Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
bab 8


__ADS_3

widya melangkah kebelakang tanpa hendru sadari dia terus menatap widya dengan tatapan yang susah diartikan.


mama ina yang melihatnya hanya tersenyum saja melihat anak.


"ah pa kayaknya sebentar lagi kita punya menantu." kata mama ina membuyarkan lamunan hendru.


"siapa memang ma yang akan menikah."


"siapa lagi kalau bukan anak laki-laki kita satu satunya." sambil melirik hendru.


" memang sama siapa ma, bukannya hendru belum bisa mode on dari nessa." tanya kak risa.


" nanti kamu juga bakalan tau sendiri ris. tapi kalau bener sama dia mama setuju setuju aja."


hendru hanya diam saja tak menanggapi omongan mama ina.


" loh tan siapa yang mau nikah?" tanya aziz yang baru datang tak sengaja mendengar mama ina berbicara soal menantu.

__ADS_1


"siapa lagi disini yang belum menikah ziz. kapan kamu datang kok tante gak dengar suara mobil kamu?"


"baru saja tan. lagian kalian heboh sendiri membicarakan tentang menantu sih."


"kamu itu ziz. kamu juga kapan mau nikah ziz?"


"dia mah belum puas ma main main sama perempuan. kan dia suka gonta ganti cewek."kata hendru.


"enak saja nanti kalau aku ketemu dengan gadis yang membuat hati aku bergetar baru aku menikah."


"memang perempuan yang kamu kencang itu belum ada yang membuat hati kamu bergetar?"


"pede banget kamu ziz."


"iya dong aziz gitu loh. eh kamu kok belum siap sih ndru gak jadi ikut reuni emang?"


"jadilah bentar ini jam berapa jam segini mau berangkat emang?"

__ADS_1


"iya gakpapa sekarang berangkat siapa tau nanti disana bisa cuci mata."


"ya sudah ya sudah aku ganti baju dulu."


hendru langsung beranjak dari duduknya untuk tukar pakaian karena males dapet ocehan dari mereka yang suka memojokkan hendru tentang perempuan. apalagi mama naya yang ingin segera mendapat menantu.


memang gampang apa cari perempuan zaman sekarang yang gak memandang kekayaan doang. tapi apakah widya gadis yang berbeda ya. kayaknya dia gak terlalu suka dengan uang. ah apalah pikiran aku kok melantur gini.


sebaiknya aku istirahat bentar habis itu baru ngerjain pekerjaan yang aku bawa pulang tadi.


sedangkan widya didalam kamarnya mau tidur tidak bisa. dia bingung apa yang harus dia kerjakan. widya teringat kalau didalam tasnya dia menyimpan buku gambar dan alat-alat gambar.


lalu widya bergegas mengambil buku gambar itu dan memulai membuat sketsa. saat membuat sketsa pakaian itu yang ada dipikirin adalah pakaian buat hendru.


aduh kenapa aku malah memikirkan den hendru ya. aduh widya inget inget jangan sampai kamu menyimpan perasaan buat den hendru gak mungkin. bisa kamu gapai kalian itu berbeda bagai punggung merindukan bulan. batin widya sambil mengeleng-gelengkan kepala.


terlalu fokus menggambar sketsa tak sadar lama-lama mata widya terpejam sendiri hingga dia tertidur diatas gambar yang dia buat. sedangkan hendru ada di balkon kamar nya menyalakan rokok.

__ADS_1


dia selalu merokok kalau sendirian karena kalau sampai diketahui oleh mama naya pasti hendru akan diomeli habis-habisan.


dia merokok sambil minum kopi yang dia buat sendiri tadi sebelum duduk dibalkon. banyak masalah yang ada dipikirin oleh hendru. tidak hanya soal kerjaan tapi juga tentang kekasih. apalagi tadi waktu reuni dia bertemu dengan nessa.


__ADS_2