
Ryan berharap semoga hendru cepat dapet jodoh perempuan yang benar-benar baik.
larut malam baru mereka selesai mengerjakan pekerjaan yang mereka kerjakan. mereka berdua masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat.
didalam kamar hendru susah memejamkan mata karena ingat kata-kata mama naya yang selalu ingin menjodohkan hendru dengan anak teman-temannya.
hendru sendiri sekarang merasa nyaman karena dia gak masih belum bisa membuka hati untuk perempuan manapun. lelah berfikir akhirnya hendru tertidur sendiri.
pagi-pagi sekali widya bangun untuk membantu bi narti bersih-bersih terlebih dahulu baru nanti dia akan ikut bu naya untuk bekerja dibutik. ini hari pertama kali widya akan bekrja dibutik rasanya deg-degan sekali.
"gimana perasaan kamu wid. mau kerja dibutik?"
"deg-degan bi takut nanti aku gak bisa ngerjain pekerjaan yang dikasih aku."
"gak usah gugup wid yakin aja kamu bisa."
"iya bi aku akan berusaha dengan sebaik-baiknya."
ya sudah sini bantuin bibi dulu."
"iya bi."
mereka berdua memasak bersama agar cepat selesai memasaknya. hari ini bi narti hanya masak nasi goreng saja.
selesai mereka masak bertepatan dengan bu naya yang masuk kedalam dapur.
"masak apa bi hari ini?" tanya bu naya.
"ini bu nasi goreng ma telur ceplok. apa ada yang ingin ibu makan hari ini?" tanya bi narti.
"gak ada sih bi. tolong bikinin kopi ma teh saja bi."
" baik bu."
"oh ya wid gimana kamu sudah siap kerja dibutik?"
"insyallah sudah bu.""
"syukur deh kalau gitu. oh ya bi nanti ada yang akan datang kesini."
"siapa bu kalau boleh saya tau."
"dia yang akan bantu kamu beres-beres nanti kalau saya gak ada tolong dijelasin apa saja yang harus dia kerjakan ya bi."
"baiknya bibi mengerti."
"ya sudah kalau begitu aku mau keatas dulu panggil bapak."
sepeninggalan bu naya widya menyajikan nasi goreng yang mereka buat diatas meja sedangkan bi narti bikin kopi dan teh.
widya pergi kebutik bersama dengan bu naya diantar oleh pak aji. sesampainya disana mereka langsung disambut oleh sari dan ida.
"wid kamu beneran kerja disini?" tanya ida.
__ADS_1
"iya ida sekarang kerja disini kalian bantu jelasin kedia kalau ada yang paham ya." kata bu naya.
"baik bu, kami akan mengajari widya sampai bisa." sahut mereka berdua bersamaan.
mendengar ada keributan didepan tiara langsung bergegas kedepan melihat siapa yang datang. saat melihat ada bu naya tiara langsung menghampiri.
"pagi bu, ada apa kok rame sekali?" tanya tiara.
"oh ini tiara mulai hari ini widya akan kerja dibutik ini." kata bu naya.
"alhamdulilah kalau begitu. oh ya bu widya bekerja disini hanya sebagai karyawan atau juga sebagai disainer disini?" tanya tiara.
"kalau saya sih terserah widya gimana enaknya. apa dia siap kalau hasil gambarnya dijadikan sebuah pakaian." kata bu naya.
"saya seenaknya saja bu nanti kalau saya ada gambar yang ibu suka boleh kalau dijadikan pakaian." kata widya.
"baiklah kalau begitu nanti kamu kasih ke saya sketsa baju yang kamu suka. kalau ada yang bagus bisa dijahit." kata bu naya.
" makasih bu dan saya mohon bantuannya kepada semua." kata widya.
"siap asal kamu tekun dan rajin. selamat bekerja."kata tiara.
widya diajari oleh ida dan sari bagaimana cara melayani pelanggan dan cara menerima bayaran dikasir.
agak siang butik sudah mulai rame pengunjung kebanyakan mereka adalah pelanggan dibutik itu.
mereka selain puas dengan pelayananya juga pakaian-pakaian disana kualitasnya baik.
"lelah kamu wid." tanya ida waktu mereka istirahat siang.
