Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 82


__ADS_3

Saat mereka asik bercanda gurau terdengar suara ponsel Hendru berbunyi. Dia langsung merogoh sakunya dan mengangkat telepon dari mamanya.


[Hallo Asalamualaikum ma.]


[Walaikumsalam Ndru, kamu dimana?]


[ Aku ada diluar kota sekarang ma. Ada apa tumben telepon?]


[Kamu ingatkan besok kita rayain ulang tahun kamu diperusahaan malam hari.]


[Iya ma aku ingat, aku pikir ada apa ternyata hanya mau bilang itu.]


[Iya sudah, besok mama akan antar pakaian kamu keapartemen kamu.]


[Iya ma, mama ingatkan paswoardnyaulang tahun Widya.]


[Iya mama ingat.]


Saat Hendru menyebut kode pin apartemennya Lydia tersenyum karena tak perlu susah-susah mencari tau. Dia mengirim pesan ke mamanya kalau dia sudah mendapat kode pin apartemen Hendru.


Widya yang melihat Lydia tersenyum-senyum sendiri bingung ada apa dengan Lydia.


"Kamu kenapa Ly?"tanya Widya.


"Aku gak papa kok ini mama bilang akan mengirim baju buat Dara."kata Lydia berbohong agar Hendru tak curiga dengan rencana mereka.


"Emang tante gak kesini aja langsung?"kata Widya.


"Dia gak bisa kesini minggu-minggu ini, makanya barang pesanan mama aku titipin ke kak Hendru."kata Lydia.


"Emang tante sering datang kesini Ly?"tanya Hendru yang sudah menutup panggilan dari mamanya.


"Gak sering sih, cuma kalau mama papa libur pasti mereka sempatkan untuk datang kesini."kata Lydia.


"Iya soalnya tante sama om sayang banget dengan Dara mas."kata Widya.


Hendru hanya diam tak menjawab pertanyaan mereka. Hendru berpikir ternyata selama ini yang menutupi keberadaan Widya adalah om Irwan sehingga dia susah mencari keberadaan istrinya itu.


"Mas kok diam sih ada apa?"kata Widya yang melihat Hendru terdiam.


"Gak papa aku ngantuk aja."kata Hendru.


"Ya sudah mas tidur duluan gih, aku belum ngantuk."kata Widya.

__ADS_1


"Gak papa aku tinggal?"kata Hendru.


"Gak papa mas. Aku mau ngobrol dulu sama Lydia ada sesuatu yang ingin aku bicarain."kata Widya.


"Ya sudah kalau gitu aku tidur dulu."kata Hendru.


Sepeninggalan Hendru, Widya dan Lydia membicarakan asalah dibutik kalau ada Hendru dia tak mau membicarakan tentang rencananya ke jakarta karena dia takut jika rencana mereka akan diketahui oleh Hendru.


Hendru sebenarnya peasaran apa yang direncanakan oleh kedua wanita itu. Hendru mau menguping takut ketahuan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengendong Dara dari boxnya, dia ingin malam ini tidur sambil memeluk putrinya karena beberapa hari ke depan dia tak bisa bertemu dengan putrinya.


Hendru sibuk dikampus beberapa hari kedepan untuk mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi sidang skripsi.


Saat Widya masuk ke dalam kamar ternyata suami dan anaknya tertidur. Widya masuk ke kamar mandi tapi sebelum itu dia mengambil piyama tidurnya.


Habis ganti baju dan bersih-bersih dia menyusul suami dan anaknya tidur diranjang. Dia hari ini cepat tertidur karena pagi-pagi sekali harus bangun untuk menyiapkan keperlun Hendru yang akan pulang ke jakarta.


Pagi-pagi sekali Widya bangun langsung cuci muka dan keluar menuju dapur. Dia hanya bikin sup ayam dan juga sambal terasi yang cepat. Dia juga memasukkan sup itu ke dalam wadah tak lupa juga dia mengisi tremos dengan kopi didalamnya.


Selesai memasak dia langsung masuk ke dalam kamarnya lagi untuk membangunkan Hendru. Hendru terlihat masih nyaman tidur dengan Dara. Sebenarnya Widya tak tega tapi dia harus tetap membangunkan suaminya itu.


"Mas...mas Hendr bangn."kata Widya sambil mengoyangkan lengan Hendru.


Saat panggilan yang ketiga tangan widya ditarik oleh Hndru sehingga dia jatuh tepat diatas tubuh Hendru. Mata mereka saling bertatapan satu sama lain dan jangan lupakan jantung mereka berdua yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


Hendru yang tau kalau istrinya terus memberontak, dia langsung melepas ciumannya dengan kecewa. Dia langsung bangun dan meninggalkan Widya untuk masuk ke kamar mandi.


