Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
bab 38


__ADS_3

hendru berjalan meninggalkan kedua orangtuanya untuk menuju kekamarnya. didalam kamar dia langsung saja meletakan kertas kertas itu dimeja belajarnya sedangkan dia sendiri pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.


selesai mandi dan memakai baju hendru langsung berjalan ke meja belajarnya untuk memeriksa tugas dari mahasiswa dan merekap ulang nilai nilai mereka agar besok bisa dia serahkan ke pak budi untuk diserahakan kepada mahasiswanya karena hendru tidak memiliki waktu untuk itu.


hendru selesai memeriksa soal ujian itu jam 2 pagi. habis membereskan lembaran lembaran itu hendru langsung berjalan kaarah ranjangnya untuk tidur.


keesokan harinya widya terbangun lebih awal seperti biasanya dia langsung menghampiri bibi dan yanti yang sedang masak didapur.


"selamat pagi bi mbak." kata widya saat sudah ada didapur.


"pagi wid. gimana udah siap belum besok mau pulang kampung?" tanya yanti.


"siap gak siap mbak." kata widya.


"lah kok gitu jawabannya kayak gak yakin gitu?" tanya yanti lagi.


"bukan gak yakin cuma takut aja mbak." kata widya.


"takut apa? takut sama omongan orang udah gak usah didengerin yang tau kisah sebenarnya kan kamu bukan mereka." kata yanti


"iya benar apa kata yanti wid." kata bibi narti.


"iya bi mbak doain aja moga lancar." kata widya.


"oh ya ada yang bisa widya bantu gak ni?" tanya widya mengalihkan pembicaraan.


"kamu seperti biasa aja bantu mbak bersih bersih yuk." kata mbak yanti.


"la bibi gimana?" kata widya.


"ini cuma tinggal masuk masukin aja tadi udah dibantuin ma yanti." kata bi narti.


akhrinya widya mengikuti mbak yanti untuk bantuin dia bersih bersih selesai bersih bersih baru lah dia bersiap untuk pergi ke butik.


" bi mbak aku berangkat dulu ya?" kata widya berpamitan.


" kamu lembur lagi hari ini wid?" tanya bi narti.


"insyaallah gak bi." kata widya.


setelah berpamitan widya langsung berjalan ke depan. ternyata disana sudah ada hendru yang menunggu didalam mobil sambil memanasi mobilnya.


"maaf menunggu lama mas?" kata widya.


"gak papa kok aku juga baru keluar." kata hendru.


setelah widya masuk hendru langsung saja menjalankan mobilnya.


"mas aku liat kok mukanya lesu apa mas kurang tidur semalam?" tanya widya.


"iya tadi malam aku tidur sekitar jam 2an kayaknya." kata hendru.

__ADS_1


"maaf ya mas pasti gara-gara nungguin saya kemarin dibutik. makanya mas ngerjain kerjaan mas sampai jam 2." kata widya yang gak enak hati.


"gak papa kok yang penting aku sudah selesai mengerjakan kerjaanku. nanti mau ke kampus dulu buat nitip tugas yang aku periksa ke pak budi baru pergi ke kantor." kata hendru.


"memang gak papa kalau mas anter aku dulu ke butik gak telat nanti?" kata widya.


"gak kok lagian kantor kan punya aku sendiri jadi bebas mau masuk jam berapa." kata hendru.


"wah mas itu memberi contoh yang tidak baik bagi karyawan mas." kata widya.


"sekali sekali gak papa lah wid." kata hendru sambil nyengir kuda.


"udah sampai wid." kata hendru setelah mereka sudah ada didepan butik.


"makasih mas nanti gak usah jemput aku kasian motornya kalau ditinggal dibutik terus." kata widya.


"loh kasian kenapa wid?" tanya hendru.


"ya kasian masak ditaruh diluar terus. ya sudah saya masuk dulu. mas bawa mobilnya hati-hati." kata widya sambil keluar dari dalam mobil.


"aku berangkat dulu." kata hendru setelah mendapatkan anggukan dari widya langsung saja hendru menjalankan mobilnya untuk berangkat ke kampus.


setelah mobil hendru tidak terlihat lagi widya masuk ke dalam butik disana ternyata sudah ada ida dan sari yang menunggu.


"asalamualaikum semua." kata widya.


"walaikumsalam cie cie cie yang diantar calon suami." kata ida.


"ya bedalah wid kan besok kalian berdua pulang kampung untuk lamaran." kata sari.


"apa sih mbak. dahlah aku mau masuk ke dalam mau mencari mbak tiara." kata widya yang langsung meninggalkan mereka untuk masuk ke ruangan mbak tiara.


"asalamualaikum mbak.. gimana jam berapa yang pesan gaun ini datang?" kata widya.


