Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 45


__ADS_3

Saat mereka sampai dirumah widya mereka berdua langsung terkejut saat melihat suasana meriah yang ada dihalaman rumah.


"Mas bukannya cuma lamaran ya kok rame banget kayak gini ya, terus ngapain ada dekorasi segara?" tanya widya bingung.


"Aku gak tau wid. kita keluar dulu baru setelah itu bertanya pada orang yang ada dirumah." kata hendru.


"Iya ayo mas." kata widya ingin cepat-cepat keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


Saat dia tergesa gesa jalan tak sengaja kakinya terkilir yang membuat widya hampir jatuh untung saja dibelakang ada hendru yang langsung sigap menolong widya.


"Hati-hati jalannya wid." kata hendru.


"Maaf mas aku terlalu penasaran dengan apa yang terjadi disini." kata widya.


"Lain kali hati-hati." kata hendru sambil melepaskan pegangannya pada widya.


"Ya ampun terasa kita hanya numpang ya."kata cindy menggoda hendru dan widya. widya merasa malu dan wajahnya bersemu merah.


"Iya gak kasian apa sama yang jombol ini." kata aziz.


"Makanya cari pacar sana gak usah main-main terus. kamu cin sekolah dulu yang bener." kata hendru menasihati mereka berdua.


"Iya iya kak. kan aku mengoda kakak iparku kok malah aku yang dimarahi." kata cindy pura-pura merajuk.


"Aku gak marahi kamu cuma menasehati. Biar kamu gak nakal." kata hendru.


"Iya iya kak." kata cindy.


Saat mereka lagi asik mengobrol dua teman hendru datang mengagetkan. Apalagi suasana menjadi lebih meriah saat ricky datang.


"om ricky mau gedong?" kata ricky sambil merentangkan tangannya.


"Sini om gendong tadi kamu sama siapa kesini?" kata hendru.


"Sama mama papa." kata ricky.


"Mereka dimana sekarang?" kata hendru.


"Ada didalam om. Om kata mama besok om sama tante widya mau nikah. Nikah itu apa sih om?" kata ricky membuat hendru dan widya terkejut.


Sedangkan keempat orang yang ada didepan mereka hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan dari ricky.


Hendru yang melihat kalau teman-temannya tersenyum langsung saja memandang dan mencurigai kalau mereka tau tentang pernikahan ini.


"Apa kalian tau tentang ini?" kata hendru.

__ADS_1


"Iya ndru kami tau makanya kami datang kesini." kata dion.


"Siapa yang bilang sama kalian?" kata hendru.


"Mama kamu yang mengundang kamu. Maaf ya kalau kami tidak membawakan kamu hadiah karena mama kamu bilangnya mendadak tapi tenang aja hadiahnya menyusul nanti saat dijakarta." kata anto.


"Kok kalian aku aja gak tau apa-apa makanya aku tanya ke kamu?" kata hendru membuat semua temannya tersenyum.


"Tante naya kan memang sengaja ingin memberi kalian kejutan. Aku dengar juga nenek kamu sudah gak sabar melihat kamu menikah makanya dicepatin." kata dion.


saat mereka asik berbicara kak risa datang untuk mengambil ricky dan menyuruh hendru dan juga teman-temannya untuk masuk ke dalan istirahat.


"Kalian kalau mau ngobrolnya didalam aja sambil istirahat emang kalian gak capek apa kan sudah menempuh perjalanan jauh?" kata risa.


"Kakek sejak kapan sampai kok sudah ada disini?" tanya hendru.


"Aku sama yang lain dari kemarin datang untung membantu keluarga widya." kata risa.


"Terus kenapa mama gak bilang sih?" kata hendru kesal.


"Kalau kamu mau tau kita masuk dulu dan tanya sendiri dengan mereka yang ada didalam. Kalian juga ikut masuk pasti capek kan?" kata risa.


"Iya kak kita capek mau istirahat bentar. Tapi kalau melihat keadaan gak enak kalau gak bantuin." kata aziz.


"Gak papa kalian istirahat dulu saja sana. Nanti kalau udah istirahat baru bantu-bantu. Itu sama kak doni." kata risa


Mereka semua langsung berjalan kedalam rumah widya. Widya langsung bersalaman dengan keluarganya dan memeluk orangtuanya.


"widya kangen sama ibu?" kata widya.


