gak ini." tanya putri tata.


"bagus sayang kamu cocok pakai gaun itu, dan kamu gas sangat tampan." kata risna memuji menantu dan anaknya.


"oke kalau gitu aku pilih ini aja ya mbak." kata putri.


"baik mbak mari saya bantu buat lepasin bajunya." ajak ida.


mereka masuk lagi kedalam ruang ganti untuk berganti pakaian. sedangkan para mama asik mengobrol menceritakan masa muda mereka.


mama naya apalagi dia merasa senang karena bisa bertemu dengan teman lamanya yang sudah lama gak ketemu.


dikantor hendru sibuk dengan berkas berkas yang harus dia tanda tangani dan mempelajari dokumen yang harus dia selesaikan.


hendru fokus bekerja tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"ndru apa papa menganggu?" tanya papa ikhsan yang duduk didepan meja hendru.


"papa dengar model baru kita teman SMA kamu ndru?" tanya papa ikhsan.


mendengar perkataan papanya dia langsung menghera nafas dan menyadarkan punggunnya ke kursi.


"iya pa dia tema SMA aku tapi aku baru tau karena aku menyerahkan semua ke niko." kata hendru.


"oh papa pikir kamu yang merekomendasikan teman kamu itu." kata papa ikhsan lega. hendru yang melihat wajah papanya merasa lega menjadi penasaran.


"memang ada apa pa? papa tau sesuatu yang gak hendru tau?" tanya hendru.


"papa mendengar gosip dikantor ini kalau kamu dulu menjalin hubungan dan sekarang kamu kembali lagi padanya. papa takut kalau itu terjadi kasian widya hen." kata papa ikhsan.


"memang siapa yang nyebarin gosip seperti itu pa. aku saja gak dengar." kata hendru.


" katanya pagi tadi dia datang kesini." kata papa ikhsan memastikan kalau itu gak benar.

__ADS_1


"iya memang dia datang tadi pagi tapi aku gak sendirian diruangan ini ada ryan yang menemaniku kok pa. lagian aku gak mungkin tergoda dengan perempuan seperti dia sudah jelas motif dia datang hanya untuk menggoda." kata hendru menjelaskan panjang lebar.


"ya sudah kalau kamu tau papa takut kalau kamu akan tergoda kasian kan widya sudah kamu kasih harapan." kata papa ikhsan.


"pa kalau dengan widya hendru serius. hendru janji gak akan membuat widya sedih. aku akan menjaga dia." kata hendru meyakinkan papanya.


"papa percaya sama kamu tapi papa gak yakin sama perempuan itu." kata papa ikhsan.


"maksut papa gimana?" tanya hendru.


"dia pasti akan melakukan banyak cara untuk mendapatkan kamu kalau memang perempuan itu mau memiliki kamu." kata papa ikhsan yang membuat hendru mengerti dengan kekhawatiran papanya.


"lagian ngapain papa khawatir bentar lagi aku dan widya akan menikah pasti papa sama mama ingin mengadakan pesta yang meriahh benar gak tebakan hendru?" tanya hendru ke papanya.


"iya kamu benar mama kamu pasti akan mengadakan pesta yang meriah dan mengundang banyak orang kayak kamu gak tau mama kamu saja ndru." kata papa ikhsan.


"ya kan bagus dengan begitu gak ada yang bakal godaaku lagi." kata hendru.


"iya sih tapi kita juga perlu jaga jaga kamu kan pewaris perusahaan ini pasti mereka akan mencari cara untuk menjatuhkan kamu maupun ingin memiliki dirimu." kata papa ikhsan.


"ya pa tenang saja kalau itu." kata endru.


lagi berbicara serius tiba-tiba ryan masuk tanpa mengetuk pintu. hendru yang melihat hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya sekaligus asistennya itu.


ryan terkejut saat masuk ternyata disana ada papa ikhsan dan langsung meminta maaff.


"ma pak saya masuk tanpa mengetuk pintu saya pikir tidak ada tamu." kata ryan merasa bersalah karena sudah mengganggu pembicaraan mereka berdua.


"iya gak papa yan. memang ada yang penting sehingga kamu masuk kesini?" tanya papa ikhsan.


"saya mau mengingatkan pak hendru kalau kita harus berangkat kerestaurant jepang untuk bertemu klien." kata rya menjelaskan.


"oh ya sudah kalau kayak gitu papa kembali keruangan dulu." kata papa ikhsan sambil berlanjak dari duduknya keluar untuk kembali keruanganya.


sedangkan hendru yang melihat papa ikhsan keluar langsung bersiap-siapa untuk berangkat dia merapikan dokumen yang belum sempat dia kerjakan karena kedatangan papa ikhsan tadi.


"kamu sudah memepersiapkan dokumennya yan?" tanya hendu.


" sudah dru ni aku sudah bawa." kata ryan sambil menunjukan dokumen yang dia bawa.

__ADS_1


mereka langsung berlanjak keluar didalam lift hendru bertanya tentang gosip yang sedang dibicarakan oleh orang-orang kantor.


ryan membenarkan gosip itu dan akan mencari tau siapa orang yang sudah menyebarkan gosip itu. sesampai dibawah mereka berdua langsung menuju mobilnya. tanpa menghiraukan karyawan yang berbisik bisik tentang hendru. sebenarnya hendru geram tapi dia mendiamkannya karena masih ada yang lebih penting lagi daripada gosip yang gak penting.


__ADS_2