
hendru selesai dari proyek langsung pulang ke penginapan karena nanti malam jam 7 mereka berdua harus kembali ke jakarta.
ada rapat dikampus yang tak bisa diwakilkan oleh orang lain. jadi pukul 5 mereka berangkat ke bandara agar tidak terburu-buru.
sesampainya dibandara mereka sudah dijemput oleh pak aji. sebelum pulang tadi hendru telepon pak aji agar menjemput mereka dibandara.
"pak kita antar ryan dulu kerumahnya." kata hendru.
"baik den." kata pak hendru sambil menjalankan mobilnya.
"maaf pak kita gak bawa oleh-oleh gak sempet jalan-jalan." kata ryan.
"gakpapa den. kalian pulang dengan selamat saja bapak sudah senang." kata pak aji.
"bagaimana kadaan rumah selama saya tinggal?" tanya hendru.
"ya kayak biasanya den bapak sam ibu kerja. tapi dirumah tadi ada pembantu baru."kata pak aji.
"pembantu baru lagi. memangnya dua gak cukup?" kata hendru sedangkan ryan hanya mendengar.
"itu widya sekarang kerja dibutik ibu den." kata pak aji
"oh gitu pantes cari pembantu lagi." kata hendru.
tak terasa sambil berbincang-bincang mereka sudah sampai depan rumah ryan. hendru turun sebentar untuk bertemu dengan orangtua ryan yang sudah dianggap orangtua hendru sendiri.
mereka melanjutkan perjalanan pulang kerumah. sesampai dirumah diteras sudah disambut oleh mama naya.
"sudah pulang kamu ndru?" tanya mama naya.
"iya ma, mama gimana kabarnya kangen aku gak?" tanya hendru sambil memeluk sang mama.
"kangen lah apalagi anak mama ini pergi gak pamit sama mama." kta mama naya dengan nada marah.
"maaf ma hendru perginya mendadak jadi gak sempet pamit sama mama kan yang penting hendru tetap kasih kabar." kata hendru sambil mereka masuk kedalam rumah.
"iya iya. terus giamana kerjaanya lancar?" tanya mama naya.
"alhamdulilah lancar. ya sudah ma aku keatas dulu mau istirahat dulu." kata hendru.
"kamu gak makan dulu ndru biar mama siapin?" kata mama naya.
"gak usah ma tadi sebeleum pulang hendru sudah makan sama ryan."
"ya sudah istirahat sana kamu pasti capek." kata mama naya.
sesampai dikamar hendru langgsung mandi habi itu dia mau melihat email yang dikirimkan oleh wakil dekan ditempat dia mengajar.
saat memeriksa email yang dikirim wakil dekan ternyata itu tentang anggaran kampus untuk bulan ini.
hendru merasa kepalanya pusing sebab masalah dikantor saja beelum selesai ini ditambah lagi dengan masalah kampus.
__ADS_1
saat hendru serius memikirkan masalah perusahaan dan universitas terdengar pintu diketuk.
tok tok tok
"masuk." kata hendru tanpa mengalihkan pandangannya ke layar laptop.
"maaf den saya disuruuh ibu untuk membawakan teh dan camilan." kata yanti pembantu baru.
hendru melihat siapa yang membawakan minuman kekamranya karena suara yang dia dengar bukan orang yang dikenal.
"kamu pembantu baru?" tanya hendru.
"iya den saya pembantu baru." kata yanti
"oh taruh saja dimeja situ nanti biar aku ambil sendiri." kata hendru sambil kembali fokuske pekerjaannya.
"baik den." kata yanti habis meletakan minuman itu yanti langsung keluar dari kamar itu.
sesampainya dibawah dia tersenyum-senyum sendiri. membuat bi nartii penasaran apa yang membuat yati terrseenyum.
"kamu itu kenapa yan?" tanya bi narti.
"anu itu bi ternyata den hendru itu tampan kayak lelaki impian saya." yanti berkata sambil terseenyum.
