Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 91


__ADS_3

Mereka masuk kamar Widya terlebih dahulu memakai skin care rutin dia setiap malam. Hendru tak menyangka istrinya yang sekarang pandai merawat wajahnya padahal dulu istrinya itu sangat polos. Bedak saja dulu hanya bedak tabur dan juga lip balm.


Widya yang merasa diperhatikan langsung melihhat kebelakang. Ternyata suaminya yang memandanginya sambil memeluk putrinya. Widya yang sudah selesai dengan rutinitasnya langsung saja menghampiri suaminya.


"Mas ada apa daritadi ngeliatin aku terus?"kata Widya yang sudah ikut berbaring dengan suami dan putrinya.


"Kamu cantik."kata Hendru yang membuat pipi Widya menjadi merah.


"Masak sih mas, gombal banget dari dulu."kata Widya mencoba menghilangkan kegugupannya.


"Kamu gak percaya ini buktinya cantiknya menurun ke Dara."kata Hendru sambil mencium Dara. Dara hanya mengeliat dan membuka matanya saat meihat ayahnya yang menciumnya dia langsung tertidur lagi.


"Anak kamu banget mas, biasanya dia akan terbangun jika diganggu sama Lydia tapi sekarang kamu yang ganggu dia langsung tertidur lagi."kata Widya.


"Ya iyalah cinta pertama anak perempuankan ayahnya."kata Hendru tapi setelah itu dia langsung memeluk erat putrnya itu.


"Maafin ayah ya sayang baru akhir-akhir ini menemukanmu. Seandainya dari dulu ayah tak melakukan kesalahan itu mungkin kamu akan mendapat kasih sayang ayah sejak kamu dalam kandungan. Ayah tak hanya bersalah padamu tapi juga bundamu."kata Hendru sedih jika mengingat cerita om irwan saat Hendru.


"Mas sudahlah gak usah ingat-ingat itu lagi, yang terpentingkan kita sudah sama-sama lagi sekarang."kata Widya sambil mengendong Dara agar tidur diboxnya.


"Sayang, siapa yang beli box itu."kata Hendru padahal kemarin-kemarin saat dia kesini tak ada.


"Kayaknya bapak sama Ali."kata Widya yang kembali berbaring diranjang yang hanya muat untuk dua orang itu.


"Tapi darimana mereka tau kalau kita kesini dengan Dara?"kata Hendru.


"Kalau gak mama pasti budhe."kata Widya.


"Ya sudahlah, tapi apa tak apa Dara disana gak dingin nanti?"kata Hendru yang khawatir jika putrinya kedinginan tidur sendirian.


"Gak papa selimutnya tebal kok, kenapa mas mau Dara tidur bareng kita aja disini?"kata Widya.


"Kalau dia gak kedinginan gak papa disana, biar bundanya malam ini meluk ayahnya yang kedinginan."kata Hendru.


"Masak dingin sih?"kata Widya.


"Emang kamu gak kedinginan sayang?"kata Hendru.

__ADS_1


"Gak tapi kalau mas peluk aku malah lebih senang lagi."kata Widya membuat Hendru lagsung menarik tubuh Widya agar mendekat dan agar dia bisa memeluk istrinya dengan erat.


"Apa kamu gak kedinginan tadi mandinya?"tanya Hendru.


"Gak, akukan sudah biasa mandi pakai air dingin dirumah ini."kata Widya.


"Oke."kata Hendru.


"Besok pagi aku rebusin mas air biar mandi pakai air hangat."kata Widya yang dianggukin oleh Hendru.


Mereka berdua tertidur sambil berpelukan, keesokan harinya mereka terbangun tapi mereka tak mendengar suara tangis Dara. Hendru yang takut kalau putrinya kedinginan langsung terbangun untuk mengendong putrinya.


Tapi saat dia mendatangi box Dara ternyata dara tidak ada disana membuat Hendru terdiam kak. Widya yang tau kalau suaminya hanya terdiam tak segera mengangkat Dara Dia langsung berdiri dan betapa terkejutnya dia saat Dara tak ada diboxnya dia langsung keluar kamar untuk mencari Dara yang diikuti oleh Hendru dibelakangnya.


