Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 71


__ADS_3

Hendru masih memeriksa laporan dari para stafnya saat pintu ruangannya dibuka. Dia pikir itu Ryan tapi ternyata itu Aziz. Aziz yang gelam dengan Hendru langsung mendekati Hendru dan memukulnya.


"Apa apan kamu Ziz?" tanya Hendru yang tiba-tiba dipukul oleh Aziz.


"Ini belum seberapa dibanding sakit hati yang kamu berikan ke Widya." kata Aziz.


"Aku tau aku salah. Makanya aku ingin memperbaiki semuanya." kata Hendru.


"Dengan apa kamu memperbaikinya? Sekarang kamu saja tak tau dimana Widya." kata Aziz.


"Aku akan mencarinya sampai ujung dunia akan aku cari tapi aku harus selesaiin masalahku dengan Nessa." kata Hendru.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aziz.


"Aku tadi udah bikin rencana dngan Kevin." kata Hendru.


"Kevin tadi kesini?" tanya Aziz.


"Iya dia mau bantuin aku buat mencari bukti dan jeblosin Nessa ke penjara." kata Hendru.


"Kenapa dia mau bantu kamu?" tanya Aziz.


"Aku gak tau dan aku gak perduli apa alasannya." kata Hendru.


"Kalauu dia juga ikut jebak kamu gimana?" tanya Aziz.


"Aku yakin sama dia, sebelum kejadian ini dia sebenarnya sudah memberitauku tapi aku saja yang tak waspada." kata Hendru.


"Kamu itu mudah kasian sama orang, makanya orang akan memanfaatin kebaikan kamu. kamu pintar dalam bisnis dan pelajaran tapi bodoh menilai mana orag yang tulus sama kamu atau gak." kata Aziz.


"Maaf." kata Hendru.


Saat mereka lagi ngobrol berdua tiba-tiba Farel masuk keruangan.


"Ups sorry aku pikir gak ada orang!"kata Ryan.


"Ada apa yan?" kata Hendru.


"Tadi Kevin telpon tapi kamu gak angkat makanya sekarang dia menyuruhku mengatakan kalau sekarang dia sudah menangkap orang itu." kata Ryan.


"Orang, siapa yang ditangkap Kevin?" tanya Aziz.


"Kalau kamu mau tau, ayo ikut kita berdua." kata Hendru.


Mereka bertiga pergi ketempat yang Kevin share lok tadi. Sampai disana dia langsung masuk ke dalam rumah tua itu.


Sampai didalam sudah banyak anak buah Kevin dan juga Kevin tentnya.


"Kamu ikut Ziz?" tanya Kevin yang senang Aziz mau menemuinya.


"Iya,mana orang yang kamu tangkap itu?" kata Aziz yang tak mau basa basi dengan Kevin.


Aziz tau kalau Kevin bukan hanya seorang pembisnis biasa. Kevin juga memiliki bisnis gelap darimana aziz tau karena duulu dia yang paling dekat dengan Kevin.


"Sabarlah Ziz, tenang aja kali ini aku benar-benar bantu Hendru." kata Kevin yang tau kalauu sahabatnya itu masih curiga dengannya.

__ADS_1


"Bos aku sudah tau keberada perempuan itu. Lagian ngapain sih bos bantu sahabat yang gak tu diri itu. Seandainya bos gak mendekati ular itu pasti pria itu akan tau sendiri sikapnya." kata Ragil.


"Gil bisa diam gak!" kata Kevin.


"Tapi bos..." Ragil tak melanjutkan perkatannya saat dia melihat kesebelahnya ternyata itu ada sahabat bosnya.


"Gil apa maksutmu bisa jelasin?" tanya Aziz yang tau ada yang disembuunyikan oleh Kevin.


"Awa kamu Gil!" anacam Kevin.


"Gak usah takut sama dia, kalau dia pecat kamu aku terima kamu bekerja ditempatku." kata Aziz.


Ragil yang dapat jaminan oleh Aziz langsung menceritakan kenapa bosnya mau menikah dengan Nessa dulu. Saat mendngar penjelasan dari Ragil. Mereka bertiga langsung meminta maaf karena sudah menuduh Kevin yang gak-gak.


Akhirnya mereka berempat kembali bersatu. Kevin janji akan buka kedok Nessa dan membuat Nessa mengakui kepada publik.


"Tapi aku yakin kalau Niko pasti juga akan mendapat sangsi dari mereka." kata Aziz.


"Tenang aja kalau masalah itu kita dapat menanganinya." kata Kevin.


"Kamu ya dari dulu memang licik." kata Aziz.


"Jangan panggil aku Kevin kalau tidak licik." kata Kevin.


"Berarti kamu tau dimana istriku sekarang?" kata Hendru.


'Sorry Ndru kalau soal itu aku gak bisa melacaknya. Aku yakin ada orang yang sengaja menutupi keberadan istrimu." kata Kevin.


