
setelah selesai mengajar hendru memutuskan langsung pergi ke butik saja untuk menjemput widya dan menunggu sampai dia pulang diruangan mama naya.
hendru keluar dari ruangan menuju parkiran mobilnya sampai disana dia langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk keluar dari kampus itu.
widya yang ada dibutik sibuk membantu sari dan ida melayani pelanggan sedangkan tiara dia berada dibagian kasir.
"maaf apa ada yang bisa saya bantu?" tanya widya yang melihat pelanggan yang baru masuk.
"eh ya aku mau gaun yang cocok dan pas dipakai untukku." kata gadis itu.
"baiklah mari saya tunjukan baju yang siapa tauu itu cocok untuk nona." kata widya sambil mengajak pelanggannya menuju gaun yang biasanya diminati oleh para remaja seperti pelanggannya yang sekarang.
widya mengambil satu gaun yang menurutnya cocok dipakai oleh pelanggannya itu.
"apa nona suka gaun ini?" tanya widya sambil menunjukan gaun itu ke gadis itu.
"ini bagus biar aku coba kalau memang cocok akan aku beli." kata gadis itu mengambil gaun yang dipilihkan oleh widya.
gadis itu langsung pergi ke fitinng room saat sudah menerima gaun yang dipakai oleh widya.
saat itu terdengarlah pintu dibuka ternyata yang datang hendru. dia melihat widya langsung berjalan menemui widya.
"banyak pelanggan kayaknya hari ini" sapa hendru ynag membuat widya terkejut.
"loh mas sudah pulang?" tanya widya ke hendr.
"iya hari ini aku ngajar dikampus bukan pergi keperusahaan." kata hendru.
"oh pantes saja pakaian mas hendru hari ini berbeda." kata widya.
saat mereka berdua berbincang-bincang gadis yang mencoba gaun itu datang menghampiri widya.
"aku mau gaun ini ." kata gadis itu yang membuat mereka berdua langsung melihat ke arah gadis itu.
gadis itu pun terkejut ternyata yang didepannya adalah dosen ditempat dia kuliah.
"pak hendru kok ada disini?" tanya gadis itu.
"kamu mengenal saya?" tanya hendru.
"iya pak saya mahasiswa bapak." kata gadis ituu.
"oh maaf saya tak terlalu mengingat mahasiswa saya karena banyak orang jika disuruh mengingat semuanya saya tak sanggup." kata hendru.
"tidak apa-apa pak. oh ya mbak say mau yang ini ya." kata gadis itu memberikan gaun yang dia coba tadi ke widya.
"baiklah mari saya antar ke bagian kasir." kata widya.
"saya permisi dulu pak." kata gadis itu.
__ADS_1
"iya silahkan." kata hendru mempersilahkan gadis itu mengikuti widya.
saat gadis dan widya pergi ke kasir hendru langsung melangkah menuju ruang kerja ibunya.
"ma boleh aku maasuk?" tanya hendru sambil membuka pintu dirangan ibunya.
"masuk sayang. tumben kamu kesini?" tanya mama naya yang melihat putranya.
"aku malas mau pulang mending aku tunggu widya disni." kata hendru.
"loh kamu hari ini gak ke kantor kok jam segini sudah pulang?" tanya mama naya.
"gak ma hari ini hendru ngajar dikampus." kata hendru.
"oh pantes. kamu sudah makan?" tanya mama naya.
"belum ma, hendru lapar." kata hendr manja dengan mama naya.
"mau mama pesenin apa?" tanya mama naya.
"aku mau makan gado-gado ma.." kata hendru.
tunggu makanan datang ya mama sudah pesankan buat kamu. sambil menunggu makanan datang hendru langsung membuka hpnya untuk mengecek pekerjaannya melalui email yang dikirimkan oleh ryan.
saat hendru sedang serius melihat kerjaan dihpnya pintu ruangan mama naya diketuk dari luar.
tok tok tok
"maaf ma ini makanan yang mama pesan tadi." kata widya sambil masuk kedalam ruuangan mama naya untuk menyerahkan makanan yang beliau pesan.
