
keesokan paginya widya bangun seperti biasa yang langsung membantu bi narti dan juga yanti mebersihakn rumah.
pekerjaan rumah widya selesai langsung saja dia bersiap untuk berangkat pergi ke butik tapi sebelum itu dia terlebih dahulu sarapan.
selesai sarapan dia langsung pergi ke parkiran depan untuk mengambil motornya tetapi saat sudah ada didepan ternyata disana sudah ada hendru yang menunggunya disamping mobil mewahnya.
"pagi wid?" sapa hendru saat widya sudah berada dekat dengan mobilnya.
"pagi mas kok belum berangkat?" tanya widya dengan gugup.
hendru yang melihat widya gugup hanya tersenym dan membuka mobil hendru agar widya masuk kedalam mobil. widya yang tau masksut hendru ingin menolak.
"mas aku naik motor aja ya." kata widya.
"gak aku antar saja lagiam kita searah. sudah ayo masuk." kata hendru yang kekeh supaya widya tetap ikut mobil dia.
dengan terpaksa karena widya tidak mau berdebat dan waktu sudah siang dia langung masuk kedalam mobil yang membuat hendru tanpa sadar tersenyum tipis.
setelah widya masuk dan hendru menutup pintu langsung saja dia berlari ke kursi mengemudi.
sampai didalam mobil hendru langsung menjalankan mobilnya karena dia tau ini sudah siang sebentar lagi widya akan terlambat kalau ke butik. sedangkan hendru sendiri hari ini pergi ke kampus untuk mengajar.
"mas pelan-pelan bawa mobilnya saya takut." kata widya kepada hendru. hendru yang sadar kalau dia terlalu cepat mengemudi dia langsung saja mengurangi kecepattan mobilnya.
"maaf ya kalau aku buat kamu takut." kata hendru yang takut kalau membuat widya tertekan dan takut.
"gak papa mas tapi lain kali jangan mengebut-ngebut yaitu bahaya bannget tau gak." kata widya menassihati hendru.
" siap nyonya hendru." kata hendru tanpa sadar yang membuat widya tersipu malu.
"kenapa dengan wajah kamu wid?" tanya hendru yang gak sadar akan ucapanny tadi.
"mas itu lo ngomongnya aneh-aneh aja." kata widya.
"memang aku bilang apa wid?" tanya hendru .
"sudah lupakan saja." kata widya tak mau kalau menjadi semakin malu.
hendru yang penasaran langsung mengingat -ingat apa yang dia katakan ke widya tapi dia benar-benar tidak ingat sama sekali.
__ADS_1
setelah itu suasana didalam mobil semakin terasa canggung karrena mereka larut dalam pikiran masing-masing.
tak terasa mereka sudah ada didepan butik. widya langsung turun tak lupa juga dia berpamitan dengan hendru.
"mas aku masuk dulu makasih sudah mengantar." kata widya sambil turun dari mobil tapi dia tidak langsung masuk kedalam butik.
"iya semangat kerjanya nanti aku jemput kalau pulang." kata hendru.
"iya mas. mas juga hati-hati bawa mobilnya." kata widya yang hanya dibalas anggukan oleh hendru setelah itu dia menjalankan mobilnya menuju kampus.
setelah mobil hendru sudah tak terlihat lagi wida langsung masuk kedalam butik dan langsung menyapa semua yang ada didalam sana.
" selamat pagi semua." kata widya sambil tersenyum.
"kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga nih." kata sai mengoda widya.
"iya kayaknya bentar lagi ada yang mau nikah ni." sahut ida lagi sedangkan tiara hany tersenyum.
"apa sih kalian bukannya menjawab salam ku malah menggodaku." kata widya sambil memanyunkan bibirnya.
"selamat pagi calon nyonya bos." sapa mereka bertiga secara bersamaan setelah itu tertawa bersama yang membuat widya semakin malu.
tak berapa lama widya pergi ke dalam terlihat bu naya yang masuuk kedalam butik dan mereka bertiga kompak menyapanya.
"loh kok cuma bertiga mana widya?" tanya b naya yang tak melihat widya.
"widya ada didalam ruangan bu." kata tiara.
"apa dia baru datang?" tanya bu naya yang penasaran kok tumben widya telat.
"iya bu." kata tiara.
"maaf bu hari ini widya telat." kata widya saat dia kembali dan melihat kalau disana ada bu naya.
"kok tumben telat wid?" tanya bu naya.
"iya bu soalnya tadi dirumah berdebat dulu dengan mas hendu." kata widya jujur.
"lih berdebat karena apa wid?" tanya mama naya yang terkejut dengan perkataan calon mantunnya itu.
__ADS_1
"iya tadi widya mau bawa motor saja tapi mas hendru tetap mau mengantar widya ke butik." kata widya yang langsung ditertawai oleh mama naya.
"kok mama malah ketawa sih?" tanya widya yang heran saat melihat mama naya yang tertawa.
mama tertawain kalian besok besok kamu ikut hendru saja wid. mama juga lebih tenang." kata mama naya.
"baik ma." kata widya.
widya langsung membantu teman-temannya sedangkan mama naya berjalan ke dalam ruangannya.
hendru sendiri setelah sampai dikampus dia langsung saja masuk ke dalam ruangannya. saat dia masuk dimeja sudah menumpuk tugas yang ia berikan untk mahasiswanya.
sebelum mengajar hendru terlebih dahulu memeriksa tugas mahasiswanya agar dia tidak terlalu banyak tugasnya. dia tidak mau kalau nanti menumpuk pekerjaan maka pekrjaannnya tidak akan selesai.
hendru sedang sibuk memeriksa tugas mahasiswa ad suara ketukan dari pintu.
tok tok tok
"masuk." kata hendru mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
"maaf pak apa saya ganggu?" tanya salah satu mahasiswa yang dia ajar.
"oh kamu ada apa? apa ada yang bisa saya bantu?" tanya hendru yang tidak lupa mempersilahkan mahasisawanya masuk.
"ini pak saya mau nanya tugas yang ini pak." kata mahasiswa itu dan menujukan tugas yang diberikan oleh hendru.
hendru mengambil tugas itu da membacanya sekilas setelah itu langsung menjelaskan apa yang perlu dia bahas sampai mahasiswa itu mengerti.
mahasiswa itu pamit setelah mengerti penjelasan dari hendru. sedangkan hendru sendiri langsung memeriksa tugas mahasiswanya.
saat hendru melihat jam tangannya ternyata sudah waktunya dia mengajar dia langsung saja membereskan tugas yang dia periksa tadi dan memishkan mana yang sudah dia periksa dan mana yang belum biar dia nanti mudah kalau dia mau memeriksa tugas lagi.
setelah dirasa beres dia langsung berjalan keluar dari ruangannya menuju ruang kelas. didalam keras dia langsung mengabsen anak didiknya.
habis itu dia langsung menjelaskan materi sampai anak didiknya paham. selesai menjelaskan dia akan membuka sesi tanya jawab.
kalau sudah gak ada yang bertanya dia akan langsung memberikan test buat anak didiknya supaya dia tau kalau anak didiknya mengerti akan materi yang dia jelaskan atau tidak.
hari ini hendru hanya 2 kali jadwal mengajar tapi waktunya yang tidak sama kelas dia yang kedua jam 1 sedangkan sekarang dia sudah pukul 11 jadi hendru memutuskan untuk kembali keruangannya daripada harus ke kantor. dia malas kalau bolak balik dan waktunya pasti habis dijalan.
__ADS_1