"nanti siang jam 10an kayaknya. kenapa?" tanya tiara.


"iya kan kalau nanti ada perubahan atau kebesaran bisa diubah langsung mumpung aku belum cuti." kata widya.


"iya juga sih. kamu benar." kata tiara.


mereka berdua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sedangkan hendru yang sampai dikampus langsung berjalan keruangan pak budi untuk menitipkan tugas dan juga nilai mahasiswanya.


"asalamualaikum pak... saya boleh masuk?" kata hendru sambil membuka pintu ruangan pak budi.


"walaikumsalam... eh kamu pak hendru ayo duduk dulu." kata pak budi yang melihat hendru datang keruangannya.


"gini pak saya minta tolong ke bapak buat memberikan tugas tugas ini ke mahasiswa karena saya mau ambil cuti." kata hendru.


"oh ya gak papa pak mana tugasnya biar nanti saya kasih ke dosen lain untuk memberikan tugasnya." kata pak budi meminta tugas yang dititipkan oleh hendru.


"ini pak kalau begitu saya permisi dulu pak mau kembali ke perusahaan masih banyak yang harus saya kerjakan sebelum cuti." kata hendru mohon undur diri.

__ADS_1


"memang bapak mau cuti lama ya?" tanya pak budi.


"saya tidak tau pak untuk sementara ini 5 hari tapi gak tau nanti tambah cuti lagi atau gak." kata hendru.


"baiklah kalau begitu pak. saya ucapkan selamat cuti panjang pak hendru semoga pulang nanti lebih fresh dan semangat lagi kerjanya karena saya tau tanggungjawab bapak amat sangat besar bukan hanya dikampus ini tapi juga diperusahaan bapak." kata pak budi.


"terimakasih pak. kalau begitu saya permisi." kata hendru.


setelah berpamitan dengan pak budi hendru langsung keluar dari ruangan itu. untuk kembali ke perusahaan karena hari ini ada meeting penting. saat berjalan menuju parkiran banyak sekali para mahasiswa yang menyapa dirinya.


bukan hanya perempuan saja tapi pria juga mereka sangat mengagumi pak hendru karena metode pembelajarannya yang mudah dipahami dan gak bertele tele saat memberikan tugas.


sampai dikantor hendru langsung masuk keruangan rapat. disana ternyata sudah ada para karyawan yang menunggu hendru untuk rapat tahunan.


"selamat siang semua maaf kalau saya telat." kata hendru meminta maaf.


"tidak papa pak." kata karyawan yang lain karena mereka tau kesibukan pak hendru.


"baiklah mari kita mulai rapat hari ini. silahkan siapa yang mau mempresentasikan laporan bagian masing masing." kata hendru mempersilahkan karyawannya untuk mempresentasikan laporan dibidang mereka masing-masing.


hendru menyimak laporan yang dipresentasikan oleh karyawannya dan dia merasa bangga karena mereka mempunyai tannggungjawab yang besar terhadap pekerjaan mereka masing-masing.


"saya puas dengan kinerja kalian saya mau kalian tetap mempertahankan kinerja kalian ini." kata hendru.


"baik pa." jawab mereka secara serempak.


"baiklah apa ada pertanyaan dari kalian?" tanya hendru sebelum dia mengakhiri meeting hari ini.


"maaf pak apa benar bapak akan cuti panjang?" tanya salah satu karyawan yang mewakili karyawan yang lainnya.


"iya saya akan cuti panjang dan selama saya cuti semua tanggungjawab saya serahkan kepada ryan." kata hendru.


"baiklah apa ada yang ditanyakan lagi. kalau tidak ada saya akhiri rapat kali ini. selamat siang." kata hendru.


mereka semua sudah bubar tinggal hendru, ryan dan juga rina yang ada didalam.


"kalian sudah taukan tugas apa yang kalian kerjakan selama saya cut?" tanya hendru.


"sudah bos." kata rina.


"baiklah dan kamu yan kalau sudah hari H aku ingin kamu datang kesana." kata hendru.


"memang langsung ijab bos gak nunggu 1 bulan atau 2 bulan gitu?" tanya ryan yang membuat rina terkejut siapa yang mau nikah.batinnya.


"para orangtua sudah gak sabar lagi saya nikah. aku yakin pasti mereka sudah merencanakan sesuatu nanti kalau memang langsung nikah aku akan kabari kamu." kata hendru menjelaskan ke ryan.


"bos mau nikah?" tanya rina.


"iya rin tapi rahasiain ini ya cuma kamu sama ryan yang tau." kata hendru.


"siap bos." kata rina.

__ADS_1


"ya sudah ayo kembali ke ruangan masing masing." ajak hendru ke orang kepercayaannya itu


__ADS_2