Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 54


__ADS_3

Pagi-pagi sekali widya bangun dengan hendru yang memeluknya. Widya pelan-pelan memindahkan tangan hendru agar tidak terbangun. Widya langsung bergegas ke kamar mandi, habis itu dia menuju ke dapur untuk memasak sarapan.


Disana sudah ada bi Narti dan juga mama Naya sedangkan mbak Yanti sedang bersih-bersih rumah.


"Pagi ma, bi apa ada yang bisa aku bantu?" tanya widya mendekati kedua perempuan paruhbaya itu.


"Kamu kok udah bangun sayang?" tanya mama Naya.


"Loh kamu udah pulang wid?" tanya bi Narti terkejut karena keponakannya itu sudah pulang padahal mereka katanya mau libur 4 hari dilombok.


"Udah ma, ya bi semalam kami pulang. Mas Hendru ada kerjaan mendadak diperusahaan."kata widya.


"Kamu duduk aja disana sayang pasti kamu masih capek." kata mama naya.


"Tapi ma, aku gak enak kalau melihat aja. sedangkan kalian sibuk memasak." kata widya.


"Kamu cuci sayur ini dan nanti potong sekalian." kata bi narti yang tau kalau keponakannya itu tak bisa diam kalau ada orang sibuk.


"Maaf bu kalau saya lancang. soalnya widya ini akan terus merengek kalau gak dikasih kerjaan sedangkan melihat kita sibuk." kata bi narti menjelaskan takut kalau majikannya itu berpikir macam-macam.


"Oh gak papa bi. Ya sudah kamu cuci sayurnya." kata mama naya sambil melanjutkan memasaknya.


"Hari ini mulai kerja dibutik atau istirahat dulu?" tanya mama naya.


"Aku ke butik ma. Dirumah gak ada kegiatan nanti bosan." kata widya.


"Ya sudah tapi kalau capek istirahat." kata mama naya.


Sedangkan bi narti melihat keponakannya menjadi menantu kesayangan malah senang karena widya dapat mertua yang baik.


"loh bi kok senyum-senyum sendiri?" tanya widya yang melihat bi narti tersenyum.


"Bibi bahagia nduk kamu dapat mertua yang baik dan sayang sama kamu." kata bi narti jujur.


Mama naya dan juga widya hanya tersenyum menanggapi perkataan bi narti. Mereka bertiga melanjutkan memasak sesudah masak bi narti menyiapkan makanan dibantu mbak yanti.


Mama naya dan juga widya ke atas untuk memangil hendru dan papa ikhsan. sekalian mempersiapkan pakaian yang akan mereka pakai.


"Mas bangun udah pagi." kata widya yang melihat kalau hendru masih tidur.


"Mas ayo bangun." kata widya tapi malah ditangannya ditarik oleh hendru.


"Mas lepasin bangun katanya pagi ini ada meeting." kata widya lagi.


"Bentar saya, masih kangen." kata hendru.


"Ya ampun mas padahal baru sebentar aku tinggal buat bantu mama masak." kata widya.


"Gak tau aku selalu kangen sama kamu, gak mau jauh-jauh dari kamu." kata hendru.


"Sudah gombalnya ayo bangun." kata widya sambil menarik tangan hendru bukannya hendru yang bangun tapi widya yang sekarang malah berada diatas hendru dan dipeluk erat sekali oleh hendru.

__ADS_1


"Nyaman sayang." kata hendru.


"Astafirullah mas bangun." kata widya yang sudah mulai emosi.


"Ada syaratnya supaya aku bangun." kata hendru yang masih memejamkan matanya.


"Apa syaratnya?" tanya widya.


"Cium aku dulu dibibir kan kemarin waktu dilombok aku udah bilang." kata hendru membuat widya teringat bagaimana cara membangunkan hendru.


Widya langsung melakukan perintah hendru habis itu dia langsung lari turun ke bawah karena malu. Sedangkan hendru hanya tersenyum-senyum sendiri sambil berjalan ke kamar mandi.


"Ada apa sayang?" kata mama naya yang melihat widya buru-buru sekali.


"Gak ada apa-apa ma." kata widya.


"Nanti kamu berangkat sama hendru?" tanya mama naya.


"Gak ma, aku berangkat sendiri naik motor." kata Widya.


"Kamu mulai kerja hari ini wid?" tanya papa ikhsan."


"Iya pa, dirumah juga gak ada kerjaan." kata widya.


"Sayang ini oleh-oleh kok gak dibawah sih?" kata hendru yang baru saja turun.


