Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 55


__ADS_3

Widya sibuk dengan pesanan dari pelanggan sedangkan Hendru bertemu dengan Dion dan juga Doni. Merekalah sekarang yang bisa membantu perusahaan.


Saat memunggu dion dan doni direstaurant ternyata rio juga kerestaurant itu untuk bertemu dengan laura.


"Hai ndru kok kamu disini?" tanya rio.


"Iya aku mau bertemu dengan laura, kalian berdua ngapain disini?" tanya rio.


"Aku ada janji sama Dion dan kak Doni disini." kata Hendru.


"Ndru benar kabar yang aku dengar ini kalau perusahaanmu sedang dalam masalah?" kata rio.


"Iya makanya aku ingin berbicara tentang ini." kata Hendru.


"Aku boleh jadi investor diperusahaanmu?" kata Rio.


"Yakin kamu mau investor ke perusahaanku?" kata Hendru.


"Yakin tapi aku lihat dulu pengajuan kerjasamamu ke perusahaanku untung gak?" kata Rio.


"Oke makasih, besok aku kirim proposalnya." kata hendru.


"Oke, aku kesana dulu, kasian laura sudah nunggu." kata rio.


Sepeninggalan rio, dion dan juga doni datang baru datang. Mereka langsung duduk ditempat hendru.


"Kita keruangan aku aja lebih bebas." kata Dion.


Setelah diajak dion mereka langsung menuju ke ruangan dion. Mereka semua membahas tentang permasalahan yang terjadi diperusahaan dan juga membicarakan tentang om bagas.


Dibutik widya mulai mengambil kain untuk dijadikan gaun tunangan. Dia dibantu oleh tiara karena kesibukannya dia sampai lupa kalau waktunya pulang kalau saja tidak diajak pulang sama ida dan juga sari yang masuk kedalam ruangan.


"Kalian gak mau pulang atau mau lembur?" kata ida.


"Pulanglah, emang jam berapa sekarang?" kata tiara.


"Ini udah waktunya pulang." kata sari.


Mendengar perkataan sari sudah waktunya pulang, tiara langsung melihat jam tangannya ternyata memang sudah waktunya pulang.


"Iya sudah waktunya pulang, ayo kita beres-beres dulu habis itu pulang." kata tiara mengajak mereka beres-beres.


Habis beres-beres mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. Sampai dirumah widya sudah jam 8 malam.


"Baru pulang wid?" tanya mbak yanti.


"Iya mbak, tumben mbak belum pulang ke rumah belakang?" tanya widya.

__ADS_1


"Iya ini masih mau ke belakang tadi lupa belum beresin peralatan dapur. Sekalian melihat stock apa aja yang habis besok pagi-pagi biar langsung pergi berbelanja." kata mbak yanti.


"Ya udah, mbak kalau gitu aku mau ke atas dulu." kata widya.


"Kamu mau makan malam biar mbak siapin?" tanya mbak yanti.


"Nanti aja mbak, kalau mau makan aku hangatin sendiri. Mbak istirahat aja." kata widya.


Mbak yanti pergi ke rumah belakang sedangkan widya langsung naik ke atas untuk mandi. Sampai dikamar ternyata ruangan kamar masih sepi hendru belum pulang.


Habis mandi widya turun kebawah karena lapar. Saat baru saja keluar bersamaan dengan mama naya yang keluar dari kamarnya.


"wid baru pulang kamu?" kata mama naya.


"Iya ma, mama mau kemana?" tanya widya.


"Mama mau ambil air ke bawah, kamu mau sudah makan belum?" kata mama naya.


"Ini baru mau makan ma." kata widya.


"Ya sudah kalau gitu mama temanin. Hendru dan papa kamu juga belum pulang." kata mama naya.


"Tumben ma mereka belum pulang?" kata widya.


"Iya papa ada operasi dadakan, sedangkan hendru masih ngumpul sama teman-temannya. ada kerjaan kayaknya." kata mama naya.


"Malam ma papa pulangnya?" kata widya.


"Mama gak mau makan lagi biar aku panasin sekalian?" tanya widya.