Widya yang tau kalau Hendru kecewa dengannya langsung mengeluarkan airmatanya sambil memeluk putrinya. Agar Widya bisa tenang saat Hendru keluar dari kamar mandi.


Saat Hendru keluar dari kamar mandi Widya sudah tidak ada disana, Dara sudah tidur diboxnya, baju hendru juga sudah ada diatas ranjang. Hendru hanya menghera nafas dan langsung memakai baju yang sudah disiapkan oleh Widya.


"Wid maaf aku tadi gak sengaja, aku janji gak akan melakukan itu lagi tanpa seizin kamu."kata Hendru yang minta maaf dengan Widya.


"Ini mas kopinya minum dulu. Ini juga sudah aku siapain bekalnya untuk mas bawa pulang ke jakarta. Aku mau ke kamar dulu takut Dara bangun."kata Widya sambil berjalan ingin pergi dari sana tapi tangannya ditaerik oleh Hendru sehingga sekarang Widya berada dipangkuan Hendru.


"Mas...."kata Widya tak meneruskan perkataannya karena Hendru kembali mencium bibir Widya lebih dalam lagi dari yang tadi.


"Maaf kalau caraku mencium kamu ini salah. Aku hanya ingin dihari ulang tahunku kamu memberiku sebuah ciuman tapi aku tau kamu gak akan memberikannya sekarang jadi aku terpaksa menciummu dengan cara seperti ini.


Widya tak menjawab tapi malah mencium bibir Hendru. Awalnya Hendru terkejut tapi setelah tersadar dengan keterkejutannya dia langsung membalas ciuman yang diberikan oleh Widya. Hati Hendru menghangat berarti Widya sudah memaafkannya.


"Sudahkan aku mau kembali ke kamar."kata Widya dingin setelah ciuman mereka berakhir.


Hendru hanya bisa menghera nafas ternyata dugaannya salah Widya hanya menciumnya karena Hendru ulang tahun hari ini. Widya yang masuk ke dalam kamar langsung memegang bibirnya sendiri.

__ADS_1


"Bodoh hampir saja kamu terbuai dengan ciuman mas Hendru wid."kata Widya dengan dirinya sendiri.


Widya langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi. Dia baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat Hendru sedang melamun sambil duduk diranjang.


"Mas ada apa?"kata Widya.


"Eh kamu dah selesai mandinya."kata Hendru yang tersadar saat istrinya itu menepuk punggungnya.


"Udah mas, kok mas belum pulang?"tanya Widya.


"Kamu mengusirku."kata Hendru.


"Aku bukan mengusirmu mas, tapi aku takut kalau mas pulangnya kesiangan lalu naik mobilnya ngebut bahaya mas."kata Widya.


"Kamu menghawatirkan aku Wid?"tanya Hendru senang karena Hendru menghawatirkan dirinya.


"Aku gak mau Dara kehilagan ayahnya."kata Widya membuat Hendru sedih lagi karena ternyata pikirannya salah.


"Ya sudah aku pulang dulu beberapa hari kedepan aku gak bisa datang kesini."kata Hendru.


"Kamu ada kerjaan yang gak bisa ditinggal mas."tanya Widya sedih.


Hendru melihat Widya sedih langsung menarik lengannya dan mendudukkan Widya dipangkuannya.


"Kamu kenapa?"tanya Hendru.


"Mas gak mau datang kesini karena marah sama aku."kata Widya.


"Aku banyak pekerjaan sayang, apa kamu mau ikut aku ke jakarta."kata Hendru.


"Gak mas aku disini saja."kata Widya.


"Terus kamu maunya gimana?"kata Hendru.


"Aku gak tau. Ya udah aku berangkat dulu, jangan sedih-sedih nanti aku sempatkan Vc sampai disana."kata Hendru.


"Hari ini kayaknya gak bisa karena aku hari ini sibuk banget."kata Widya.


"Kamu sibuk apa?"kata Hendru.


"Aku ada acara fashion Show mas besok jadi hari ini sibuk banget."kata Widya.


"Ya sudah, kalau begitu kamu Vc aku aja kalau gak sibuk. Aku berangkat dulu."kata Hendru.

__ADS_1


Widya mengantar Hendru keluar rumah, sebelum masuk mobil Hendru memeluk Widya. Sepeninggalan Hendru, Widya langsung membangunkan Lydia untuk membantunya siap-siap membawa barang-barang yang akan dia bawa ke jakarta.


__ADS_2