
"Uh anak ayah gak sabar mau minum susu ya?"kata Hendru sambil mengangkat tubuh Dara untuk diantar ke bundanya.
"eleh eleh anak bunda udah gak sabar ya?"tanya Widya.
"Kamu gak papa aku tinggal sebentar?"kata Hendru saat melihat putrinya sedang minum susu dengan nyaman dipangkan bundanya.
"Mas mau kemana?"tanya Widya.
"Aku mau ambil minum sekalian buatin kamu minuman hangat. Kamu mau apa susu apa teh?"kata Hendru.
"Bikinin aku teh aja.
Hendru langsung keluar untuk mengambilkan minuman untuk dirinya sendiri dan juga untuk Widya. Saat dia kembali ke kamar ternyata istrinya itu berjalan ke arah box untuk menidurkan putriny yang sudah tertidur pulas.
"Ya ampun mas ngagetin aja."kata Widya yang terkejut saat berbalik ternyata suaminya sudah berada dikamar duduk diranjang.
"Kaget kenapa?"kaTa Hendru santai.
"Kamu tu ya kok aku gak dengar kamu masuk."kata Widya.
"Aku silent jalannya. Ini teh angetnya kamu minum dulu."kata Hendru.
Widya langsung meminum teh anget yang dibiikin oleh suaminya habis itu dia ikut berbaring disamping suminya yang sedang main ponsel.
"Mas lagi ngapain jam segini kok main ponsel bukannya tidur?"kata Widya yang merasa diabaikan oleh Hendru.
"Ini mas lagi baca email dari Dion tentang keuangan restaurant yang kita kelola berdua. Aku sama dia rencananya juga mau buka cabang lagi tapi kami belum dapat tempatnya."kata Hendru.
"Kamu mau bikin restaurant sejak kapan mas Hendru punya bisnis Restarant?"tanya Widya.
"Sejak aku kuliah, aku membuka restaurant berdua dengan Dion. Sekarang aku baru saja membuka hotel baru."kata Hendru.
"Mas merintis hotel dimana?"kata Widya.
"Aku bikin dikota ini satu dan satu lagi dibali tapi masih dalam tahap pembangunan."kata Hendru.
"Mas kok malah bikin usaha sendiri bukannya ngurus perusahaan mama."kata Widya.
__ADS_1
"Aku gak mau tergantung sama harta dari orangtua. Lagian kalau punya usaha sendiri itu rasanya lebih gimana gitu,"kata Hendru.
"Nanti kalau Dara sudah gede biar bisa memegang perusahaan kita sendiri. Biar nanti perusahaan mama dipegang oleh Ricky, karena dia cucu pertama dikeluargaku."kata Hendru.
"Tapi kalau Ricky juga gak mau megang perusahaan mama dan juga perusahaan kak Doni gimana?"tanya Widya.
"Kalau soal itu pikir nanti aja kita juga gak bisa memaksa mereka. Mereka pasti punya cita-cita sendiri-sediri kalau sudah besar."kata Hendru.
"Mas kalau aku minta kamu ngurusin purusahaan mama lagi gimana? Kasian papakan sudah tua biar saja beliau fokus kerja diRumah Sakit."kata Widya.
"Nantilah aku pikir lagi, aku cuma takut kalau waktuku bersama kalian akan berkurang."kata Hendu menjelaskan kekhawatirannya.
"Mas kalau mas sibuk gak papa kok asal hari sabtu dan minggu itu waktu kita berkumpul tanpa ada yang membahas tentang pekerjaan."kata Widya.
"Kamu gak boleh terlalu sibuk jika aku sibuk. Aku gak mau yang aku alami saat keecil terjadi juga dengan putriku."kata Hendru.
"Emang apa yang kamu rasakan saat kecil mas?"kata Widya yang penasaran dengan masa kecil suaminya.
"Aku waktu kecil kurang kasih sayang dari orangtuaku mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing."kata Hendru mengingat bagaimana dia melayu orangtuanya agar lebih merhatiin mereka berdua.
Hendru bukannya mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya tapi malah diberi hukuman oleh papanya.
