
sinar matahari sudah mulai menyengat dibadan membuat hendru harus mengakhiri olahraganya sebab dia punya janji dengan teman kuliah hendru dulu untuk bertemu disebuah restoran.
sesampainya dirumah hendru mendengar suara keponakan dari ruang keluarga akhirnya hendru langsung berjalan menuju ruang keluarga apa benar itu keponkannya ricky putra dari kak risa.
benar saja itu adalah suara ricky yang sedang bermain dengan opanya. saat melihat hendru datang bocah kecil berumur 2,5thn itu langsung berlari menghampiri uncle minta untuk digendong.
"aduh aduh keponakan uncle kapan datang?"
"baru saja cle."
hendru langsung mengendong ricky lalu duduk disofa duduk dekat mama naya.
"kamu kangen iya sama uncle hendru ric?" tanya mama naya.
"iya oma, ricky mau main bola."
"maaf ya sayang uncle gak bisa nemenin james main bola."
"memang mau kemana kamu hend?" tanya kak risa.
"aku ada janji kumpul sama temen kampus kak." kata hendru sambil menjahili keponakannya itu.
"oh kakak kira kamu mau kencan hen."
"sudahlah kak gak usah mulai deh. kakak kan tau kalau hendru gak punya kekasih."
"makanya cari hend jangan kerja aja trus yang dipikirin sekali-kali cari cewek sana."
"emang mudah apa cari ceewek kak kayak beli ikan dipasar."
"wah kamu nyamain perempuan kayak ikan keterlaluan kamu hen."
"bukan gittu kak masuk aku, cari kekasih yang nerima hendru apa adanya itu susah kebanyakan mereka dekatin hendru karena uang saja."
"gak semua perermpuan kayak gitu dru mungkin kamu belum nemu apa memang kamu gak mau cari aja." kata kak risa.
"sudahlah aku mau keatas dulu gerah." kata hendru sambil berlalu pergi.
sepeninggalan hendru diruang keluarga.
"kamu jangan bicara kayak gitu sama adekmu ris." kata papa ikhsan.
"bukan gitu masuk risa tu biar hendru cari kekasih biar dia bisa lupain tu si nessa yang sudah nunggalin dia itu pa."
"bener juga kata risa pa mau sampai kapan hendru trus mengingat si nessa itu bukankan dia juga sudah menikah."
"sudahlah ma gak usah ikut campur masalah mereka. sebaiknya kita tunggu hendru dimeja makan saja."
mereka semua berdiri menuju meja makan dan duduk sambil menunggu hendru turun mereka tertawa dengan tingkah lucu ricky.
hendru sendiri selesai mandi langsung bergegas memakai pakainya karena dia tau kalau sudah ditungguin oleh keluarganya untuk makan dibawah.
__ADS_1
saat hendru baru selesai pakai baju hp dia berbunyi langsung dimengambil hpnya yang diletakkan di meja dekat ranjang.diliat yang telepon aziz.
"hallo ziz ada apa pagi pagi telpon?"
"hallo hen lo berngkat ke acara reuni hari ni."
"iya pergi memang kenapa?"
"aku ikut lo ya, malas kalau harus berangkat sendirian."
"oke kamu kesini atau aku yang kerumahmu?"
"aku saja yang kesana pak dosen."
"oke aku tunggu dirumah."
setelah menutup telpon itu hendru langsung turun ke meja makan disana sudah ada kak iparnya doni.baru saja mendekat ke meja makan ricky sudah teriak.
"uncle lama sekali sih ricky kan sudah lapar." kata ricky protes.
"maaf ponakan uncle yang ganteng tadi diatas uncle ada urusan sedikit."
"emang urusan apa sih ndru kayaknya penting?"
"itu kak aziz telpon ajak berangkat bareng entar."
"oalah tak fikir apa, ya sudah ayok makan semua dah laper nungguin kamu lama."
"baru saja dru. gimana menurut kamu enak ngajar atau kerja kantoran?"
"enak jadi dosen sih kak lebih nyantai gitu. tapi mau bagaimana lagi kak rose gak mau ngurus perusahaan."
"bukan kakak gak mau tapi minat kakak gak disitu ndru."
"terserah kakak lah yang penting saat aku butuh kakak masih mau bantu."
"kalauu itu sih tenang saja."
"sudah ayo makan dulu nanti baru bicara lagi selesai makan." sela papa ikhsan.
selesai makan mereka sekeluarga duduk diruang keluarga sambil menemani ricky maen.
"jam berapa kamu reuni dru?" tanya papa ikhsan
"nanti jam 1 berangkat pa"
""gak ajak gadengan kamu ndru."
"udah deh kak don gak usah mulai."
widya berjalan keruang tamu utuk memberikan minuman dan camilan. saat melihat widya ricky langsung kegirangan.
__ADS_1
"mbak wid ayo sini cepat aku mau kue itu."
"sebentar sayang sabar, biar diletakkan dulu sama mbak diatas meja." kata mbak risa.
"maaf ya wid."
"gakpapa non itu sudah tugas saya."
widya meletakkan makanan yang dibawa diatas meja hati-hati. sedangkan pandangan hendru tak lepas sedikitpun dari widya.
mama naya melihat kalau hendru menatap terus ke widya sambil tersenyum. baru dia ingat kalau mau tanya tentang beasiswa.
"ndru dikampus kamu ada program beasiswa jurusan desain gak?"
"ada apa ma tumben tanya gitu?" tanya papa ikhsan.
"iya ma ada apa?" hendru juga ikut bertanya.
"itu mama mau nyariin beasiswa buat widya kalau ada." selesai mama naya berucap semua orang memandang widya.
dipandang begitu widya semakin gerogi.
"kamu mau llanjut kuliah wid?" akhirnya tanya papa ikhsan.
"iya pak kalau ada tabungan atau dapet beasiswa itu pun kalau bapak dan ibu izinin widya bekerja sambil kuliah."
"memang mau ambil jruasan apa?" tanya hendru penasaran.
"mau ambil jurusan desain den."
"desain banyak desain apa desain rumah atau pakaian?"
"mau desain pakaian den."
"oke nanti aku cari info dulu kalau ada program beasiswa aku kabarain."
"apa gini saja kamu mau ibu biayain kuliah kamu tapi kamu bantu bantu ibu di butik." kata mama naya.
"memang boleh begitu bu tapi nanti siapa yang bantuin bi narti?"
"gampang kalau itu mah nanti tinggal cari orang baru lagi." kata mama naya.
"bener tu wid. sayang kalau ditolak."
"saya pikir-pikir dulu bu."
"ya sudah aku tunggu jawaban kamu."
"baik bu, kalau begitu saya permisi kebelakang dulu."
widya berajalan keedapur sementara itu hendru melihat widya dengan tatapan bangga.
__ADS_1