Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 102


__ADS_3

Saat Widya dan pak Budi sedang mengobrol Hendru masuk ke dalam ruangan. Dia terkejut karena istrinya itu tak sendirian didalam. Pak Budi yang merasa tak enak langsung berdiri dan mengucapan maaf.


"Maaf pak kalau saya berada disini bersama dengan bu Widya."kata pak Budi.


"Oh gak papa pak, silahkan duduk lagi. Saya malah senang jika istri saya ada teman jadi dia tak bosan menunggu saya saat mengajar. Ada apa bapak mencari saya?"tanya Hendru.


"Begini pak saya mau minta cuti selama dua minggu."kata pak Budi.


"Bapak mau cuti memang ada apa kok tumben bapak minta cutinya lama sekali?"kata Hendru yang heran karena pak Budi jarang meminta cuti.


"Saya mau merawat istri saya yang sedang sakit pak."kata pak Budi.


"Baiklah kalau begitu mana surat cutinya biar saya aprov sekarang jga."kata Hendru.


"Bapak tak masalah jika saya cuti lama?"tanya pak Budi yang gak percaya jika Hendru langsung mengamburkan permintaan cutinya. Padahal kata orang-orang pak Hendru paling susah.


"Iya bapak ambil cuti lebih lama pun akan saya izinkan asal itu untuk keluarga tapi kalau untuk keperluan yang lain maaf saya tak akan mengaburkannya."kata Hendru.


"Baik pak saya mengerti, Terimaksih sekali lagi say ucapkan. Kalau begitu saja permisi dulu."kata pak Budi.


"Iya silahkan."kata Hendru.


Hendru setelah kepergian pak Budi langsung saja menyadarkan kepalanya dipundak istrinya itu. Widya yang tau jika suaminya dalam mode manja langsung saja mengelus surai Hendru dengan sayang.


"Sayang besok pasti kerjaan aku akan lebih banyak lagi karena pak Budi cuti."kata Hendru.


"Ya gak papa kan itu sudah jadi kewajiban kamu, kamu harus semangat demi Dara."kata Widya.


"Iya aku mau jadi ayah yang baik buat putriku."kata Hendru.


"Kamu sudah selesai ngajarnya?"kata Widya.


"Sudah sayang, mau bertemu dengan Jefri sekarang?"kata Hendru.


"Boleh tapi aku tanya dulu sama dia apa dia bisa bertemu dengan kita sekarang."kata Widya.


"Biar aku saja yang meneleponnya."kata Hendru yang merogoh ke saku celananya untuk mengambil ponselnya.

__ADS_1


Hanya dengan satu kali panggilan Jefri sudah mengangkat telepon dari Hendru. Sebenarnya dia sedang kesal karena butik yang dia inginkan untuk membuat gaun pernikahannya mngurul waktu. Jefru tak tau jika itu adalah Widya istri Hendru.


[Hallo Ndru tumben nelepon ada apa?]


[Kamu jadi ketemu dengan orang butik yang akan membuat gaun pernikahan kamu?]


[Jadi tapi dia masih belum bisa sekarang katanya dia masih cari waktu yang pas. Ada apa?]


[Aku mauu ajak kamu ketemuan dicafe Dion sekalian saja ajak calon istri kamu kesana.]


[Oke baiklah kalau kayak gitu aku hubungi dia dulu. Sampai ketemu disana.]


[Iya aku otw sekarang.]


Hendru langsung mengajak Widya menuju cafe Dion. Disana ternyata Dion juga sedang berada disana. Saat mereka bertiga sedang asik mengobrol Jefri dan calon istrinya datang.


"Loh mbak Mala kok sudah ada disini?"tanya Ita.


"Loh kamu kenal sama dia sayang, dia istri Hendru?"tanya Jefri bingung sedangkan kedua temannya itu tersenyum.


"Mbak Mala ini yang akan membuat gaun pernikahan kita."kata Ita.


