Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
bab 6


__ADS_3

Selsai sholat malam widya keluar kamar untuk membantu bi narti.


"bi ada yang bisa widya bantu?"


"kamu bantuin bersih-bersih rumah saja biar bibi yang masak. nanti kamu selesai bibi juga selesai. habis subuh baru kita pergi kerumah depan untuk masak sarapan sama bersih-bersih.'


"baik bi. oh ya sapu ma alat pel dimana bi?" tanya widya sambil celinggukkan mencari kedua alat tersebut.


"itu ada diluar dekat pintu alat pelnya sedangkan sapu ada diujung sana."


widya berjalan mengambil sapu dan alat pel stelah diberitahu bi narti. setelah ketemu widya langsung kedepan dulu untuk menyapu teras dulu karena kalau mau menyapu halaman masih terlalu pagi takutnya mengganggu yang lain. bi narti selesai memasak bertepatan dengan widya seelesai bersih-bersih.


"oh ya wid itu mesin cuci kalau kamu mau cuci baju dan kalau menjemur baju ada dibelakang dapur."


"geh bi, tapi widya gak bisa gunai mesin cuci bi narti bisa ajari widya dulu?"


"baiklah ayo kamu ambil baju kotor kamu kesini biar aku ajari, biar nanti dirumah depan kamu bisa mencuci baju yang ada dirumah itu."


widya mengambil baju kotornya untuk dibawah kebelakang.biar bi narti mengajari dia cuci pakaian dengan mesin cuci.


"ini bi pakaiannya."

__ADS_1


"masukkan kedalam wid, eh baju dalam kamu jangan kmu cuci pakai tangan aja biar gak cepet rusak." kata bi narti.


sebelum memasukkan baju ke dalam mesin cuci widya terlebih dahulu memisahkan baju dalamnya untuk dia cuci pakai tangan.


"sudah bi."


"kamu masukkan sabun sama pewangi kedalam sini habis tu kamu tekan ini nanti mesin cucinya akan mati sendiri kalau selesai kita tinggal jemur aja. tapi nanti kalau cuci baju den hendru dipisahin jangan dicampur dengan baju yang lain karena dia tidak suka.


"baik bi aku mengerti."


"ya sudah kita sholat subuh dulu. habis sholat subuh kamu mau makan dulu apa mau langsung ikut bibi kedepan."


"lia ikut bibi kedepan saja. nanti kita sarapan bareng-bareng biar enak rasanya."


mereka melangkah kekamar masing-masing untuk melaksanakan sholat.selesai sholat widya dan bi narti pergi kerumah depan bersama-sama.


mereka mulai mengerjakan tugas masing-masing. bi narti memasak sedangkan widya bertugas bersih-bersih rumah. nanti halaman akan disapu berdua dengan bi narti sekalian menyiram bunga milik ibu naya. lagi serius membersihkan ruang tamu hendru datang mendekati widya untuk menjahilinya.


"kamu kerja atau mau nglamun?" kata hendru.


"heh aden." widya terkejud

__ADS_1


"kerja itu kerja saja gak usah sambil ngelamun." kata hendru.


"baik den maaf."


"ya sudah lanjutin kerjamu awas saja kalau gak bersih aku suruh kamu bersihin lagi."


"baik den."


puas menjahilin widya, hendru berjalan keluar untuk lari pagi sebentar sebelum dia berangkat ke kampus.hari ini ada jadwal mengajar pagi habis mengajar hendru langsuung pergi ke kantor.


"eh aden mau kemana?" tanya widya membuat hendru berbalik ke belakang.


"gak liat aku pakai baju olahraga?" tanya hendru cuek sambil melanjutkan keluar rumah.


'kenapa sifat aden hendru berbeda dengan bapak sama ibu, padahal mereka baik.' batin widya sambil kembali bekrja..


sementara itu diluar hendru tersnyum-senyum sendiri sambil berlari.


"tumben den tersenyum ada apa apa ada yang membuat aden bahagia?" tanya pak satpam.


"mau tau aja bapak ni. sudah aku mau olahraga dulu sebelum matahari semakin panas."

__ADS_1


habis berkata begitu hendru langsung melanjutkan olahraganya. hendru hanya berlari disekitar komplek rumahnya. hendru pulang setelah udara semakin panas.


__ADS_2