"Gak mama udah makan tadi. Mama temani kamu makan aja." kata mama naya.


"Ya sudah kalau gitu." kata widya.


Baru saja widya duduk makan terdengar suara mobil masuk digarasi ternyata hendru yang pulang.


"Baru pulang kamu ndru?" tanya mama naya yang melihat hendru ingin naik ke atas.


Mendengar suara mamanya hendru langsung menoleh ke arah suara ternyata dimeja makan ada mamanya dan widya yang sedang makan. Sehingga hendru langsung saja berbalik arah menuju dapur.


"Iya ma tadi hendru bertemu sama kak doni. Papa belum pulang ma, kok mama nungguin widya disini?" tanya hendru.


"Iya papa mendadak ada operasi besar." kata mama naya.


"Oh begitu, siapa yang masak sayang?" tanya hendru.


"Mama sama bi narti. kenapa?" kata mama naya memjawab pertanyaan hendru.

__ADS_1


"Aku pikir kamu yang masak." kata hendru membuat widya menghentikan makannya.


"Memang kenapa kalau aku yang masak mas, kan sama aja yang penting masak untuk dimakan." kata widya.


"Ya bedalah sayang, kalau rasa masakan kamu pasti lebih istimewa karena ditambah dengan cinta." kata hendru.


"Memang kalau mama yang masak gak pakai cinta gitu?" tanya mama naya.


"Bukan gitu ma, masakan mama enak tapi lebih enak lagi kalau yang masak istri." kata hendru.


"Bilang aja kamu mau widya masak. Widya aja baru pulang kok nyuruh dia masak pasti masih capek." kata mama naya.


"Kamu baru pulang sayang? Bukannya jam 5 ya tutup butiknya?" tanya hendru.


"Iya mas, tadi lupa waktu saat mengerjakan gaun pesanan pelanggan." kata widya.


"Kamu baru masuk langsung dapat orderan?" tanya hendru.


"Iya mas, mbak lydia yang mempromosikan aku ke pelanggan itu." kata widya.


"Waw berarti lydia puas dengan gaun rancangan kamu, soalnya dia sangat jarang mempromosikan sesuatu." kata hendru.


"Iya mas alhamdulialah, mas mau makan atau langsung istirahat?" kata widya.


"Aku tadi udah makan, sekarang mau mandi tapi tunggu kamu selesai makan dulu." kata hendru.


"Ya udah kalau gitu mama kembali ke kamar." kata mama naya memberi ruang untuk anak dan juga menantunya.


"Siap ma, selamat istirahat." kata hendru.


Mama naya pergi dari dapur, widya langsung makan tapi diganggu dengan hendru yang minta suap. walaupun sedikit kesal tapi widya tetap saja menyiapin hendru.


selesai makan hendru naik ke atas dulu karena widya mencuci piring yang dia buat makan. selesai itu langsung masuk ke kamar menyusul hendru.


"Mas kok gak pakai baju sih?" kata widya saat masuk ke dalam kamar melihat hendru duduk diranjang dengan memakai handuk aja.


"Nungguin kamu, malah aku gak mau pakai baju dulu daripada nanti dilepas dulu." kata hendru membuat widya yang tau perkataan hendru langsung pipinya merah.


"Mas ngomong apa sih?" kata widya.


"Kenapa gak boleh kalau aku minta jatahku?" kata hendru.


"Memangas gak capek apa?" kata widya.


"Gak itu malah obat capekku." kata hendru meraih tubuh widya untuk duduk dipangkuannya.


widya yang malu malah mengerak-gerakkan badannya kesana kemari. Membuat adik hendru ingin segera disalurkan hasratnya.

__ADS_1


"Sayang jangan gerak gerak gitu nanti aku gak bisa nahan."kata hendru membuat widya langsung terdiam tanpa bergerak.


Mengetahui kalau widya sekarang gugup langsung saja hendru mencium bibir widya lama-lama ciuman itu memjadi panas, membuat hendru langsung saja menidurkan widya diranjang hingga terjadilah penyatuan kembali hanya ada suara ******* dimalam itu membuat kedua sejoli itu melepas rindu karena seharian ini tak bertemu.


__ADS_2