
"Kamu gak papakan sayang?"kata Widya.
"Aku gak papa bun hanya lecet nanti biar mbak Sari yang mengobatiku."kata Ricky.
"Iya bu, biar saya yang akan merawat den Ricky."kata mbak Sari.
"Baiklah kalau kayak gitu bunda sama ayah tinggal dulu gak papa kamu dirumah sama dek Dara?"kata Widya.
"Memang kalian mau kerja hari ini?"tanya Doni.
"Iya kak, aku mau ke butik sebentar habis itu pulang."kata Widya.
"Ya sudah Ricky papa kerja dulu, kamu jangan nakal ya kalau tinggal disini?"kata Doni.
"Siap papa."kata Ricky.
Widya dan Hendru langsung berangkat kerja saat kakaknya itu sudah pergi duluan. Widya juga tak lupa agar mbak Sari masuk ke dalam didalam ada bi Saloh yang sedang menjaga Dara. Ricky langsung menghampiri adik sepupunya itu untuk diajak bermain.
Widya yang ada dibutik merasakan perasaan yang tak enak ternyata dikantor Hendru mengalami muntah-muntah yang sangat parah membuat Ryan membaanya ke Rumah Sakit karena Hendru benar-benar lemas.
"Kamu mau aku teleponkan Widya?""tanya Ryan yang sudah membawa Hendru ke Rumah sakit.
__ADS_1
"Gak usah Yan, aku gak mau buat Widya khawatir."kata Hendru.
"Kamu yakin dengan keputusanmu ini?"kata Ryan.
"Iya, oh ya dok bagaimana keadaan Hendru?"kata Ryan bertanya dengan dokter yang menangani Hendru.
"Dia tidak apa-apa hanya deidrasi saja."kata Dokter.
"Tapi dok kenapa dia selalu muntah-muntah dipagi hari?"kata Ryan.
"Apa anda punya seorang istri dirumah?"kata Dokter.
"Iya saya punya istri apa hubngannya saya punya istri dengan muntah-muntah yang saya alami?"kata Hendru bingung.
Hendru yang mendengar itu langsung saling pandang dengan Ryan. Hendru langsung saja pulang saat dia diizinkan pulang oleh dokter yang memeriksanya.
Hendru tak sabar untuk bertem istrinya dan mengajak dia untuk memeriksakan Widya ke dokter kandungan karena dia ingin mengetahui apa benar jika istrinya itu sedang hamil.
Sampai dirumah ternyata tidak hanya ada istrinya tapi juga mamanya yang sedang bermain dengan anak-anak.
"Aku pulang."kata Hendru.
__ADS_1
Ricky yang tau jika ayahnya pulang langsung berlari kearah Hendru. Hendru yang tau jika keponakannya mendekat langsung meggendong keponakannya itu. Dara yang melihat jika Hendr mengendong Ricky dia langsung saja merengek ingin digendong. Mama Naya yang melihat cucunya langsung saja mendekati cucu perempuannya itu.
"Utuh utuh utuh kayaknya nanti kalau sudah bisa jalan pasti Hendru akan jadi rebutan."kata mama Naya.
"Iya ma apalagi sebentar lagi akan tambah satu lagi."kata Hendru.
"Apa maksut kamu apa Widya hamil?"kata mama Naya.
"Itu baru dugaan ma, tadi aku pingsan waktu dikantor lalu sama Ryan dibawa ke Rumah Sakit. Dokter mengatakan jika ini gejala ibu hamil tapi aku yang mengalaminya."kata Hendru.
"Ya sudah kalau kayak gitu kalian segera periksa biar nanti diketahui apakah Widya hamil atau tidak."kata mama Naya.
Mereka berdua langsung periksa ke Rumah Sakt agar untuk memeriksa apa benar yang dikatakan oleh doktter jika Widya sedang hamil.
Ternyata benar dugaan dokter itu bahwa Widya sekarang sedang hamil. Hendru merasa bahagia karena dia akan memiliki satu anak lagi dan dia janji akan selalu berada disamping widya.
Widya yang tak menyangka jika hidupnya akan berwarna setelah kembali dengan Hendru. Dia diberikan banyak kebahgiaan yang selama ini tak berani dia impikan.
Sekarang hidup Widya semakin bermakna karena bisa bersama dengan suami dan anak-anaknya. Dia berharap kebahagiaan ini tak akan pernah hilang sampai mereka tua nanti.
"Tamat"
__ADS_1
Nantikan novel selanjutnya ya kak....
Terimakasih karena sudah membaca karya pertamaku jangan bosan menunggu novel aku yang lainnya.