"jangan mimpi yang gak gak yan. ingat kita ini siapa?" kata bi narti.
"iya yanti tau bi, kan boleh ynti menghayal." hehehe kata yanti sambil tersenyuum.
dirumah belakang widya sudah menunggu untuk makan bareng. mereka bertiga makan bareng dibelakang sambil mengobrol sekalian widya berkenalan dengan yanti. ternyata umur mereka beda 1 tahun tetapi widya masih beruntung karena dia masih bisa menyelesaikan SMA.
selesai mengobrol widya langsung masuk kamar untuk menyelesaikan sketsa yang dia buat. saking seriusnya ada orang masuk edalam kamar itu widya gak sadar.
entah kenapa malam itu saat hendru lagi banyak masalah dia teringat akan kata-kata mama naya untuk mencari calon istri. mama naya tak terlalu memilih menantu yang penting menantu dia itu baik dan gak suka pamer.
saat dia lagi pusing terdengar suara hp dia berbunyi dia melihat siapa yang malam-malam telpon.
"hallo ada apa ziz?" tanya hendru.
"ndru gak mau kesini kita lagi kumpul nih." kata aziz.
"emang siapa saja yang disana?" tanya hendru.
"ni ada ryan, anto sama dion." kata aziz.
"oke aku kesana di kafe dion kan?" kata hendru.
"iya dimana lagi, kamu mau pergi ke club?" tanya aziz.
"gak lah tapi kalau ayo lagi pusing aku." kata hendru.
"nanti saja dibicarain setelah kamu sampai sini." kaata aziz.
__ADS_1
habis mematikan telpon hendru langsung menyambar jaket dan kunci untk menyusul teman-temannya dikafe. sebelum itu dia pamit dulu ke mama papa nya
tok tok tok
"siapa?" suara papa ikhsan dari dalam.
"ini aku pa hendru." kata hendru.
"ada apa ndru?" kata mama naya sambil membuka pintu.
"hendru mau pamit keluar dulu."
"mau kemana kamu malam-malam begini?" kata mama naya.
"aku mau ngumpul sama teman-teman." kata hendru.
"ya sudah hati-hati." kata mama naya.
setelah pamit hendru langsung melangkah keluar menuju mobilnya tetapi saat akan masuk mobil dia melihat ada soramg yang duduk ditaman bunga milik mamanya.
langkah kakinya melangkah menuju taman bunga tersebut.saat dekat baru dia melihat kalau yang duduk ditaman itu adalah widya.
"ngapai malam-malam duduk disini?" tanya hendru membuat widya menoleh kebelakang.
"eh aden kapan pulang?" tanya widya lagi.
"tadi jam 7. ini sudah malam ngapain kamu duduk disini sendirian?" tanya hendru.
"saya lagi pengen cari angin saja den." kata widya.
"oh aku dengar kamu sekarang kerja dibutik?" tanya hendru sambil duduk disebelah widya.
"iya saya sekarang kerja dibutik den." kata widya.
"oke kamu jadi mau lanjut kulliah?" tanya hendru.
"saya kepengin lanjut tapi nanti dulu belum ada uang buat kuliah." kata widya.
"kalau ada beasiswa kamu mau ikut test?" tanya hendru.
"mau den."kata widya.
"nanti kalau ada aku kasih tau. oh ya kamu mau ikut aku ngumpul sama teman-temanku?"
"tidak usah den sudah malam." kata widya menolak ajakan hendru.
"ya sudah masuk sana angin malam gak baik lagian besok kamu harus ke butik pagi kan?" kata hendru.
"baik den. habis ini saya masuk kedalam." kata widya.
tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang melihat dari lantai atas. merreka berdua tersenyum saat melihat putra mereka berbicara dengan perempuan walaupun itu cuma karyawan disana tapi dari awal mama naya sudah suka dengan widya.
__ADS_1
sehabis widya masuk hendru langsung melangkah menuju mobulnya untuk berangkat menemui tman-temannya.