Orangtua hendru yang mendengar panggilan hendru ke widya malah saling pabdang dan tersenyum. Widya sendiri malah tertunduk malu.


"Malu sama siapa?" kata hendru.


"Malu sama papa mama lah siapa lagi." kata widya.


Hendru hanya tersenyum dan memberikan oleh-oleh ke orangtuanya. Dia juga memanggil bi narti untuk membagikan oleh-oleh yang dia bawa.


Setelah makan mereka berdua berangkat masing-masing tapi hendru tetap mengikuti widya sampai depan butik.


"Asalamualaikum..." kata widya membuat ketiga perempuan yang ada didalam menoleh ke belakang dan langsung saja memeluk widya.


"Walaikumsalam...kok udah pulang?" kata Tiara.


"Walaikumsalam...selamat ya ternyata kamu yang lebih dulu menikah daripada kita berdua." kata ida.


"Hehehe satu-satu tanyanya." kata widya.


"Maaf maaf kita senang kamu kembali." kata sari.


"Ini oleh-oleh buat kalian." kata widya sambil menyerahkan oleh-oleh kepada ketiganya.


"Wah makasih." kata mereka serempak.


Mereka menerima oleh-oleh itu dan langsung saja dibuka. Setelah membuka langsung saja bekerja lagi.

__ADS_1


Sedangkan hendru sampai kantor langsung saja mengadakan meeting untuk mengatasi kerugian yang disebabkan karena banyak investor yang menarik diri.


Hendru selesai meeting langsung menuju ruangannya dan mendapat bukti siapa yang sudah membuat para investor mengundurkan diri ternyata benar itu adalah ulah om bagas adik mamanya yang ingin merebut perusahaan itu.


"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya ryan.


"Kamu telpon dion dan kak doni. Ajak mereka ketemu dicafe dion." kata hendru.


"Baiklah, apa ada lagi yang ingin kamu perintahkan?" tanya ryan.


"Aku kerjasama dengan wijaya grub, gimana menurutmu?" tanya hendru.


"kalau soal itu lebih baik kita bicarakan lagi nanti dengan dion dan kak doni." kata ryan dia tak ingin memberi pendapat karena takutnya malah menimbulkan masalah.


Hendru sibuk dengan urusan perusahaan. widya disibukkan dengan pelanggan butik. Hari ini ada satu pelanggan yang membuat mereka semua disana emosi karena pelanggan itu sangat susah sekali diberitau.Saat widya ingin istirahat dengan tiara ada 1 pelanggan yang mencarinya.


"Ada apa ya mbak, apa ada yang bisa saya bantu?" kata widya diikuti oleh tiara.


"Apa kamu widya?" tanya pelanggan itu.


"Iya saya widya, ada apa ya mbak?" kata widya.


"Syukurlah kalau kamu ada, aku ingin memesan baju rancanganmu bisakan?" kata pelanggan itu.


"Bisa mbak, kalau saya boleh tau bajunya buat acara apa?" kata widya.


"Saya ingin pesan gaun buat pertunangan dan juga pernikahan serta bridsmate saya nanti." kata pelanggan itu.


"Baiklah mbak kalau begitu mari bicara diruangan saya. Mbak tir bisa duluan makan siangnya aku mau melayani mbak ini." kata widya.


"Aku nungguin kamu aja. malas kalau sendirian makan." kata tiara.


"Ya sudah kalau gitu ayo ikut masuk." kata widya.


Mereka berempat masuk ke dalam ruangan. Widya langsung memperlihatkan hasil karyanya suapya mereka berdua memilih.


"Oh ya wid kalau untuk saya dan juga besan gimana ya soalnya ini bajunya anak muda banget." kata mama pelanggan itu.


"Kalau soal itu biar saya panggilkan bu Naya pemilik butik bu." kata tiara.


"Boleh boleh." kata mama pelanggan.


Tiara langsung saja keluar ruangan untuk memanggil mama naya yang kebetulan mau keluar tapi karena ada pelanggan jadi dia urungkan.


"Kalau aku pengen yang ini gimana mbak tapi warnaya aku ingin pink soft bukan lavender." kata pelanggan itu.


"Oh bisa mbak, apa ada yang mau diubah lagi?" tanya widya.


"Udah itu aja." kata pelanggan itu.


Setelah sepakat dan ditentukan tanggal berapa mereka langsung saja mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibikin baju.

__ADS_1


Sedangkan hendru bertemu dengan dion dan juga doni untuk membahas tentang perusahaan dan apa tindakan yang akan mereka lakukan untuk om bagas. Biar bagaimanapun dia masih keluarganya.


__ADS_2