Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 103


__ADS_3

Hendru yang mengerti jika putrinya ingin menemui papanya langsung saja berjalan menghampirinya. Papa Ikhsan yang sedang bermain dengan Ricky langsung saja merentangan tangannya untuk mengendong cucu perempuannya itu.


"Sini cucu kakek sedang ngapain?"kata papa Ikhsan.


Bayi perempuan itu hanya terkekeh saat berada digendongan kakeknya. Ricky yang melihat kalau kakeknya bermain dengan Dara langsung saja ikut bermain.


"Opa kenapa dek Riska gak bisa aku ajak main kayak dek Dara, mama selalu marah kalau aku ajak dia main?"tanya Ricky membuat papa Ikhsan memandang sedih cucunya itu.


"Sayang adik Riska kan sakit-sakitan dia gak bisa kalau kecapekan beda dengan dek Dara yang sehat."kata Widya lembut memberi pengertian pada keponakannya.


"Bun aku boleh gak tinggal dirumah bunda saja, kan kemarin ayah bilang kalau kalian sudah pindah rumah aku boleh tinggal disana?"kata Ricky dengan polos.


"Kamu yakin mau tinggal sama kami?"tanya Hendru.


"Iya karena kalau dirumah papa mama pasti aku akan sering dititipkan sama oma ataupun sama mbak."kata Ricky.


"Ya sudah nanti ayah bilang sama papa mama kamu."kata Hendru membuat Ricky tersenyum senang dan langsung memeluk erat Widya.


"Seneng banget kayaknya putra bunda ini."kata Widya.


"Iya dong kan aku gak akan pindah sana pindah sini aku capek bun, lagian mama sama papa juga lebih perhatian sama dek Riska."kata Ricky.


Mama Naya yang baru datang dari dapur dan mendengar perkataan cucunya langsung terdiam. Dia memandang sedih cucunya itu. Dia tak menyangka jika cucunya sudah merasakan yang dulu dia lakukan pada putranya dulu.


"Kamu gak boleh ngomong kayak gitu semua orangtua pasti sayang sama anak-anaknya gak ada yang gak sayang."kata Widya.


"Tapi mama sama papa selalu marahin aku kalau terjadi sesuatu dengan Riska."kata Ricky.


Widya langsung memandang mbak pengasuh Ricky untuk menanyakan apa benar perkataan Ricky. Mbak pengasuh itu kelihatan takut-takut untuk menjawab.


"Mbak jawab jujur apa benar mereka selalu memarahi Ricky?"kata Widya.


"Kamu gak perlu takut jika kamu dimarahin sama Risa aku yang akan tanggungjawab."kata mama Naya.

__ADS_1


"Iya bu, den Ricky selalu dimarahin bahkan terkadang kalau terjadi sesuatu dengan non Riska, den Ricky akan dikurung dikamar mandi. Sempat kemarin den rikcy demam tapi papa mamanya tetap tak perduli."kata mbak Sari.


"Keterlaluan sekali mereka berdua aku gak pernah mengajarkan mereka membeda-bedakan anak-anak mereka."kata mama Naya yang mulai emosi.


"Mbak aku bisa minta tolong bawa Ricky dan Dara naik keatas dulu."kata Widya minta tolong sama mbak Sari.


"Baik bu, ayo den, non ikut mbak."kata Sari sambil mengendong Dara dan tangan satunya memegang tangan Ricky.


Widya setelah anak-anak pergi langsung menghera nafas. Dia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi sehingga kakak iparnya itu bisa secuek itu pada Ricky padahal dulu dia sangat menyayangi anak itu.


"Pa ma mas bisa jelasin ke aku kenapa mbak RIsa dan mas Doni bisa bersifat pilih kasih pada Ricky dan juga Riska. Aku gak yakin kalau hanya alasn Riska sakit bisa membuat mereka berubah."kata Widya.


Mereka bertiga saling pandang dan akhirnya mama Naya menghera nafas dia yang akan menjelaskan kepada menantunya itu.


"Sebenarnya memang bukan hanya karena Riska sakit tapi juga karena kemarin gara-gara Ricky sakit Doni hampir saja mengalami kebangkrutan karena tak bisa datang ke meeting. Sedangkan Risa hampir saja kehilangan kedua anaknya."kata mama Naya.


