
"lagi apa sayang?" kata mama naya membuat widya terkejut langsung menoleh ke arah suara.
"eh mama ini widya lagi gambar ma. menurut mama ini bagus gak?" tanya widya.
mama naya melihat gambar yang ditunjukan oleh widya langsung mengerutkan kening pasalnya yang widya gambar adalah sebuah gaun pengantin.
"wah bagus sayang gaunnya. apa kamu mau kalau nikah nanti gaunnya kayak gini?" tanya mama naya.
" widya sih gak tau ma. saya cuma coret-coret aja tadi." kata widya.
" sayang gak papa kok kalau nanti pas kalian nikah pakek gaun rancangan kamu sendiri itu malah jadi nilai sendiri lo." kata mama naya menyemangati.
" apa mas hendru mau ma pakek baju rancangan widya?" tanya widya.
" Gampang kalau masalah hendru nanti biar mama yang atur." kata mama naya.
saat mereka berdua asik mengobrol terdengar suara hp widya berbunyi.
" dari siapa sayang?" kata mama naya.
" itu ma mas hendru telpon." kata widya.
" oh ya sudah angkut saja." kata mama naya sambil tersenyum.
mendapat persetujuan dari mama naya widya langsung mengangkat telpon dari hendru.
" Asalamualaikum mas." Salam widya.
"Walaikumsalam... wid mas cuma mau ngomong ini mas mau pulang kamu siap siap ya?" kata hendru.
"iya mas." kata widya.
mama naya hanya tersenyum menggoda widya.
" ada apa hendru telpon wid?" tanya mama naya.
"mas hendru mau ngajak saya keluar ma." kata widya malu-malu.
" oh ya sudah sekarang dia ada dimana?" tanya mama naya.
" mas hendru bilang masih dikampus mau pulang." kata widya.
" oke kalau gitu kamu ikut mama sekarang." kata mama naya sambil menarik tangan widya.
supaya widya ikut mama naya kerumah depan. sampainya dirumah depan mama naya mengajak widya naik ke atas menuju kamar risa.
" ma kok kita masuk kamanya kak risa?" tanya widya.
mama naya tak menjawab dia langsung berjalan menuju lemari pakaian dan mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh widya.
__ADS_1
tak butuh waktu lama untuk mencari mama widya menemukan dress panjangnya selutut yang dia pikir cocok untuk widya.
" wid coba kamu pakai dress ini." kata mama naya sambil memberikan dress itu ke widya untuk dicoba.
widya menerima dress itu langsung pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. setelah selesai dia langsung keluar dress tanpa lengan itu sangat pas dipakai ditubuh widya.
" cantik banget kamu sayang. oke sekarang tinggal polesan terakhir." kata mama naya mengajak widya masuk ke kamar mama naya.
didepan pintu widya menghentikan langkahnya. mama naya yang melihat widya berhenti langsung berbalik badan.
" ada apa wid?" tanya mama naya.
" saya gak enak kalau harus masuk kamar mama. seharusnya kan kamar mama adalah kamar pribadi mama yang gak sembarangan orang boleh masuk." kata widya yang membuat mama naya semakin kagum akan kesopanan widya.
dia sangat beruntung memiliki calon menantu yang tidak hanya cantik tapi juga pintar dan memiliki sopan santun.
" gak papa sayang ayo masuk. nanti keburu hendru dateng gak jadi mama dandani kamu." kata mama naya sambil menarik tangan widya lagi.
widya terpaksa masuk ke kamar mama naya walaupun ada perasaan gak enak.
widya selesai didandani bertepatan dengan hendru telpon mengabari kalau dia sudah ada dibawah.
mengetahui hendru sudah dibawah mama naya langsung menyuruh widya turun sebelum itu dia memberikan tas serempang kecil yang hanya must diisi dompet ma hp saja.
sesampainya dibawah widya langsung keluar.widya melihat hendru yang sedang menunggu didalam mobil. tanpa membuang-buang waktu lagi widya langsung masuk ke dalam mobil.
