
Mereka tak menyangka kalau tamu yang diundang banyak. Apalagi dari dua belah keluarga sama banyak. Padahal keluarga hendru bukan orang sini tapi kenyataannya teman-teman kakek banyak yang disana itu belum nanti kalau dijakarta juga diadakan resepsi pastinya akan 2kali lipatnya ini.
"Kamu capek wid?" tanya hendru yang melihat kalau wajah widya sudah kecapekan.
"Iya mas tapi masih banyak banget tamunya." kata widya.
"Duduklah kalau capek gak papa lagian mereka juga belum naik ke atas pelaminan." kata hendru.
"Gak papa aku duduk?" tanya widya.
"Gak papa, nanti kalau dimarahi bilang aja aku yang nyuruh." kata hendru.
Widya nurut dengan perkataan hendru dia langsung saja duduk. Tapi saat tamu naik keatas pelaminan dia berdiri.
"Selamat ya wid, aku gak nyangka kamu duluin aku." kata irma.
"Makasih ya ma udah datang. Aku doain semoga cepat nyusul." kata widya.
"Insyaallah, bentar lagi nyusul wid." kata irma sambil tersenyum membuat widya kaget.
"Serius ma?"tanya widya.
"Iya, Aku udah lamaran tinggal nikah aja 1 bulan lagi." kata irma.
"Ya ampun selamat ya." kata widya ikut senang.
"Ya udah aku turun dulu kasian para tamu udah nunggu mau kasih selamat." kata irma sambil memeluk widya habis itu dia turun ke bawah.
Widya gak nyangka kalau teman-teman sekolahnya banyak yang datang ke acaranya bukan hanya teman SMA tapi juga teman SMPnya.
Melihat widya yang tersenyum bahagia membuat hati hendru senang. Awalnya dia takut kalau widya marah dan belum siap karena acara pernikahan mereka mendadak.
Hendru sendiri tak tau kalau ternyata keluarganya diam-diam datang ke rumah lia untuk melamar.
Kalau saja hendru tau pasti dia akan menyiapkan hadiah yang lebih bagus buat widya bukan hanya gelang emas yang dia kasih ke widya kemarin.
"Mas kok ngelamun kenapa?" kata widya yang melihat kalau hendru melamun.
"Gak papa, Aku senang aja liat kamu tersenyum bahagia kayak gini. Aku pikir kamu akan sedih saat tau kalau kita langsung nikah." kata hendru. Widya mendengar perkataan dari hendru langsung tersenyum.
"Aku awalnya juga kaget mas. Merasa belum siap dengan pernikahan ini tapi mau bagaimana lagi keluarga kita sudah marencanakannya kita gak bisa nolak jadi ya jalanin aja."kata widya.
"Berarti kamu belum siap menikah denganku?" tanya hendru.
__ADS_1
"Kaget bukan berarti gak siap mas. Insyaallah aku ikhlas mas." kata widya.
"Syukur deh kalau kayak gitu."kata hendru.
Tak terasa tamu sudah pada pulang kini tinggal keluarga dari widya saja yang ada disana. Mama naya dan juga bu imah menyuruh widya untuk istirahat karena terlihat sekali kalau widya kelelahan.
Widya masuk kamar dengan cindy. Cindy membantu widya untuk menanggalkan pakaiannya dan membersihkan make up habis itu cindy langsung keluar dari kamar widya.
Sedangkan hendru setelah para tamu pulang semua dia langsung saja ditarik oleh sahabat-sahabatnya.
"Ngapain?" kata hendru dengan nada kesal karena dengan seenaknya sendiri mereka menarik hendru sampai hampir jatuh.
"Aku punya sesuatu buat kamu." kata dion yang terkenal jahilnya selain aziz.
"Kamu mau kasih aku apa?" kata hendru penasaran.
"Coba tebak apa yang mau aku kasih." kata dion.
"Gak usah macam-macam kamu." kata hendru.
"Tenang satu macam aja kok tapi buat kamu bahagia." kata dion.