Mereka berbicara menegenai gaun apa yang akan dipakai oleh pasangan itu disaat pernikahan mereka. Jefri tak menyangka jika desainer yang terkenal di surabaya itu adalah istri sahabatnya. Selesai membicarakan tentang gaun pernikahan mereka langsung saja bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing tinggal Dion saja yang belum mendapat pasangan.


Saat sampai rumah mama Naya ternyata Dara sedang asik bermain dengan Ricky. Hendru langsung menghampiri anak dan keponakannya itu. Dara yang tau jika itu ayahnya langsung merangkak menghampiri ayahnya.


"Duh anak ayah kangen sama ayah ya."kata Hendru sambil menciumi pipi gembul putrinya itu.


"Mas ih kebiasaan harusnya cuci tangan dulu."kata Widya.


"Nanggung sayang, Dara kamu mau mandi sama ayah gak?"tanya Hendru.


"Aku mau mandi sama ayah."kata Ricky.


"Ya sudah ayo kita mandi bertiga, bunda siapain baju kami bertiga ya."kata Hendru.


Saat mereka mau naik keatas mereka berpapasan dengan mama Naya yang berada dimeja makan sedang berbicara dengan bi Yanti. Hendru memberi isyarat agar bi Yanti tak mengatakan jika dia dan anak-anak akan menghampiri mamanya.

__ADS_1


Hendru memberi isyarat pada Ricky untuk mengejutkan neneknya Ricky yang tau langsung saja mendekap kaki neneknya itu membuat mama Naya terkejut.


"Ya ampun sayang oma pikir siapa ada apa?"kata mama Naya.


"Kami mau mandi dulu oma."kata Ricky.


"Kamu mau mandi sama siapa sayang?"tanya mama Naya.


"Dia mandi sama aku ma."kata Hendru.


"Kapan kalian pulang kok mama gak tau?"kata mama Naya.


"Mama sibuk sendiri sih makanya gak tau kalau kami datang. Ma kok Ricky ada disini?"kata Hendru.


"Iya kakak kamu titipkan dia disini, Riska sedang sakit."kata mama Naya.


"Dia sakit apa ma?"tanya Hendru.


"Kayaknya penyakitnya kumat lagi kamu kan tau kalau sejak kecil dia sudah sakit-sakitan."kata mama Naya.


"Iya juga sih ma, kalau kayak gitu kita pergi mandi dulu ma."kata Hendru.


"Iya mandi sana."kata mama Naya.


Hendru membawa kedua anak-anak itu naik keatas untuk dia mandikan. Mereka bertiga main air sambil bercanda gurau. Widya yang baru masuk kamar mendengar suami dan kedua anak itu tertawa langsung masuk karena penasaran dengan apa yang terjadi kok sampai kedua anak itu tertawa cekikian.


Widya sangat terkejut saat masuk ke dalam kamar mandi karena suaminya itu sedang bermain menggunakan sabun mandi satu botol penuh dia tuangkan ke dalam bak mandi sehingga memunculkan banyak busa membuat Widya geram.


"Mas kok mengajari anak-anak main sabun sih, kalau nanti jadi kebiasaan gimana?"tanya Widya.


"Gak papa sayang nanti habis beli lagi, yang penting ini aman buat anak-anak."kata Hendru.


"Terserah kamu lah mas, nanti jangan lama-lama mainnya kasian anak-anak pasi kedinginan."kata Widya.


"Iya kamu keluar saja nanti saat kamu kembali anak-anak sudah rapi."kata Hendru.


Benar saja Hendru langsung memakaikan baju untuk mereka berdua setelah dia liat jika kedua anak itu sudah kedinginan. Hendru setelah itu meninggalkan kedua anak itu saat dirasa sudah aman dia mau mandi terlebih dahulu barulah setelah itu akan mengajak mereka turun ke bawah menemi bunda dan omanya.

__ADS_1


Sampai dibawa ternyata papa Ikhsan sudah pulang. Ricky langsung berlari menghampiri opanya itu. Dara yang melihat kalau Ricky berlari dia juga mau ikut dia memberontak digendongan Hendru.


__ADS_2