
Saat Nessa sedang berandai-andai. Hendru dan widya memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum itu mereka mampir dulu ke butik karena mama naya menelpon tinggal mereka berdua yang belum mencoba gaun pesta buat besok malam.
"Malam semua maaf kamu berdua telat!" kaat hendru.
"Kamu darimana Ndru?" tanya nenek Tika.
"Baru kencan berdua, mumpung lagi libur. Kalau gak libur susah buat berdua pulang kerumah pasti udah capek." kata Hendru.
"Iya sih, tapi kakek pengen cepat punya cicit dari kalian masak Risa udah mau dua kamu belum ndru?" kata kakek hasan.
"kak kamu hamil lagi?"kata hendru.
"Iya ndru, kamu kapan nyusul?" kata Risa.
"Doain aja kalau itu kak, kami sedikasihnya aja." kata hendru yang mendapat persetujuan oleh keluarga yang lainnya.
"Ya sudah nanti lagi dilanjut ngobrolnya, sekarang kalian cobain bajunya dulu." kata mama Naya.
"Semua malam ini nginep dirumahkan kami kan?" tanya hendru.
"Iya kami nginap dirumah kalian, jadi bisa ngobrol sampai malam." kata Doni.
"Kamu ini, malam ini biar hendru tidur awal." kata Risa memarahi suaminya.
"Gak papa kak lagi gak mungkin Doni ngajak aku begadang malam-malam bisa bisa dia tidur diluar." kata hendru mengoda kakak iparnya.
"Kamu ngoda aku ndru?" kata doni yang pura-pura marah.
"Kamu tu biar hendru cepat ganti baju. Apa beneran mau disuruh tidur diluar?" kata Risa.
"Jangan dong sayang kan aku cuma bercanda. Ndru cepat masuk sana." kata doni yang mendorong hendru supaya cepat masuk ke fitting room.
"Iya ini mau masuk daritadi. Kamu aja yang daritadi halangin terus." kata hendru menyalahkan Doni sambil berjalan masuk keruang ganti.
Hendru dan Widya keluar bersamaan dari fitting room. Semua orang yang ada disana kagum akan kecantikan dan ketampanan kedua pasangan itu.
"Ya ampun kamu cantik banget sayang." kata Nenek Tika.
"Makasih nek." kata widya.
"Kamu bener-bener cantik. Besok malam kalian berdua yang jadi super starnya." kata risa.
"Kak risa bisa aja, aku yakin mbak juga jadi bintangnya besok." kata widya.
"Sudah sudah ayo kita pulang. Nanti ngobrol lagi dirumah. Kalian cepat ganti baju." kata mama Naya.
"Iya ma." kata Widya dan juga Hendru bersamaan.
__ADS_1
Mereka kembali masuk ke dalam ruang fitting room untuk berganti pakaian. Saat mereka berdua keluar dari fitting room Ricky bangun dari tidurnya. Saat melihat ada omnya dia langsung meminta gendong omnya.
"Om endong." kata ricky.
"Eleh eleh ponakan kesayangan om sini om gendong." kata hendru sambil mengambil Ricky dari gendongan susternya.
"Om au ulang cama om ya." kata Ricky.
"Iya sayang, tapi sama dipangku sama tante ya biar om nyetir." kata hendru dan dianggukin oleh Ricky.
Mereka pulang ke rumah masing-masing. Sampai dirumah ternyata Ricky sudah tertidur lagi. Hendru menggendong Ricky dan meletakkan dikamar. Sedangkan Widya langsung menyusul keluarganya yang sudah berada diruang keluarga.
"Loh hendru mana sayang?" tanya mama Naya.
"Mas Hendru nidurin Ricky ma." kata Widya.
"Ricky tidur lagi dek?" kata Risa.
"Iya kak." kata Risa.
Saat mereka sedang asik membicarakan tentang pesta pernikahan antara hendru dan widya. Hendru masuk keruang keluarga dan duduk disebelah Widya.
"Ma kenapa resepsinya gak disatuin aja sama hari jadi perusahaan sih?" kata Hendru.
"Kamu yang ngasih taunya mendadak, kan resepsi itu beda sama acara besok. Resepsi itu harus megah karena kamu pewaris perusahaan kita." kata Nenek Tika.