" mas mas hendru ada apa kok ngelihati saya memang ada yang salah ya sama saya?" tanya widya takut kalau penampilannya tak sesuai.
" gak kok kamu cantik." kata hendru setelah sadar dari lamunannya.
pujian yang dilintarkan oleh hendru ke widya membuat gadis itu tersipu malu.
" kamu sudah siap wid." kata hendru.
" sudah mas." kata widya singkat.
" kita makan dulu ya baru nonton soalnya aku belum sempet makan siang." kata hendru sambil menjalankan mobilnya.
" terserah mas saja mana enaknya." kata widya.
tak ada lagi obrolan saat mobil itu membelah jalanan. yang menjadikan suasana didalam mobil itu menjadi canggung.
mereka berhenti disebuah restaurant. hendru memesan ruang vip karena dia tidak suka kalau ada yang mengusik kehidupan pribadinya.
" kamu mau pesan apa wid?" tanya hendru yang sudah memesan makanan dia sendiri.
sedangkan widya bingung dengan makanan apa yang dipilih sebab dia tak mengerti.
" aku ikut mas aja katanya." kata widya akhirnya.
__ADS_1
" kamu suka steak gak?" tanya hendru.
"terserah asal makanannya bisa buat kencang." kata widya.
mendengar itu hendru langsung memesan 1 steak dan juga minumnya jus jeruk.
tak ada yang mereka obrolkan karena mereka merasa cangkung satu sama lainnya. hingga suara deringan telpon dari hp hendru mengagetkan lamunan mereka berdua.
hendru langsung melihat siapa yang telpon ternyata itu adalah telpon dari Rio.
" hallo ada apa yo?" tanya hendru.
" kamu dimana sekarang dru?" tanya Rio karena saat dia masuk tadi melihat mobil hendru yang ada diparkiran.
Rio berpikir mending dia makan siang bareng hendru daripada dia makan siang sendirian.
" aku lagi makan siang direstaurant steak matahari kenapa?" tanya hendru.
"aku juga disini kamu diruangan mana mending aku nyusul." kata Rio langsung menutup telponnya.
belum sempat hendru bilang kalau dia sedang makan siang dengan widya. hendru sangat kesel dengan Rio padahal hendru mengajak widya keluar untuk lebih mengenal widya.
saat hendru melamun tiba-tiba saja ruang itu dibuka dari luar.
" dru kamu tumben makan siang disini sendirian?" tanya Rio dan dia terkejut saat masuk melihat widya juga ada disana. Rio jadi merasa tidak enak.
" aku pikir kamu sendiri hen. maaf kalau ganggu." kata Rio.
"gak papa kok kak ayo sini aja makan bareng sama kita lagian banyak orang lebih rame."kata widya mempersilahkan Rio duduk.
sedangkan muka hendru sudah tidak enak dipandang membuat Rio takut kalau sahabatnya itu akan marah.
widya yang tau situasi tegang itu langsung berinisiatif untuk meredakan amarahnya hendru.
" mas gak papa kan kalau kak Rio duduk disini?" kata widya sambil memegang tangan hendru yang membuat amarah hendru reda seketika dengan sentuhan dari widya.
" iya gak papa. kalau kamu gak keberatan aku bisa apa." kata hendru yang membuat Rio sangat terkejut pasalnya sahabatnya itu paling tidak suka kalau ada orang yang menganggu.
" bener gak papa hen?" tanya Rio.
" iya, lagian kamu sudah duduk masak aku mau usir?" kata hendru yang membuat Rio tersenyum canggung.
"kalian udah pesen makanan?" tanya Rio.
" udah kak kakak pesen aja sekarang biar nanti bisa bareng makanannya." kata widya.
mendengar itu Rio langsung memesan makanan. sambil menunggu makanan diseringe dengan candaan dari Rio yang membuat suasana jadi rame
'untung aja kamu kesini Rio kalau gak ada aku gak tau gimana jadinya pasti canggung banget berduaan sama widya aja.' batin hendru secara tidak langsung dia berterimakasih ke Rio.
__ADS_1