"Maksut mama kedua anak mbak Risa gimana?"kata Widya.


"Waktu itu RIsa hamil anak kembar saudara kembar Riska tapi karena dia terburu-buru untuk pulang tanpa sengaja dia mengalami kecelakaan dan membuat salah satu janinnya keguguran. Sejak saat itu mereka mulai menyiksa Ricky karena mereka menganggap jika semua gara-gara Ricky."kata mama Naya.


"Aku gak pernah menganggap seperti itu sayang, aku sayang sama Ricky tapi kamu tau waktu itu aku gak bisa menyayanginya karena aku mencari kamu."kata Hendru sambil menghera nafas dia juga menyesal karena tak tau soal ini dari awal seandainya dia tau dia akan membawa Ricky untuk ikut bersamanya.


"Mama bagaimana, aku liat mama sekarang juga agak menjauh dari Ricky."kata Widya.


"Mama sayang sama Ricky Wid, tapi saat melihat wajah polos Ricky mama gak tahan ingin mnangis jika mengingat apa yang dilakukan mamanya terhadap Ricky. Mama teringat saat mama sibuk bekerja dan melupakan anak-anak mama. Kamu tau Ricky anaknya pintar dia pasti bisa menebak kalau mama sedih dan akan membuatnya menangis."kata mama Naya..


Widya menganggukkan kepalanya kalau saja dia tak pergi dari sini mungkin Ricky tak akan kehilangan kasih sayang dari orangtuanya dia akan memberikan kasih sayang pada Ricky kalau diizinkan untuk merawat anak kecil itu.


"Mas aku boleh merawat Ricky kalau bisa kita besarkan dia?"kata Widya.


"Kamu yakin sayang?"tanya Hendru.


"Aku yakin aku akan menyayanginya seperti putraku sendiri, walaupun kita nanti akan memiliki anak lagi."kata Widya membuat Hendru tersenyum dan memeluuk istrinya itu.

__ADS_1


"Terimakasih sayang."kata Hendru.


"Terimakasih untuk apa?"kata Widya.


"Terimaksih karena mau merawat Ricky aku janji akan minta izin sama mbak RIsa dan terimakasih karena mau mengandung anakku lagi."kata Hendru.


"Ma harus buktikan kalau Ricky bisa tinggal sama kita."kata Widya.


"Makasih ya nak, mama bangga memiliki menantu kayak kamu. Mama juga akan membantu Hendru membujuk Risa dan suaminya agar kalian bisa merawat Ricky."kata mama Naya.


"Oh ya kamu sudah sembuh mas?"kata Widya.


"Memang Hendru kenapa sayang?"kata mama Naya.


"Masuk angin katanya ma, tapi saat aku ajak ke Rumah Sakit dia gak mau."kata Widya.


"Kamu yakin hanya masuk angin Ndru, tapi kok mama pikir kamu nyidam ya?"kata mama Naya.


"Mama ngomong apasih aku gak mengerti?"kata Hendru.


"Mama tanya sama kamu apa kalian berdua merasakan perubahan gak akhir-akhir ini?"tanya mama Naya.


"Iya ma rasanya aku nyaman banget kalau berada didekat mas Hendru kalau dia gak ada aku pasti akan uring-uringan."kata Widya.


"Kalau mama boleh tau kapan kamu mensturasi sayang?"tanya mama Naya.


"Lupa ma nanti ak cek kalender karena aku selalu mencatatnya."kata Widya.


"Iya sayang mama menunggu kabar baik darimu, mama juga minta satu hal dari kamu jika kamu hamil lagi jangan pernah membeda-bedakan kasih sayang kamu kepada yang lainnya. Apalagi kalau Ricky boleh tinggal sama kamu berarti kamu akan memiliki 2 anak dan satu lagi yang berada didalam perut kamu."kata mama Naya.


"Siap ma, aku akan mengingat perkataan mama ini."kata Widya.


Mereka langsung kembali ke kamar mereka masing-masing. Malam ini mereka akan tidur dengan Dara yang memeluk Hendru sedangkan Ricky memeluk Widya.

__ADS_1


Widya berharap jika dia bisa merawat Ricky karena dia sangat menyayangi anak ini. Hendru yang melihat ada kesedihan dimata istrinya saat melihat wajah Ricky langsung saja mengusap rambutt istrinya itu.


__ADS_2