"Benar apa kata nenek kamu." kata papa Ikhsan.
"Widya aja yang diperhatiin kami gak?" kata mama naya.
"Ma kalian kan suka pesta jadi aku tak terlalu khawatir sedangkan Widya baru masuk kedalam bagiab keluarga kita. Dia belum tau bagaimana keluarga kita kalau ada acara besar." kata hendru.
"Kan besok dia akan datang ke hari jadi perusahaan, ini bisa dijadikan pelajaran." kata mama Naya.
"Terserah mama sajalah. Wid ayo kita ke kamar!" ajak hendru.
"Jam segini masuk kamar, mau ngebut bikin keponakanku?" kata doni yang baru datang.
"Kalau iya kenapa iri? tu ajak kak Risa tapi hati-hati kan kak Risa masih hamil muda." kata hendru.
"Tenang aku bisa mengkondisikan." kata Doni.
"Mas ngomong apa sih? Ayo katanya mau kekamar?" kata widya.
"Ayo sayang." kata hendru.
Sepeninggalan mereka berdua, Doni berjalan mendekati istrinya yang sedang cemberut.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" kata Doni.
"Kamu kok lama sih sayang?" kata Risa.
"Maaf perutku tadi sakit terus tadi aku jahili Hendru ditangga makanya lama." kata Doni.
"Kamu tu suka kali gangguin hendru. Gak takut apa kalau dia balas jahili kamu?" kata Risa yang gak habis pikir dengan adik dan suaminya.
"Gaklah sayang, itu cara kami berdua buat mempererat persaudaraan kita." kata Doni.
"Terserah kalianlah." kata Risa yang gak mau berdebat lagi dengan suaminya karena pasti gak akan ada unjungnya.
Sedangkan Hendru langsung masuk ke kamar mandi terlebih dahulu karena badannya udah lengket semua.
Widya menyiapkan pakaian hendru. Sambil menunggu Hendru selesai mandi dia mengambil buku gambar dan alat gambar. Widya hampir menyelesaikan satu gaun barulah hendru keluar.
"Kamu lagi apa sayang?" tanya hendru sambil mendekati widya tanpa memakai pakaiannya terlebih dahulu.
"Kamu ya, pakai baju dulu mas gak dingin apa?" kata widya.
"Gak, kalau kayak gini hangat." kata hendru sambil memeluk widya.
"Mas lepasin ih, cepat pakai baju aku mau mandi dulu." kata widya
"Gak usah pakai baju nanti juga dilepas lagi." kata hendru membuat widya langsung berlari ke kamar mandi karena widya tau apa yang dimaksut oleh hendru.
"Sayang kok lari sih? Gak mau aku mandiin aja?" kata hendru.
"Gak kalau sama mas nanti gak jadi mandi. Cepat pakai bajunya nanti masuk angin!" kata widya yang membuka sedikit pintu kamar mandi.
"Kan ada kamu yang nyembuhin." kata hendru.
Widya tak mau mendengar perkataan hendru langsung menutup pintu kamar mandi. Hendru bangun dan memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh widya.
Hendru kembali lagi ketempat widya duduk lagi dan melihat-lihat gambar pakaian yang dibuat oleh istrinya.
Hendru bangga dengan hasil gambar istrinya bagus-bagus. Pantes saja banyak pelanggan mama yang membawa anak mereka kesana lebih suka dengan desain baju widya.
Desain widya bukan hanya bagus tapi sesuai dengan gaya anak muda zaman sekarang. Saat membuka buka tanpa sengaja dia menemukan gambar desain gaun pernikahan yang sangat cantik. Hendru langsung memfoto gambar itu dan langsung mengirimkan foto ke mamanya.
[Kenapa kamu kirim foto gaun ke mama ndru?]
[Ma, ini desain widya. Gimana kalau gaun resepsinya widya seperti ini saja?]
[Baiklah kalau kamu mau seperti ini, ini juga bagus.]
[Tapi mama jangan kasih tau widya ya ini buat kejutan aja.]
__ADS_1
[Oke siap.]
Saat widya selesai mandi hendru langsung pura-pura sibuk dengan hpnya. Untung saja buku gambarnya sudah diletakkan oleh hendru kalau gak pasti akan ketahuan.