"Iya sejak kecelakaan itu, mereka berubah lebih mementingkan kami."kata Hendru.
"Siapa yang kecelakaan mas?"tanya Widya.
"Waktu SMP, saat aku pulang sekolah aku ditabrak oleh sebuah mobil hingga meyebabkan aku koma selama 2 bulan penuh, saat aku sadar aku juga mengalami lumpuh selama 6 bulan penuh. Sejak saat itulah perlahan-lahan mama sama papa lebih sering berada dirumah."kata Hendru.
"Maaf mas kalau aku mengingatkan kamu tentang masa lalu kamu, aku janji akan tetap mentingin keluarga kita."kata Widya.
"Aku percaya sama kamu, karena aku sudah liat sendiri bagaimana perjuangan kamu merawat putri kita sendiri tanpa ada aku disamping kamu. Aku mau ngucapin terimakasih karena kamu mau mempertahankan kandunganmu. Padahal waktu itu aku tau pasti hati kamu sakit banget."kata Hendru.
"Sudahlah ayo kita tidur. Besok harus bangun pagikan."kata Widya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk tidur sambil Hendru memeluk Widya erat. Dia masih merasa kayak mimpi saat dia bisa memeluk istri dan anaknya.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu sudah datang. Hendru membawa keluarga kecilnya untuk pulang ke rumah orangtua Widya. Tapi terlebih dahulu mereka akan mampir sebentar disolo untuk memberikan sesuatu untuk adiknya Nina.
__ADS_1
Sampai disolo dia sudah disambut oleh Budhe Widya. Beliau sangat bahagia karena waktu pernikahan dulu tak bisa hadir sebab pakdhenya baru saja mengalami kecelakaan.
"Gimana kabar kamu Nduk?"tanya Budhe.
"Baik budhe, padhe sama Nina mana ya?"tanya Widya.
"Kalau jam segini pakdhe kamu masih dipasar kalau Nina belum pulang dari sekolahnya."kata Budhe.
"Oh ya, aku lupa kenalin ini mas Hendru dan ini Dara putri kami."kata Widya.
"Ya ampun cantik banget kamu sini mbah gendong mau kan?"kata budhe sambil mengambil Dara dari pangkuan Widya.
Dara digendong budhe hanya terkekeh, membuat budhe widya itu merasa gemas dengan cucu keponakannya itu.
"Kamu dikasih makan apa sama ibu mu kok bisa gembrot kayak gini?"kata Budhe sambil menciumi pipi bayi lucu itu sedangkan Dara hanya tertawa saja.
Saat mereka sedang asik bermain dengan Dara tiba-tiba ada suara motor. Ternyata yang datang itu pakdhenya Widya yang baru pulang dari pasar.
"Bu mobil siapa diluar kok bagus? Itu jadi bahan tontonan oleh tetangga."kata pakdhe sambil masuk ke dalam rumah.
"Itu mobil suaminya Widya pak."kata budhe.
"Nduk ayu kesini? Mana dia sekarang?"kata pakdhe.
"Masuklah pak dia ada didalam, liat ni cucu kita gemul banget tau."kata budhe.
"Cucu..."kata pakdhe yang langsung masuk ke dalam rumah saat mendengar kata cucu.
Dia terkejut melihat bayi perempuan yang berada digendongan istrinya. Tapi setelah melihat arah dimana istrinya melihat dia langsung tersenyum karena itu adalah keponakannya.
"Kapan kamu sampai nduk?"tanya pakdhe.
"Baru saja pakdhe, kenalin ini suamiku mas Hendru."kata Widya.
"Pantes saja anaknya cantik banget ternyata bapaknya ganteng."kata pakdhe membuat keponakannya itu cemberut.
"Berarti aku gak cantik."kata Widya pura-pura melajuk.
__ADS_1
"Mbak cantik tapi masih cantikan aku, geh to pak?"kata Nina yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Siapa bilang, sekarang menurur bapak tu yang paling cantik ya cucuku ini."kata pakdhe sambil mengambil Dara dari gendongan istrinya.