"Ibu juga kangen sama kamu. Gimana kabar kamu nduk?" kata ibu imah.


"Aku baik-baik saja bu. ibu sendiri gimana kabarnya?" kata widya.


"Ibu baik-baik aja. Kamu ajak yang lain istirahat dulu. Ibu udah siapin kamar untuk mereka." kata ibu imah.


"Iya bu. Cin ayo ikut aku istirahat kita satu kamar aja." kata widya.


"Iya mbak tapi malam ini aja besok gak bisa sama aku lagi kan mbak besok nikah." kata cindy.


"Iya gak papa." kata widya.


"Kami istirahat dimana? Tapi mau bersih-bersih bentar." kata dion.


"Kalian istirahat diruang tengah gak papa ya soalnya kamarnya udah penuh. Kalau mau bersih-bersih ke belakang saja biar ali yang nunjukin. Al kamu antar mereka." kata ibu imah.

__ADS_1


"Iya bu mari mas saya antar ke belakang." kata ali.


Mereka masuk kedalam tapi terpisah saat widya dan cindy masuk ke dalam kamar widya. sedangkan para laki-laki bergantian ke belakang untuk bersih-bersih. Saat mereka ke belakang banyak ibu-ibu yang kagum akan ketampananya mereka.


"Ih menurut kamu siapa yang akan jadi suami widya?" tanya ibu sri.


"kayaknya yang itu deh." kata bu lis saat melihat hendru masuk ke dalam kamar mandi.


"Masak sih tapi aku pikir yang pertama tadi deh mbak." kata bu anis.


"Sudah daripada kita bertebak-tebak lebih baik kita tanya ke dia aja saat dia selesai mandi." kata bu sri.


"Iya juga. Kamu liatin kamar mandi biar kita tau kalau masnya keluar." kata bu anis menyuruh bu sri yang saat itu duduk menghadap ke kamar mandi makanya dengan mudah bisa melihat kalau hendru keluar dari dalam kamar mandi.


Tak butuh waktu lama hendru bersih-bersih karena dia paling tidak suka kalau airnya saat mandi air dingin. Mau minta tolong bi narti untuk ngerebusin air gak enak karena dirumah widya repot dan tadi hendru melihat bi narti sibuk walaupun dia baru datang.


"Eh itu masnya keluar. ayo hampiri dan tanya ke masnya langsung biar gak penasaran." kata bu sri sambil mengajak kedua temannya.


"Mas mas tunggu." kata bu lis.


Hendru yang merasa dipanggil langsung menoleh karena disana laki-laki hanya dirinya saja.


"Ada apa ya bu?" kata hendru.


"Maaf mas kalau kami menganggu?" kata bu anis gak enak.


"Gak apa-apa bu mau tanya apa ya?" kata hendru dengan senyum ramah.


"Gini mas saya mau tanya apa masnya yang akan jadi calon menantu bu imah?" kata bu sri yang gak sabaran ingin tau.


"Iya bu. Perkenalkan nama saya hendru bu calon suami dari widya." kata hendru yang berusaha tetap ramah.


"Ya ampun sayang banget padahal aku mau jodohin masnya sama anak saya. widya mah kalah dari anak saya." kata bu sri yang gak rela kalau hendru jadi suami widya.


Menurutnya hendru lebih pantas kalau menikah dengan putrinya. Putrinya lebih cantik dari widya.


"Maaf ya mas, mbak sri ini memang kayak gini orangnya." kata bu anis yang gak enak saat melihat perubahan raut wajah hendru.


"Eh gak papa bu, saya hanya kaget aja tadi." kata hendru.


"Syukurlah kalau masnya gak marah." kata bu anis.


"Tapi emang benar kata mbak sri tadi, masnya tu gak pantes sama widya. Mendibg sama anak saya udah cantik kaya juga kalau widya cantik doang tapi harta gak punya." kata bu lis.


"Maaf ya bu saya mencari istri bukan karena dia cantik atau kaya tapi saya mencari istri yang bisa mengerti saya dan tak lupa juga cantik hatinya. Kalau pun dia cantik wajahnya berarti itu bonus buat saya." kata hendru.

__ADS_1


Jawaban telak yang disampaikan hendru membuat kedua wanita itu terdiam. Sedangkan bu anis tersenyum bangga karena widya bisa mendapatkan pendamping yang bijaksana. Dia yakin kalau hendru bisa menjaga widya.


__ADS_2