
keesokan paginya hendru menunggu widya didepan mobilnya tapi dia juga menyuruh supir mamanya untuk memeriksa motor yang akan dibawa oleh widya nanti.
"loh mas kok masih disini?" tanya widya saat melihat hendru masih berada diparkiran.
"aku nunggu kamu wid." kata hendru sambil tersenyum.
"loh mas katanya kemarin malam mau berangkat sendiri sendiri?" kata widya yang tak mengerti dengan tingkah hendru.
"iya memang kita berangkat sendiri sendiri itu aku sudah suruh pak imam buat memanasi motor kamu tadi." kata hendru.
"lalu kenapa mas masih disini?" tanya widya.
"aku lihat kamu dulu buat ngasih energi aku agar semangat lembur nanti." kata hendru yang langsung membuat wajah widya menjadi semerah tomat.
"mas pagi pagi sudah gombal." kata widya.
"mana ada aku gombal. aku serius wid kamu buat aku semangat." kata hendru meyakinkan.
"mas lembur sampai jam berapa?" tanya widya.
"masih belum tau. aku harus menyelesaikan pekerjaan aku sebelum ikut kamu pulang kampung." kata hendru.
"iya sudah kalau gitu. saya berangkat dulu mas udah siang gak enak kalau telat." kata widya pamit.
"baiklah hati-hati aku juga mau berangkat. kamu duluan aja." kata hendru.
mendengar perkataan hendru. widya langsung berjalan menuju motornya dan langsung menyalakan motornya.
sesampai dibutik widya langsung masuk ke dalam butik. setelah menyapa ida dan sari widya langsung masuk keruangannya disana sudah ada tiara yang menunggu.
"pagi mbak maaf aku telat." kata widya.
"pagi wid gak papa kok. oh ya aku udah siapin ini semua kamu tinggal potong potong aja." kata tiara.
"makasih mbak kayaknya hari ini aku harus lembur karena 2 hari lagi aku mau cuti." kata widya.
"kalau gitu biar nanti mbak temenin kamu lembur kalau ida sama sari nanti kita tanya mau nemenin kamu lembur gak?" kata tiara.
"mbak gak usah widya sendiri aja gak papa. mbakkan udah berkeluarga nanti kasian sama anak mbak." kata widya yang gak enak dengan tiara.
"gak papa kok wid daripada kamu sendirian kan lebih enak kalau ada temannya ada yang diajak ngobrol." kata tiara.
"ya sudah terserah mbak aja." kata widya yang membuat tiara tersenyum senang.
mereka berdua sibuk didalam untuk menyelesaikan baju pesanan itu karena sebentar lagi widya cuti dia juga gak mau mengecewakan pelanggannya.
saat makan siang tiba widya dan tiara istirahat terlebih dahulu untuk memberi makan siang. mereka keluar dari ruangan untuk memberi makanan mereka selalu memberi makanan diwarung kaki lima dekat butik.
"kalian mau nitip makanan atau beli sendiri?" tanya tiara saat melihat ida dan sari.
__ADS_1
"kita nitip aja mbak. soalnya rame banget ini dibutik." kata ida.
"iya udah kalian titip apa?" tanya tiara.
"kayak biasa aja aku mbak. kamu apa sar?" tanya ida.
"aku juga seperti biasa mbak." kata sari.
"ya sudah kalau gitu pergi dulu." kata tiara yang berjalan keluar dari butik yang diikuti oleh widya disampingnnya.
"kamu mau beli wid?" tanya tiara saat mereka sudah ada diseberang butik.
"aku pengen gado-gado ma es kelapa mbak. mbak mau apa?" kata widya.
"ya sudah kalau gitu kamu gak papa kan ke tempat penjual gado-gado sendiri mbak mau ke pesen nasi uduk. nanti biar mbak yang pesenin es kelapanya." kata tiara.
"iya mbak gak papa." kata widya yang langsung berjalan ke penjual gado-gado yang diinginkan oleh widya.
saat menunggu pesanan terdengar suara hpnya berbunyi dia langsung mencari hpnya didalam tas.setelah menemukan hpnya langsung dia mengangkat panggilan dari hendru.
'hallo mas ada apa?' tanya widya.
'kamu dimana wid? udah makan siang?' tanya hendru.
'belum mas. ini saya lagi pesen makan siang.' kata widya.
'aku lagi ke pengen makan gado-gado mas. mas sudah makan?' tanya widya.
