Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 67


__ADS_3

Nessa kesal sendiri kareba rencanannya untuk membuat Widya cemburu gagal. Tapi setelah itu dia tersenyum licik karena tiba-tiba mendapatkan sebuah ide.


Sedangkan hendru merasa khawatir dan gelisah karena sejal sampai didalam kamar tadi istrinya diam saja tak mau bicara. Widya sampai dikamar langsung saja masuk ke kamar mandi tak memperdulikannya sama sekali.


"Sayang kamu kenapa sih?" tanya hendru saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi.


"Gak papa, memang ada apa denganku?" kata Widya dingin.


"Sayang kamu gak biasanya diamin aku kayak gini. Kamu marah sama aku gara-gara Nessa tadi?" tanya Hendru.


"Ngapain aku marah sama mas gara-gara perempuan itu?" kata Widya yang membuat Hendru semakin serba salah.


"Sayang liat aku." kata Hendru sambil membalik badan Widya agar menghadapnya.


"Ada apa sih mas aku capek mau tidur." kata Widya.


"Yakin mau tidur?" kata Hendru sambil mengelus bagian tubuh Widya yang sensitif akan sentuhan.


"Mas bisa jauhi tangan kamu gak?" kata Widya.


"Sayang kok gitu sih. Aku harus lakuin ap supaya kamu gak marah sama aku?" tanya Hendru.


"Aku mau mas ceritain semua tentang Nessa dan kenapa mas putus sama dia?" kata Widya akhirnya.


"Baiklah akan aku ceritakan semuanya. Nessa adalah perempuan pertama yang membuat hatiku jatuh cinta. Kami berpacaran sejak awal kuliah sampai kita berdua lulus dan aku bekerja sebagai dosen. Nessa tak tau kalau aku pewais Arcana grub yang dia tau aku hanya seorang dosen yang gajinya tak seberapa. Nessa meninggalkanku dan menikah dengan sahabatku sendiri 3 tahun yang lalu. Sejak saat itu aku tak pernah menjalin hbungan dengan perempuan manapun karena aku berpikir semua perempuan itu sama. Hanya menginginkan hartaku apalagi 2 tahun belakangan aku menduduki posisi CEO diperusahaan semakin membuat para perempuan itu mengejarku tapi tak ada satu pun yang bisa meluruhkan hatiku." kata Hendru.


"Lalu kenapa masmau nikah denganku?" kata Widya.


"Aku pertama kali melihatmu sebenarnya sudah tertarik padamu tapi aku belum bisa mengartikan perasaamku. Hingga keluargaku bilang akan menjodohkanmu denganku waktu itu. Saat itulah aku memantapkan hati untuk menerima kamu sepenuhnya dan semakin kesini aku semakin sayang sama kamu dan tak bisa jauh darimu." kata Hendru.


"Gombal banget, gak mempan gombalannya buatku." kata Widya.


"Serius sayang ini bktinya." kata Hendru sambil mencium bibir Widya tapi hanya sebentar karena Widya mendorong tubuh Hendru.


"Kenapa lagi sayang?" tanya Hendru yang putus asa karena ditolak istrinya.


"Soal Nessa." kata Widya.


"Kenapa lagi dengan dia kan aku sudah jelaskan sama kamu kemarin kenapa aku menerima dia kerja diperusahaan hanya kasian." kata Hendru.


"Apa mas yakin dia suda bercerai dengan suaminya?" tanya Widya.


"Aku gak tau dan gak mau tau karena ada yang lebih penting daripada ngurusin itu." kata Hendru.


"Apa yang lebih penting dari itu?" tanya Widya.

__ADS_1


"Ini." kata Hendru mulai mencium kembali bibir Widya dan kali ini Widya tidak menolaknya lagi.


Hendru yang mendapat lampu hijau langsung saja memperdalam ciumannya dan tangannya juga tak hanya diam saja tapi juga menyentuh bagian tubuh istrinya yang lain.


Malam itu mereka berdua menghabiskan malam yang panjang. Pagi harinya mereka berdua bertemu dengan Aziz.


"Mau kemana pagi-pagi udah keluar hotel?" tanya Aziz yang melihat pasangan itu keluar dari hotel.