Widya lega saat keluar ternyata Dara sedang bermain dengan mbahkung dan juga omnya diluar.


"Kalan sudah bangun?"kata ibu Imah.


"Sudah bu,maaf aku bangunnya kesiangan."kata Widya gak enak sama ibunya karena telat bangun.


"Iya bu, kami pikir Dara hilang."kata Hendru sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf kalau ibu tadi bawa Dara keluar karena tadi dia bangun duluan sedang kalian masih tidur nyenyak."kata ibu Imah.


"Gak papa bu, Dara apa sudah mandi bu?"tanya Widya.


"Sudah ibu sudah mandikan, sekarang tinggal kalian saja yang belum mandi. Ibu sudah rebuskan air buat kalian mandi."kata ibu Imah.


"Makasih bu, kamu apa aku yang mandi dulu mas?"kata Widya.


"Aku saja bukankah kamu mau bikin mpasi buat Dara dulu."kata Hendru.


"Ya sudah mas dulu aja yang mandi. Bu tadi beli sayur bayam gak?"kata Widya.


"Ibu tadi beli tapi belum ibu masak."kata bu Imah.


"Gak papa bu, biar aku yang masak buat Dara."kata Widya yang langsung menuju dapur sedangkan Hendru masuk kembali ke kamar untuk mengambil baju ganti.

__ADS_1


Hendru mengambil pakaian lalu keluar untuk menuju kamar mandi dibelakang. Saat dia dibelakang ternyata Widya sudah menyiapkan untuk widya mandi.


"Makasih sayang."kata Hendru yang berjalan mendekati Widya.


"Iya mas, cepetan mandi takut airnya keburu dingin."kata Widya.


"Kamu gak mau ikut mandi bareng aja biar aku gak dingin?"kata Hendru.


"Gak usah aneh-aneh deh mas, cepat mandi sana habis itu kita sarapan bareng."kata Widya.


"Kalau aku maunya makan kamu gimana?"kata Hendru yang malah didorong oleh Widya agar cepat masuk ke dalam setelah itu dia tinggalkan masuk kedapur.


Hendru yang melihat kalau Widya langsung kabur setelah mendorongnya tadi langsung tersenyum. Dia sangat bahagia karena istrinya itu telah membuat warna lain dihidup Hendru. Hidupnya semakin hari semakin lengkap karena hari harinya ditemani oleh istri dan anaknya. Hendru berjanji akan menjaga mereka dan tak akan menyakiti istrinya lagi.


Hendru berharap kebahagian itu terus berlanjut tanpa ada masalah yang memisahkan mereka lagi dia sudah terauma. Jika mengingat kejadian yang lalu.


Sedangkan didapur bu Imah melihat putrinya tersenyum sendri langsung menghampiri Widya. Dia tak menyangka jika putrinya akan kembali bersama Hendru.


"Wid ibu liat kamu senym-senyum sendiri, coba cerita sama ibu apa yang terjadi?"kata bu Imah menghampiri putrinya membuat Widya terkejut.


"Eh ibu ngagetin aku aja."kata Widya.


"Ibu liat dari jauh kamu tersenyum senyum sendiri ada apa?"kata bu Imah.


"Gak papa bu, aku gak nyangka jika au bisa bersatu lagi dengan mas Hendru."kata Widya.


"Ibu juga tak menyangka, ternyata Allah masih menakdirkan kalian untuk bersama kembali. Mungkin ini karena doa nak Hendru."kata bu Imah.


"Maksut ibu apa? Aku gak ngerti."tanya Widya.


Bu Imah langsung menceritakan bagaimana keadaan Hendru saat ditinggal oleh Widya. Widya lebih terkeut lagi saat mendengar kalau Hendru sering datang kesini hanya untuk melepas rindu dengannya.


"Kata nak Hendru yang sering kesini, dia bilang jika dia disini maka dia akan melihat kamu sebab kamu lahir dan besar disini."kata bu Imah.


"Mas Hendru bilang gitu bu."kata Widya sambil meneteskan airmatanya.


Widya tak menyangka jika suaminya itu sangat mencintainya. Pantas saja mama mertuanya marah padanya ternyata dia telah membuat putra kesayangannya hilang arah dan kebahgiaannya.

__ADS_1


__ADS_2