"Jangan bilang kalau kamu kasih obat kuat." kata aziz.
"Ada deh biar hendru aja yang buka nanti didalam." kata dion.
Hendru menerima hadiah dari mereka dengan terpaksa. Saat dia mau mengobrol dengan teman-temannya mama naya memanggil hendru untuk masuk ke dalam rumah.
"Semangat ndru, biar cepat jadi." kata dion.
"Iya tunjukan kalau kamu tangguh dan aku bisa cepat punya keponakan." kata aziz.
Hendru hanya membalas dengan pelototan. Tanpa kata dia langsung berjalan kembali ke rumah widya.
"Ada apa ma?" tanya hendru.
"Kamu gak capek?" kata mama naya.
"Capek sih ma, tapi tadi pas mau istirahat ditarik paksa sama anak-anak." kata hendru.
"Itu apa ndru?" tanya mama naya yang melihat hendru membawa dua paperbag.
"Gak tau apa isinya ma. Ini dikasih sama dion dan cindy barusan." kata hendru.
__ADS_1
Saat mendengar nama cindy disebut mama naya tersenyum karena dia tau apa isi dari paperbag yang dikasih cindy.
Kenapa mama naya tau karena dia yang menyuruh cindy untuk memberikan baju tidur buat widya untuk malam pertama.
"Ya sudah masuk kamar sana widya pasti udah nunggu kasian." kata mama naya.
Saat hendru baru saja masuk papa ikhsan memanggil hendru dan disuruh duduk dihadapannya.
"Ada apa pa?" kata hendru saat sudah duduk didekat para orangtua dikeluarganya.
"Ini hadiah dari papa sama mama. Besok kalian berangkat." kata papa ikhsan menyerahkan amplop yang berisi tiket pesawat dan juga voucher liburan gratis.
"Pa ini. kata hendru yang kaget.
"Ini buat kamu dari kami ndru karena kami gak bisa ngasih apa-apa. Mumpung kalian juga masih libur dan kamu belum banyak pekerjaan." kata mama naya.
"Tapi ma aku belum tanya sama widya apa dia mau pergi liburan." kata hendru.
"Mama yakin dia mau ndru." kata mama naya.
"Iya nanti aku bilang kalau dia mau kita berangkat besok." kata hendru.
"Iya setelah itu kamu harus siap menggantikan kakek dikampus sepenuhnya." kata kakek bahrun.
"Tapi kek, gak mungkin aku pegang kampus sama perusahaan secara bersamaan." kata hendru.
"Kakek yakin kamu bisa karena hanya kamu yang kakek andalkan." kata kakek bahrun.
"kak bantuin aku pegang kampus." kata hendru bilang ke risa.
"Gak siapa yang jaga ricky, kalau cuma bantu-bantu dikantor aku mau tapi kalau kamu suruh aku pegang kampus sepenuhnya gak aku gak bisa." kata risa.
"Kak don." kata hendru ke kakak iparnya.
"Gak bisa ndru kamu kan tau kalau aku juga udah megang perusahaan aku dan juga perusahaan papaku." kata doni.
"Ya sudahlah jangan salahkan aku kalau nanti aku minta tolong sama widya untuk membantuku." kata hendru.
"Gak gak bisa, widya akan megang butik mama setelah lulus kuliah nanti." kata mama naya.
"Kamu jalanin aja dulu ndru, baru nanti kalau benar-benar gak bisa kami akan bantu." kata papa ikhsan.
"Bener ya pa awas bohong. Aku mau masuk dulu kalau kayak gitu." kata hendru.
__ADS_1
Hendru langsung berdiri tanpa menghiraukan omongan keluarganya. Kalau ditanggapi pasti akan membuat hendru tambah kesal mendengar omongan mereka.
Widya yang ada didalam kamar mendengar suara pintu dibuka langsung saja jantungnya berdebar walaupun dia tadi berkata dengan hendru sudah siap untuk menikah tapi kalau melakukan malam pertama dia belum siap.