"Hari ini Widya ada kuliah pagi. Aku harus mengantarnya dulu padaha hari ini aku ada rapat pagi." kata Hendru.


"Biar istrimu aku yang antar gimana kamu mau gak kalau aku yang antar?" tanya Aziz menawarkan diri.


"Boleh mas aku ikut ma kak Aziz?" tanya Widya.


"Ya sudah kalau gitu, aku titip istriku." kata Hendru mengizinkan widya diantar oleh Aziz.


Diparkiran hotel barulah mereka berpisah. Aziz dan WIdya didalam mobil banyak berbicara apalagi Aziz yang ramah membuat mereka berdua mudah akrab.


"Makasih ya udah antar aku kak." kata Widya.


"Sama-sama lagia kita searah." kata Aziz.


"Wid ini suami kamu?" tanya Ica menghampiri Widya dengan Arya yang berada dibelakangnya.


Aziz langsung memperkenalakan dirinya keteman Widya karena dia tau kalau sekarang Widya merasa tak enak hati.


"Aku Aziz adik sepupu Hendru." kata Aziz memperkenalkan diri.


"Aku Ica dan ini Arya." kata Ica.


"Kalian pacaran?" tanya Aziz yang tadi melihat kalau Ica keluar dari mobil Arya.


"Gak kita temenan kok." kata Arya yang dianggukin oleh Ica.


"Oh oke,boleh aku minta no kamu Ya?" kata Aziz.


"Kenapa dengan noku?" tanya Arya.


"Karena kamu pria sendiri diantara mereka berdua. Aku harap kamu bisa menjaga mereka." kata Aziz membuat Arya tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum?" kata Aziz.


"Aku pikir kamu belok makanya minta no hpku bukan hp Ica." kata Arya yang langsung membuat ketiga orang didepannya menyemburkan tawanya. Sedangkan Arya sendiri hanya garuk garuk kepala.


"Mana no hp kamu?" kata Aziz yang ingat kalau dia akan bertemu dengan klien jam 10 nanti.

__ADS_1


Setelah Arya memberikan no hp ke Aziz. Aziz langsung berpamitan untuk pergi ke kantor. Mereka bertiga langsung masuk ke kelas saat melihat Aziz sudah pergi.


Hendru yang sudah ada dikantor langsung masuk ke ruang rapat karena hari ini ada rapat direksi yang membahas tentang perkembangan perusahaan.


Hendru merasa senang karena hasil dari rapat tadi sangat memuaskan dan para direksi memuji kinerja Hendru karena cepat dalam menyelesaikan masalah.


Setelah rapat Hendru langsung kembali ke ruang kerjanya. Saat dia sampai disana ternyata ada Nessa.


"Kamu ngapain disini?" tanya Hendru.


"Aku cuma pengen ketemu kamu?" kata Nessa yang gak punya rasa malu membuat Hendru jijik.


"Kamu tau kan aku sudah menikah." kata Hendru.


"Aku tau, tapi istri kamu itu gak pantas buat kamu?" kata Nessa.


"Lalu perempuan seperti apa yang pantas buatku?"tanya Hendru.


"Kayak aku misalnya bukannya kamu dulu sangat mencintaiku." kata Nessa.


"Itu dulu tapi sekarang aku membencimu dan hanya Widya yang ada dihatiku." kata Hendru.


"Aku yakin dihatimu masih ada namaku." kata Nessa.


"Gak ada namamu sedikitpun dihatiku. Sekarang kamu bisa keluar dari sini." kata Hendru.


"Aku gak akan keluar dari sini." kata Nessa.


"Baik kamu yang menantangku." kata Hendru yang langsung mengambil hpnya untuk menelpon Ryan.


[Halo Yan keruanganku sekarang]


Tak butuh waktu lama Ryan sudah masuk keruangan Hendru.


"Ada apa memanggilku?" kata Ryan.


"Bawa wanita ini keluar dari sini dan jangan biar kan dia masuk ke perusahaan ini lagi." kata Hendru.


"Jadi dia dipecat?" tanya Ryan untuk memastikan.


"Iya saya pecat dia." kata Hendru.


"Mari saya antar keluar." kata Ryan.


"Awas kamu ndru aku akan balas perbuatanmu hari ini." kata Nessa.

__ADS_1


__ADS_2