"makasih sayang. kamu sudah makan belum?" tanya mama naya.
" sudah ma tadi aku makan sama yang lain." kata widya.
"ya sudah kalau begitu." kata mama naya sambil menerima makanan yang ada ditangan widya.
"kalau begitu widya mau meneruskan pekerjaan diluar dulu." kata widya yang pamit untuk pergi keluar dari ruangan mama naya.
widya setelah berpamitan langsung berjalan keluar dari ruangan mama naya dan kembali memulai pekerjaan yang terunda.
"wid kamu bisa bikin desain yang simpel dan elegan tapi tetap enak dipandang." kata tiara bertanya kepada widya.
"memang gaun itu siapa yang mau pakai?" tanya widya.
" gaun ini dipesan oleh anak seorang pembisnis yang kaya disini." kata tiara.
"kenapa gak bu naya saja yang bikin?" kata widya.
" tadi aku sudah mengatakan kepada beliau tapi beliau bilang kalau gaun untuk anak muda sekarang biar kamu yang mendesainnya karena kamu pasti tau desain kayak apa yang mereka inginkan." kata mbak tiara.
__ADS_1
"boleh aku melihat foto dari gadis itu biar aku bisa melihat gaun seperti apa yang cocok buat gadis itu." kata widya.
"bentar aku cari diinternet kayaknya ada foto dari gadis itu." kata tiara.
tak begitu lama tiara sudah menemukan foto dari gadis tu dia langsung memperlihatkan ke widya.
widya mengamatinya sekilas dan langsung memiliki ide gaun seperti apa yang akan dia buat untuk gadis itu.
widya langsung mengambil kertas dan pensil untuk mengambar sketsa tidk butuh waktu lama widya menuangkan idenya sketsa itu sudah jadi hanya tinggal mewarnai gaun itu saja.
tapi sebelum dia mewaranai gaun itu dia mau bertanya dulu kepada mama naya apa sketsa gaun yang dia buat bagus.
widya berjalan kelur dari ruangannya dan masuk ke ruangan mama naya.
tok tok tok
"siapa masuk saja." kata mama naya.
"ini aku ma." kata widya sambil berjalan masuk keruangan mama aya.
"ada apa sayang? apa ada yang bisa mama bantu?" kata mama naya.
"aku mau mama lihat ini. apa desain ini cocok buat gadis yang memesan gaun kesini?" tanya widya ke mama naya.
"oh putri dari tuan abas wid?" tanya mama naya.
"iya ma buat putrinya tuan abas. mama lihat dulu apa ini cocok?" kata widya sambil menunjukan sketsa yang setengah jadi ituu.
"coba sini mama lihat." kata mama naya sambil mengambil sketsa yang diberikan oleh widya.
mama naya mengamati sketsa itu dan melihat sketsa itu beda dari yang lain dan bentuknya sangat langka pasti putrinya tuan abas itu suka.
gadis itu suka gaun yang sederhana tapi tetap terlihat elegan dan cocok dipakai badannya.
"ini bagus sayang tinggal kasih warna saja." kata mama naya.
"itu yang mau akuu tanya ke mama. warna apa yang cocok dengan sketsa itu?" tanya widya.
hendru yang dari tadi diam hanya menyimak langsung mengambil sketsayang ada ditangan mama naya.
"ma bagaimana kalau gaunnya perpaduan warna merah muda dan unggu muda." kata hendru.
"iya kayaknya bagus itu dru." kata mama naya.
"gimana menurutmu wid?" tanya hendru yang langsung disetujui oleh widya.
widya keluar dari ruangan itu setelah mereka sepakat akan menggunakan warna itu di gaun yang akan dibuat.
widya langsung mencari tiara untuk membantunya mencari bahan untuk membuat gaun yang akan dia buat itu.
__ADS_1