"ya sedikit, tapi aku senang karena banyak banget mendapatkan pengalaman." kata widya.
"pengalaman apa?" tanya ida lagi.
"aku bisa tau banyak tentang bagaimana menghadapi pelanggan yang berbeda-beda sifat." kata widya sambil memakan makanan yang mereka pesan.
"oh kalau itu sih iya. aku aja kadang kesal kalau dapet pelanggan yang resek sudah resek gak jadi beli cuma tanya tanya doang."kata ida.
"iya mbak butuh kesabaran lebih kalau dapet yang kayak gitu." kata widya sambil tertawa bersama.
mereka berdua kembali kebutik dan gak lupa memberikan makanan pesenan sari dan tiara.
"ini mbak makanannya. dimakan dulu gih biar kita berdua yang ganti jaga." kata widya ke tiara ma sari.
"oke kita makan dulu. nanti kalau ibu cari kita dibelakang ya!" kata tiara sambil berjalan ke belakang.
tak terasa sudah waktunya pulang kerja. sebelum pulang mereka membereskan barang-barang yang ada ditoko.
widya diajari oleh tiara untuk mengejek stok barang yang ada digudang dan cara menghitung keuangan.
"sudah selesai semanya?" kata bu naya.
"sudah bu." kata mereka berempat.
__ADS_1
"ya sudah ayo wid kita pulang dulu nanti biar pintu butik mereka yang nutup." ajak bu naya ke widya.
"sudah sana ikut bu naya pulang." perintah tiara.
"gakpapa ditinggl mbk?" tnya widya gak enak hati.
"sudah gakpapa ini juga sudah selesai." kata tiara.
"baiklah aku duluan ya semua." pamit widya.
widya mengikuti bu naya untuk menuju parkiran disana sudah ada pak aji.
"gimana wid kamu suka kerja dibutik?" tanya bu naya saat mereka sudah berada didalam mobil.
"alhamdulilah suka bu lagi pula teman-teman disana juga baik."kta widya.
"syukur deh kalau kamu suka." kata bu naya.
"oh ya bu besok saya boleh berangkat sendiri saja dari rumah."kata widya.
"loh memangnya kenapa kit kan satu rumah gakpapa dong kita berangkat bareng?"
"saya gak enak kalau berangkat bareng trus lagian kalau saya berangkat sendiri biar saya juga tau jalan kalau mau pergi kemana-maana gak ngrepotin orang."
"baiklah kalau keputusan kamu begitu." kata bu naya.
"maaf bu kalau saya lancang. bukankah didalam garasi masih ada sepeda sama motornya non risa dulu ya itu kan bisa dipakek widya berangkat kerja." tanya pak aji.
"oh iya benar juga kamu pak. wid kamu bisa naik motor?" tanya bu naya.
"bisa bu."kata widya.
"baiklah besok kamu bawa motor saja yang ada didalam garasi." kata bu naya.
"gak usah bu saya naik angkutan umum saja."kata widya.
"naik angkutan umum memang kamu tau wid. mending pakek motor yang dirumah." kata bu naya.
"lagian sayang motornya gak pernah dipakai kamu juga bisa irit ongkos wid." sera pak aji.
"baiklah kalau begitu." kata widya
"ya sudah besok pagi pak aji tolong periksa dulu motornya."kata bu naya.
"baik bu." kata pak aji
mereka sampai rumah sudah malam. widya pamit ke bu naya pergi kebelakang. dibelakang ada bi narti dan seorang perempuan. mungkin itu orang baru yang dibilang sama ibu tadi pagi pikir widya.
widya melangkah menghampiri mereka berdua untuk bertanya apa ada yang bisa dibantu. tapi sama bi narti widya gak boleh bantuin dia disuruh langsung istiraht saja dibelakang.
widya nurut dengan kata bi narti dia kebelakang. mandi sholat serta menghangatkan makanan yang mereka masak tadi untuk makan malam.
dirumah belakang mmang mereka sekali masak langsung banyak. jadi sehari cuma masak sekali dan nanti tinggal menghangatkan saja.
__ADS_1
selesai menghangatkan makanan widya menunggu bi narti sambil mengerjakan sketsa yang dibuat semalam.