Disaat para pria sedang membicarakan langkah apa untuk menjebak Nessa. Disurabaya Widya jalan-jalan dengan Lydia. Mereka berdua semakin akrab apalagi sekarang Lydia memegang perusahaan ayannya yang bearda disurabaya.


Bukan tanpa alasan dia mau bekerja disini. Dia hanya ingin melindungi Widya karena dia tau ada orang yang menjebak Hendru.


"Ya Allah wid...pak tolong pak.." kata Lydia minta tolong kepada orang yang ada disana.


Mereka sigap menolong Widya dan membawanya ke dalam mobil Lydia. DiRmah sakit Widya langsung mendapat pertolongan pertama.


"Dok bagaimana keadaan teman saya? tanya Lydia panik.


"Teman anda tidak apa-apa. Itu wajar bagi seorang perempuan yang hanmil muda." kata dokter wanita itu.


"Apa dok teman saya hamil?" tanya Lydia.


"Iya mbak." kata dokter itu.


"Sudah berapa usia kandungannya dok?" kata Lydia.


"Kalau soal itu sebaiknaya setelah teman anda sadar langsng bawa dia ke dokter kandungan. Kalau begitu saya permisi dulu." kata dokter.


"Makasih dok." kata Lyida.


Beberapa saat setelah dokter itu pergi, Widya sadar.


"Aku dimana?" kata Widya.


"Kamu dirumah sakit, tadi kamu pingsang." kata Lydia.

__ADS_1


"Aku kenapa?" tanya Widya.


"Kata dokter tadi kemungkin kamu hamil, tapi lebih jelasnya lebih baik kita periksakan kedokter kandungan." kata Lydia yang dibalas anggukan oleh Widya.


Setelah Widya kuat bangun mereka langsung menuju dokter kandungan yang ada disana. Tak butuh waktuu lama mereka berdua menungguu. Dokter itu langsung menyuruh Widya melakukn Test dan hasilnya benar dia sedang hamil 4 minggu.


Mendengar itu widya menangis karena dia harus hamil tanpa seorang suami disisinya.


"Kamu gak usah sedih, kamu gak sendirian ada aku disini." kata lydia ikhlas membantu Widya karena hanya Widya yang mau berteman dengannya dengan tulus.


"Makasih ya, maaf kalau aku merepotkanmu." kata Widya.


"Aku gak merasa direpotkan kok. Kamu mau ya tinggal denganku. kita nanti rawat anak ini berdua." kata Lydia.


"Tapi..." kata Widya.


"Gak ada tapi-tapian, Aku juga mindahin kuliah kamu disini jadi kamu bisa kulaih disini. mamaku juga memberikan modal uuntuk kamu buka butik kecil-kecilan disini." kata Lydia.


"Apa tante tau tentangku?" kata Widya.


"Orangtuaku tau makanya mereka izinin aku tinggal disini menemanimu." kata Lydia.


"Apa mereka tak akan membocorkan keberadaank disini?" kata Widya.


"Tenang aja, papaku juga sudah menyuruh orang untuk menutup keberadaanmu sehingga tak ada yang bisa melacakmu." kata Lydia.


"Terimakasih karena kalian mau membantuku. Aku gak tau bagaimana caranya membalas budi ke kalian?" kata Widya.


"Satu yang aku minta kamu harus jadi wanita yang kuat, mandiri dan sukses. Sekarang kita harus ganti nama panggilanmu." kata Lydia.


"Emang mau panggil aku dengan sebutan apa?" kata Widya


"Aku aka panggil kamu Mala gimana?" kata Lydia.


"Baiklah." kata Widya.


Setelah mengetahui kalau dia hamil, Widya mulai menata dirinya dan menganti panggilannya dengan Mala.


Dia kuliah dan membuka usaha butik kecil-kecilan yang dibantu oleh seorang karyawan. Hanya sebentar saja Mala collection sudah semakin berkembang.


"Mbak Mala, untung mbak Mala datang." kata Santi.


"Ada apa San?" kata Widya.


"Ini mbak ada yang pesan gaun buat pernikahannya." kata Santi.


"Lalu apa masalahnya?" kata Widya.


"Dia mau ketemu dengan mbak Mala. Besok dia akan kembali." kata Santi.


"Oh ya udah jam berapa? kebetulan besok aku gak ada kuliah." kata Widya.


"Besok jam 10 mbak." kata Santi.


"Oke." kata Widya.

__ADS_1


Santi senang kerja disini karena baginya Mala adalah seorang penolongnya. Saat dia kelaparan karena diusir oleh keluarganya Mala mauu menerimanya dengan tangan terbuka.


Santi berharap bosnya itu suatu saat akan mendapat kebahagiannya. Widya sangat bersyukur karena kehamilannya tak mengganggu aktifitasnya.


__ADS_2