'memang gado-gado itu enak wid? ini lagi mau makan tadi suruh ryan pesenin makan.' kata hendru.
'lah emang mas belum pernah makan gado-gado mas?' tanya widya.
'belum seumur umur aku belum pernah makan gado-gado.' kata hendru.
'ya ampun mas gado-gado itu enak banget tau sehat lagi.' kata widya.
'mana ada sehat kalau yang jual dipinggir jalan?' kata hendru karena dia tak pernah memberi makanan di pinggir jalan selama ini.
'gak semua mas. nanti kapan-kapan aku mau ajak mas makan dipinggir jalan biar mas tau kalau makanan pinggir jalan tu tidak kalah dari makanan restaurant.' kata widya.
'baiklah nanti aku tagih janji kamu ini. ya sudah aku makan dulu kalau gitu.' kata hendru sambil mematikan panggilan.
"ini mbak pesanannya." kata penjual gado-gado.
"eh iya bu berapa bu?" tanya widya.
"sepuluh ribu mbak." kata ibunya.
widya memberikan uang 10ribu dan pergi keluar dari tenda itu menemui tiara. ternyata tiara sedang menunggu dipenjual es kelapa.
__ADS_1
"maaf ya mbak lama ya?" kata widya saat didekat tiara.
"gak papa kok ini juga tinggal nunggu pesanan kamu habis itu kita kembali ke butik." kata tiara.
mereka berdua berjalan kembali ke butik didepan butik mereka melihat ada keributan didalam.
"mbak ada apa itu?" tanya widya yang melihat keributan didalam.
"mbak juga gak tau ayo kita lihat ke dalam." kata tiara.
mereka berdua berjalan cepat agar cepat sampai ke dalam butik untuk mengetahui apa yang sedang terjadi didalam.
"ada apa ini?" tanya tiara yang sudah masuk ke dalam butik.
"kalian siapa?" tanya orang yang marah marah itu.
"ada apa ini da?" tanya tiara ke ida.
"gini mbak perempuan ini marah marah karena kami bilang untuk menunggu antrian dulu karena kita gak bisa langsung melayani semua pelanggan." kata ida menjelaskan.
"kamu tau aku gak punya waktu untuk menunggu. oh apa kalian tidak tau siapa saya. seandainya kalian tau pasti kalian akan menghormati saya." kata pelanggan itu.
"memang anda siapa kalau boleh saya tau." kata sari.
"saya calon besan dari pemilik butik ini. anak saya akan menikah dengan putra pemilik butik ini." kata pelanggan itu dengan percaya diri.
pada saat itu bertepatan dengan mama naya keluar ruangannya dan mendengar perkataan pelanggan tersebut. mama ina penasaran siapa yang berani mengatakan kalau dia adalah calon besannya.
"ada apa ini?" tanya mama naya saat sudah berada didekat mereka dan membuat pelanggan itu terkejut.
"ini bu pelanggan ini bilang kalau dia adalah calon besan ibu." kata ida.
mama naya langsung memandang wanita yang ada didepannya. kalau dilihat lihat perempuan itu seumuran dengannya.
"ma mbak apa kita saling kena" tanya mama naya.
"aduh jeng masak jeng lupa sih. saya mamanya bella." kata pelanggan itu yang membuat mama naya terkejut.
"oh maaf mbak saya lupa. lagian bukankah bella sudah menikah ya mbak?" kata mama naya yang membuat perempuan didelannya terkejut darimana mama naya tau.
"ah itu cuma gosip saja kok jeng. bella belum menikah jadi kita masih bisa berbesanan jeng." kata pelanggan itu lagi.
"tapi maaf ya mbak itu sudah lama sekali kejadiannya. sebentar lagi hendru akan menikah dengan perempuan lain." kata mama naya tegas.
perkataan mama naya tadi membuat perempuan itu malu sendiri. semua orang yang ada disana malah mengejek perempuan itu karena terlalu percaya diri. perempuan itu langsung meninggalkan butik itu begitu saja.
"maaf atas apa yang terjadi dibutik ini. silahkan kalian pilih pilih lagi." kata mama naya meminta maaf kepada pelanggannya.
sari dan ida kembali sibuk melayani pelanggan itu sedangkan tiara dan widya langsung masuk keruangan untuk makan siang dan habis itu akan bergantian dengan ida dan sari.
__ADS_1